Malang | Teropongrakyat.com – Beauty class selama ini identik dengan aktivitas belajar menggunakan makeup atau mengenal berbagai produk kecantikan. Namun, perkembangan dunia komunikasi pemasaran menunjukkan bahwa konsumen tidak lagi hanya mencari produk berkualitas, juga pengalaman yang mampu meninggalkan kesan emosional.
Hal inilah yang menjadi dasar mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang, Kelompok Praktikum 3 Bernama Nexa, merancang program Queen Beauty Experience bersama Queen Cosmetic & Accessories.

Melalui kegiatan ini, menurut Ketua Kelompok Praktikum 3, Hanniful Muhnafi, Nexa mencoba menghadirkan konsep Beauty Beyond Makeup, sebuah gagasan bahwa kecantikan tidak hanya tercermin dari penampilan, juga dari rasa percaya diri yang tumbuh karena adanya dukungan dari orang-orang terdekat.
” Dengan demikian, beauty class tidak lagi dipandang sekadar sebagai kegiatan promosi produk, melainkan sebagai media untuk menyampaikan pesan yang lebih bermakna,” kata Hanniful
Dalam pelaksanaan ini, peserta memperoleh edukasi mengenai cara memilih skincare sesuai jenis kulit, mempraktikkan teknik makeup natural bersama make up artist profesional, serta berkonsultasi mengenai kebutuhan kulit mereka.
Berbagai aktivitas tersebut memberikan pengalaman belajar yang bermanfaat, khususnya bagi mahasiswi dan perempuan muda yang mulai memahami pentingnya merawat diri.
Implementasi Mempraktekkan Ilmu Komunikasi
Bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Kelompok Praktikum 3, konsep ini menjadi implementasi nyata bahwa komunikasi tidak selalu disampaikan melalui kata-kata atau media massa. Sebuah pengalaman yang dirancang dengan baik juga dapat menjadi bentuk komunikasi yang efektif.
Kejutan di akhir acara menjadi simbol yang memperkuat pesan bahwa setiap perempuan layak mendapatkan dukungan untuk berkembang dan mencintai dirinya sendiri.
Pendekatan seperti ini juga menunjukkan pentingnya strategi brand activation dalam dunia komunikasi pemasaran. Sebuah merek tidak cukup hanya menawarkan produk yang berkualitas, juga perlu membangun hubungan emosional dengan konsumennya.
” Ketika peserta merasakan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menyentuh, mereka tidak hanya mengingat produk yang digunakan, tetapi juga nilai yang ingin disampaikan oleh merek tersebut,” ungkapnya lagi
Sementara itu Owner Queen Beauty Experience, Okky Indra Wijaya menyatakan, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM membuktikan bahwa teori mengenai komunikasi pemasaran dapat diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
” Perencanaan acara, penyusunan pesan, hingga penciptaan pengalaman bagi peserta menjadi bagian dari proses komunikasi yang bertujuan membangun hubungan antara brand dan konsumen, ” ujar Okky.
Praktikum Brand Activity Ruang Belajar Mahasiswa
Kegiatan ini, menurut Okky sekaligus memperlihatkan bahwa kreativitas mahasiswa tidak hanya diwujudkan melalui ide-ide promosi yang menarik, juga melalui kemampuan menghadirkan pengalaman yang memiliki makna sosial.
Ia menjelaskan beauty class menjadi ruang belajar, ruang berbagi, sekaligus ruang untuk menumbuhkan kepercayaan diri perempuan melalui komunikasi yang hangat dan penuh empati.
Ketua Kelompok Praktikum 3 Nexa , Hanniful kembali menyatakan, Queen Beauty Experience tidak hanya menjadi sebuah acara kecantikan, juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM mampu mengemas sebuah brand activation menjadi pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam.
” Pesan komunikasi yang paling kuat bukan hanya yang didengar, melainkan yang mampu dirasakan. Sejalan dengan konsep Beauty Beyond Makeup, kecantikan sejati bukan hanya tentang riasan, tetapi juga tentang keberanian menjadi diri sendiri dan dukungan positif dari orang-orang disekitar,” pungkasnya


























































