DLHK Kabupaten Tangerang Diduga Bakar Uang Rp 1,4M untuk Fasilitas Sampah yang Nggak Dipakai

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 16:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi : Mesin Hoist DLHK Kabupaten Tangerang

Foto ilustrasi : Mesin Hoist DLHK Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG, Teropongrakyat.co – Dugaan penyimpangan anggaran miliaran rupiah di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang menjadi sorotan sejumlah aktivis dan pemerhati kebijakan publik. Anggaran yang diperuntukkan untuk pengadaan mesin hoist dan jembatan timbang diduga tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Aktivis Tangerang Utara, Mustajib, menilai anggaran tersebut perlu segera diaudit oleh pihak berwenang guna memastikan penggunaannya sesuai dengan peruntukan.

Menurutnya, anggaran lebih dari Rp1,4 miliar yang dialokasikan untuk pengadaan mesin hoar diduga tidak berfungsi dan terkesan dibiarkan tanpa pemanfaatan yang jelas. Selain itu, jembatan timbang yang diperuntukkan untuk mengukur bobot sampah juga disebut tidak digunakan secara optimal.

Baca Juga:  BPPKB Banten DPC Kota Bogor Gelar Aksi JUMAT BERKAH di Depan Kantor Wali Kota

“Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang dan BPK Provinsi Banten seharusnya segera melakukan audit dan menelusuri penggunaan anggaran tersebut. Jika benar fasilitas yang telah dianggarkan tidak dimanfaatkan, tentu perlu ada penjelasan yang transparan kepada publik,” ujar Mustajib, Jumat (26/06/2026).

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah harus dilakukan secara serius guna mencegah potensi kerugian negara dan memastikan setiap program berjalan sesuai tujuan.

Senada dengan itu, Ketua LBH Ampel Indonesia, Guruh Karta Sasamita, mengaku prihatin terhadap berbagai dugaan penyimpangan yang masih kerap menjadi sorotan di Kabupaten Tangerang. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) dan lembaga pengawas segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Baca Juga:  Amburadul Pengelolaan Aset Pemda, Pasar Jabon Diduga Dipakai Tanpa Kontribusi

“Kami meminta APH dan BPK untuk melakukan audit secara transparan dan profesional. Jika terdapat indikasi penyimpangan anggaran, maka harus diusut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran daerah digunakan,” tegas Guruh.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DLHK Kabupaten Tangerang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Oleh karena itu, informasi dan tudingan yang disampaikan berbagai pihak masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari instansi terkait serta hasil pemeriksaan aparat berwenang.

Berita Terkait

Presiden Prabowo Saksikan Panen Raya Tebu di Malang dan Serap Aspirasi Petani
Pramono Anung Buka Peluang Alumni PKM Berdakwah di Masjid Pemprov DKI, Siapkan 1.000 Al-Qur’an Edisi Khusus Jakarta
IPSI Kabupaten Malang Kerahkan 1.000 Pesilat Sambut Kunjungan Presiden Prabowo di Pakis
Tangis Pecah di Ruang Sidang, Keluarga Korban Minta Enam Mantan Anggota Polri Dijatuhi Hukuman Maksimal
Korban Kecelakaan Butuh Operasi, Keluarga Mengaku Diintimidasi Saat Minta Pertanggungjawaban
FUKRI Tegaskan: Keamanan Sejati di Papua Tak Lahir dari Senjata, Melainkan dari Keadilan dan Dialog
Jalan Menuju Puskesmas Kalibaru Bertahun-tahun Dikuasai PKL, Di Mana Ketegasan Pemerintah?
Ahli Waris H. Abdul Halim Minta Pengawasan Mahkamah Agung atas Sidang Sengketa Tanah Melawan PT Summarecon Agung

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:34 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Panen Raya Tebu di Malang dan Serap Aspirasi Petani

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:46 WIB

Pramono Anung Buka Peluang Alumni PKM Berdakwah di Masjid Pemprov DKI, Siapkan 1.000 Al-Qur’an Edisi Khusus Jakarta

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:22 WIB

IPSI Kabupaten Malang Kerahkan 1.000 Pesilat Sambut Kunjungan Presiden Prabowo di Pakis

Jumat, 17 Juli 2026 - 00:03 WIB

Tangis Pecah di Ruang Sidang, Keluarga Korban Minta Enam Mantan Anggota Polri Dijatuhi Hukuman Maksimal

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:22 WIB

Korban Kecelakaan Butuh Operasi, Keluarga Mengaku Diintimidasi Saat Minta Pertanggungjawaban

Berita Terbaru