Diduga Gelapkan BBM Subsidi, Mobil Espass Bermuatan Jeriken Diamankan di SPBU Cianjur

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cianjur, Minggu 27 Juli 2025teropongrakyat.co — Sebuah kendaraan jenis Espass dengan nomor polisi F 1564 BW diduga melakukan pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dalam jumlah besar menggunakan jeriken di SPBU 34.432.04 Cianjur. Temuan ini diungkap dalam investigasi gabungan oleh LSM dan awak media yang turun langsung ke lokasi.

Dari hasil investigasi, mobil tersebut terlihat bolak-balik mengisi BBM dengan menggunakan nozzle,  langsung dimasukkan ke dalam 28 jeriken yang dimuat di dalam kendaraan yang telah dimodifikasi. Aktivitas tersebut menimbulkan kecurigaan karena dilakukan secara terang-terangan, seolah kendaraan tersebut memiliki akses istimewa di SPBU.

“Mobil itu bolak-balik seperti milik pribadi. Ini bukan pembelian wajar, tapi sudah masuk kategori penyelewengan BBM bersubsidi,” ungkap salah satu anggota LSM yang ikut dalam pengungkapan kasus ini.

Baca Juga:  Viral Spa Bertema "Fifty Shades of Grey" di Jakarta, Pengamat Kecam Dugaan Prostitusi Terselubung

Setelah diamati cukup lama, LSM dan media memutuskan untuk membawa pengemudi mobil Espass tersebut ke Polres Cianjur. Pihak Tipidter Polres Cianjur langsung merespons dengan cepat dan menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengamankan kendaraan beserta jeriken-jeriken berisi BBM.

Kepolisian menyatakan akan menyelidiki kasus ini lebih dalam untuk mengetahui apakah terdapat jaringan mafia BBM di balik aksi tersebut.

Pendapat Pengamat

Menanggapi kejadian ini, pengamat energi dan kebijakan publik dari Lembaga Kajian Energi Indonesia, Dr. Rudi Pratama, mengatakan bahwa penyelewengan BBM subsidi sangat merugikan masyarakat dan negara.

“Jika dibiarkan, praktik ilegal seperti ini bisa menyebabkan kelangkaan BBM di tingkat konsumen, terutama bagi masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama subsidi dari pemerintah,” jelas Dr. Rudi.

Baca Juga:  Peras Pengusaha Oknum Pengacara Di Ciduk Mapolsek Cabangbungin

Ia juga menekankan perlunya pengawasan berlapis di SPBU, terutama di daerah-daerah rawan pelanggaran.

“SPBU harus dibekali dengan sistem deteksi pembelian tak wajar, dan aparat harus tegas menindak pelaku tanpa pandang bulu,” tambahnya.

Seruan untuk Masyarakat

LSM dan media menyerukan kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam mengawasi distribusi BBM subsidi. Mereka juga berkomitmen untuk terus mengikuti perkembangan kasus ini dan mendesak aparat agar mengusut hingga ke akar-akarnya.

“Ini bukan hanya tentang satu mobil dan satu SPBU, tapi soal keadilan bagi jutaan rakyat yang berhak atas subsidi,” tegas salah satu jurnalis lokal.

 

Penulis : Gibrandi

Berita Terkait

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak
PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!
Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska
Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar
Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga
GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai
Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib
Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:52 WIB

Bea Cukai Malang dan Pemkab Malang Amankan 2.520 Batang Rokok Ilegal dalam Operasi Gabungan di Pagak

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:16 WIB

PT Sari Wangi Mentari Diduga Lakukan Pembiaran: Karyawan Ditusuk, Gaji 2,7jt di Bawah UMP, Pengawas Ketenagakerjaan dan Pengawas BPJS Kemana!

Senin, 13 Juli 2026 - 20:38 WIB

Telepon Ancaman Setelah Laporan Diajukan : Ketika Pengawas Korupsi Ditekan Henyakan Dugaan Bocoran Miliaran di UIN Suska

Senin, 13 Juli 2026 - 08:31 WIB

Fantastis! Bea Cukai Malang Musnahkan 9,23 Juta Batang Rokok llegal Senilai Rp13,7 Miliar

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga

Berita Terbaru