Rohana Laporkan Masalah Dapodik Anak Ke Subdin Pendidikan 1 Jakarta Pusat, Sekolah Lama Diduga Manahan Data

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Pusat – Teropongrakyat.co || Seorang ibu bernama Rohana mendatangi Kantor Subdirektorat Pendidikan 1 Wilayah Jakarta Pusat pada pagi hari Kamis (26/3/2026) untuk melaporkan kasus penahanan data Dapodik anaknya (ZXG) oleh sekolah lama, Golden Homeschooling yang berlokasi di Jalan Kartini 2 No.14, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar. Rohana datang diiringi oleh pengacaranya.

Laporan diterima langsung oleh Barjono, Kepala Seksi Pendidikan pada Subdin Pendidikan 1 Jakarta Pusat. Menurut Barjono, pihaknya akan segera menindaklanjuti kasus ini dengan menghubungi pihak Golden Homeschooling. “Kita akan memberikan teguran terlebih dahulu dalam waktu seminggu Apabila tidak diindahkan, akan diberikan Surat Peringatan 1 (SP 1) kepada sekolah tersebut,” ujar barjono

Baca Juga:  Indonesia Resmi Jadi Anggota Penuh BRICS, Peluang Baru di Kancah Global

Data Dapodik anak ZXG sudah lebih setahun tidak dikeluarkan oleh pihak sekolah lama, sehingga membuat sekolah baru yang ditempati ZXG menanyakan status data anak tersebut kepada Rohana. Namun, pihak Golden Homeschooling tidak memberikan jawaban yang jelas terkait permintaan pengeluaran Dapodik.

Dalam wawancara dengan awak media, Rohana menjelaskan alasan anaknya pindah sekolah. Sebelumnya, anaknya mengalami tindakan pendidik yang dianggap arogan, di mana guru menyita ponsel ZXG, memberi hukuman menulis 1 buku kalimat pengulangan dan melepas anak pulang tanpa pendamping dan alat komunikasi. Saat teman dari zxg menelpon yang mengangkat telepon tersebut adalah gurunya. Ketika Rohana tau tentang kejadian anaknya di sekolah Rohana kaget dan cemas hingga harus datang langsung ke sekolah untuk mencari anaknya serta meminta penjelasan terkait penyitaan ponsel.

Baca Juga:  Pemprov DKI Dukung Penggunaan Produk Dalam Negeri

Ketika Rohana melaporkan tindakan guru tersebut kepada kepala sekolah Golden Homeschooling, malah disarankan untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. “Saya sangat menyayangkan pernyataan dari kepala sekolah tersebut. Saya hanya ingin mendapatkan keadilan dan agar proses pendidikan anak saya tidak terganggu, ditambah lagi saya disuruh membayar SPP selama setahun setelah anak saya pindah sekolah,” ucap Rohana dengan nada kesal.

Berita Terkait

Kebakaran Rumah di Randudongkal Pemalang, Diduga Akibat Korsleting Listrik
57 Detik yang Mengubah Segalanya, Mengenang Tragedi Gempa Yogyakarta 2006
POLSEK Bogor Timur Diduga Langgar Peraturan KAPOLRI: BERIKAN RUANG MEDIASI UNTUK DEPT COLLECTOR
Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda
Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan
Wanita PNS Jadi Korban Penganiayaan di Dramaga, Pelaku Diduga Keponakan Sendiri
Api Melalap Kamar Kos di Kemayoran, Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, 16 Mahasiswa Diperiksa Satgas PPKS

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:28 WIB

Kebakaran Rumah di Randudongkal Pemalang, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jumat, 17 April 2026 - 13:07 WIB

57 Detik yang Mengubah Segalanya, Mengenang Tragedi Gempa Yogyakarta 2006

Jumat, 17 April 2026 - 10:20 WIB

POLSEK Bogor Timur Diduga Langgar Peraturan KAPOLRI: BERIKAN RUANG MEDIASI UNTUK DEPT COLLECTOR

Kamis, 16 April 2026 - 17:38 WIB

Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda

Kamis, 16 April 2026 - 12:23 WIB

Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan

Berita Terbaru