Hujan Es Terjadi di Desa Cilenger, Warga Diimbau Tetap Waspada

- Jurnalis

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumedang, teropongrakyat.co – Fenomena hujan es dilaporkan terjadi di Desa Cilenger, Cipeles, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, pada Minggu (1/3/2026) sore. Peristiwa tersebut sempat mengejutkan warga yang tengah beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga, hujan deras yang turun sekitar pukul 16.00 WIB tiba-tiba disertai butiran es berukuran kecil hingga sedang. Hujan es berlangsung sekitar 10 hingga 15 menit sebelum akhirnya kembali menjadi hujan biasa.

Salah seorang warga setempat mengatakan, butiran es yang jatuh sempat menimbulkan suara keras saat mengenai atap rumah. “Awalnya hujan deras biasa, lalu terdengar seperti kerikil jatuh di atap. Setelah dicek, ternyata butiran es,” ujarnya.

Baca Juga:  Basarnas Tutup Operasi Pencarian Korban Ponpes Al Khoziny di Hari ke-9

Fenomena ini juga sempat diabadikan warga melalui foto dan video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut terlihat butiran es berada di telapak tangan warga usai dipungut dari halaman rumah.

Meski tidak dilaporkan adanya korban jiwa, beberapa warga mengaku khawatir karena khawatir tanaman dan atap rumah mengalami kerusakan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan akibat hujan es tersebut.

Baca Juga:  BRI BO BSD Serahkan Dukungan dalam Rangka Dies Natalis STMKG ke-70

Secara umum, hujan es dapat terjadi akibat pertumbuhan awan cumulonimbus yang tinggi dan kondisi atmosfer yang tidak stabil. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat memasuki masa peralihan musim.

Pemerintah setempat diharapkan dapat melakukan pendataan jika ditemukan kerusakan serta memberikan imbauan lanjutan kepada masyarakat guna mengantisipasi kejadian serupa.

Sumber Berita: Ari - sumedang

Berita Terkait

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda
Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan
Wanita PNS Jadi Korban Penganiayaan di Dramaga, Pelaku Diduga Keponakan Sendiri
Api Melalap Kamar Kos di Kemayoran, Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, 16 Mahasiswa Diperiksa Satgas PPKS
Sengketa Lahan di Kelapa Gading Memanas, Ahli Waris Soroti Kejanggalan Klaim Pembelian
Misteri “Cobra Lily”: Tanaman Karnivora yang Mirip Ular Berbisik  
Istri Musisi Lokal Aryo Kempes Diduga Pinjam Nama Orang Untuk Pinjol, Demi Modus Penipuan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 17:38 WIB

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda

Kamis, 16 April 2026 - 12:23 WIB

Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan

Rabu, 15 April 2026 - 15:55 WIB

Wanita PNS Jadi Korban Penganiayaan di Dramaga, Pelaku Diduga Keponakan Sendiri

Rabu, 15 April 2026 - 10:18 WIB

Api Melalap Kamar Kos di Kemayoran, Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, 16 Mahasiswa Diperiksa Satgas PPKS

Berita Terbaru

Seputar Desa

Audensi Buruh Di DPRD Riau Diwarnai Duka, FSPMI Tekan 6 Tuntutan

Jumat, 17 Apr 2026 - 01:03 WIB

Breaking News

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda

Kamis, 16 Apr 2026 - 17:38 WIB