Jakarta – Teropongrakyat.co – 2 Juli 2026 — Perkumpulan Profesor Teologia Nusantara (PPTN) di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Hoga Saragih, S.T., M.T. meluncurkan Rencana Strategis 2026–2030 dengan sudut pandang baru: menjembatani kesenjangan kapasitas akademik antara pusat dan daerah, serta memadukan pendekatan teologi dengan kemajuan teknologi untuk memajukan pendidikan tinggi teologi di seluruh pelosok negeri.
Berbeda dengan sekadar menyoroti angka target, arah kebijakan baru ini menekankan bahwa peningkatan jenjang akademik bukan sekadar urusan gelar, melainkan kunci pemerataan mutu pendidikan hingga ke wilayah terluar.
PANDANGAN KETUA UMUM PPTN
“Selama ini dosen di sekolah tinggi teologi daerah sering tertinggal akses bimbingan, jejaring riset, dan kemudahan administrasi. Padahal merekalah yang paling dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat di sana,” ujar Prof. Hoga Saragih dalam pemaparan visi strategisnya.
“Latar belakang saya di bidang teknik mengajarkan: masalah harus diselesaikan dengan sistem yang terukur dan tepat sasaran. Maka kami tidak hanya mencetak profesor di kota besar, tapi mengirimkan pembinaan langsung ke kampus daerah, memanfaatkan sistem digital dan pendampingan jarak jauh, sehingga kesempatan maju setara bagi semua,” tambahnya.
FOKUS UTAMA DAN LANGKAH KHUSUS
Rencana kerja ini memprioritaskan:
– Pemerataan akses: Program detasering profesor senior ke kampus daerah dan pendampingan daring berkelanjutan
– Pemanfaatan teknologi: Bantuan sistem digital, penyederhanaan administrasi, serta pelatihan riset berbasis data
– Keseimbangan tujuan: Target 100 profesor, 1.000 lektor kepala, 10.000 lektor, dan 100.000 asisten ahli menjadi sarana untuk memperkuat pelayanan dan pemecahan masalah sosial kemasyarakatan
“Teologi yang relevan adalah yang tidak hanya berbicara di ruang kuliah, tapi hadir menjawab tantangan persatuan, kesejahteraan, dan kemanusiaan. Itulah yang ingin kami wujudkan lewat kualitas SDM yang merata,” tegas Prof. Hoga.
(Red/JS)

























































