MALANG | Teropongrakyat.co – Ratusan pelajar tingkat SMP/MTs memadati lingkungan SMAN 2 Kota Malang pada Sabtu 11 April 2026. Mereka beradu kecerdasan dalam ajang bertajuk Smart Competition.
Kompetisi akademik ini langsung menarik antusiasme tinggi dari peserta se-Malang Raya. Total 103 siswa dari 71 SMP dan 31 MTs turut ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka beradu kemampuan dalam tiga bidang utama, yakni MIPA, IPS, dan bahasa Inggris.
Seluruh tahapan lomba, mulai dari babak penyisihan hingga final, diselenggarakan dalam satu hari yang sama. Format ini membuat kompetisi berlangsung padat sekaligus menantang karena peserta dituntut memiliki daya tahan, konsentrasi, dan ketelitian tinggi sepanjang perlombaan.
Panitia menyebutkan, sistem lomba yang terpusat dalam satu hari sengaja dirancang untuk menguji kesiapan akademik sekaligus mental para peserta dalam menghadapi tekanan kompetisi. Selain itu, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-76 SMAN 2 Kota Malang sekaligus upaya menjaring bibit unggul untuk persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) di masa mendatang.
Kepala SMAN 2 Kota Malang Eny Retno Diwati MPd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan yang pertama diselenggarakan pihak sekolah. Ia berharap ajang tersebut dapat menjadi sarana untuk menemukan dan mengembangkan potensi akademik para siswa.
“Smart Competition ini merupakan yang pertama diadakan di SMAN 2 Kota Malang. Besar harapan kami untuk menemukan dan menggali bibit-bibit kecerdasan akademik agar nantinya mereka dapat bergabung dengan SMAN 2 Kota Malang untuk dipoles menuju ajang yang jauh lebih besar, yaitu OSN tahun depan,” ujarnya.
Salah satu peserta mengaku soal yang diberikan cukup menantang dan membutuhkan ketelitian tinggi. Meski demikian, ia merasa senang dapat menguji kemampuan bersama siswa dari berbagai sekolah di Malang Raya.
“Soalnya cukup sulit dan membutuhkan ketelitian. Tapi saya senang bisa mengukur kemampuan dengan murid dari sekolah lain. Semoga hasil akhirnya bisa membawa pulang piala,” ungkapnya.
Selain kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Pihak sekolah memberikan penjelasan kepada siswa dan orang tua terkait tahapan seleksi terbaru, termasuk penyesuaian pada jalur domisili dan afirmasi.
“Kami juga sekalian melakukan sosialisasi kepada siswa dan orang tua terkait perubahan tahapan seleksi, termasuk penyesuaian jalur domisili dan afirmasi, agar masyarakat lebih memahami mekanisme penerimaan siswa baru,” tambah kepala sekolah.
























































