Oknum karyawan PT. KCN, Marunda di duga melakukan kecurangan bongkar muat batu bara.

- Jurnalis

Kamis, 6 Maret 2025 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Teropongrakyat.co – Terkait ada informasi yang dapat oleh awak media terkait ada dugaan kecurangan yang dilakukan oleh oknum karyawan PT. Karya Citra Nusantara ( KCN ) yang berada di dalam kawasan Berikat Nusantara ( KBN ) Marunda, Jakarta Utara. Kamis, (6/3/2025).

Awak media mencoba mengonfirmasi hal tersebut pada Jum’at ( 21/02/2025 ) sekira pukul 14.00 WIB kepihak Management PT. KCN, namun hal tersebut urung dilakukan dikarenakan awak media belum mendapatkan izin untuk memasuki area PT. KCN.

Oknum karyawan PT. KCN, Marunda di duga melakukan kecurangan bongkar muat batu bara. - Teropong Rakyat
Bongkar muat batubara yang diduga sengaja ditumpahkan

” Mohon maaf mas , kami tidak bisa memberikan izin masuk, jika belum ada janji dengan pihak management.” Ujar salah seorang security PT. KCN.

Menurut nara sumber yang tidak mau disebut namanya, menyampaikan bahwa kecurangan yang dilakukan oleh oknum PT. KCN dengan modus sengaja menumpahkan muatan batu bara pada saat pemindahan dari kapal pengangkut batubara ke mobil truck.

Oknum karyawan PT. KCN, Marunda di duga melakukan kecurangan bongkar muat batu bara. - Teropong Rakyat
Batubara yang diangkut dan pergi tanpa dokumen

” Mereka sengaja menumpahkan batubara tersebut pada saat proses bongkar muat, nah batubara yang jatuh tersebut akan dikumpulkan dan dimasukkan dalam karung untuk dijual secara ilegal”. Ungkapnya.

Baca Juga:  Ditanya Soal CSR, Manajamen BMart Ngaku Tidak Tahu

Praktek kecurangan tersebut di sinyalir sudah lama dilakukan oleh oknum tersebut.

Terpantau oleh awak media pada hari minggu (23/02/2025) mereka berusaha mengeluarkan batubara yang telah dikumpulkan dengan menggunakan pick up, hal tersebut dihalau oleh security yang bertugas saat itu.
Namun mereka berdalih bahwa batubara yang mereka angkut adalah contoh untuk ditawarkan ke perusahaan perusahaan rekanan.

” ketika kami tanyakan surat jalannya ,mereka menyampaikan bahwa itu sample, bahkan supir pickup tersebut menyambungkan kami ke penanggung jawab angkutan.” Ucap salah seorang security yang kami konfirmasi melalui sambungan telepin aplikasi whatapps.

Management PT. KCN dalam jumpa persnya senin ( 03/03/2025) di rumah makan seafood Babe, dibilangan Cilincing, menyampaikan bahwa pihak telah menindaklanjuti informasi yang telah diberikan oleh awak media.
” terima kasih kepada rekan rekan media yang telah memberikan informasi sangat berharga, kami akan mengevaluasi dan mendalami semua informasi tersebut.” Ucap Iwai salah seorang perwakilan PT. KCN.

Baca Juga:  BPOM RI Bertanggung Jawab Atas Maraknya Peredaran Obat Keras Tanpa Legalitas!.
Oknum karyawan PT. KCN, Marunda di duga melakukan kecurangan bongkar muat batu bara. - Teropong Rakyat
Batubara yang berserakan lalu dikarungin

” dapat kami jelaskan bahwa kami telah mencari tahu pemilik barang yang kita duga batubara dan diangkut keluar wilayah KCN tanpa surat jalan tersebut adalah milik sinar mas, yang menurut keterangan yang kami dapat seberat 1,2 ton sebagai sample.” Tambah Iwai.

Selepas jumpa pers, dihari yang sama para awak media mendapatkan informasi ,bahwa oknum karyawan PT. KCN yang diduga sebagai penanggung jawab terhadap kegiatan ilegal tersebut telah di PHK oleh PT. KCN bersama 4 karyawan lainnya.
“Oknumnya sudah di PHK mas, terhitung hari ini ( senin, 03/03/2025) mereka juga di sudah dilaporkan ke polsek Kali baru untuk kasus mark up tagihan listrik dan lain lain.” Ungkap nara sumber melalui sambungan telepon whatsapp.

Dugaan kecurangan yang dilakukan oleh oknum karyawan PT. KCN ditaksir telah merugikan pihak pemilik batubara mencapai miliaran rupiah serta mencoreng nama baik yang sedang dibangun oleh PT. KCN pasca insiden beberapa tahun yang lalu, yang mengakibatkan penutupan sementara aktivitas dikawasan PT. KCN.

Berita Terkait

Pedagang Pasar Permai Resah Diminta Kosongkan Lapak, Wacana Pembangunan Sekolah Dipertanyakan
Dugaan Penyiksaan Saat Pemeriksaan, Khodirin Laporkan Eks Kasat Reskrim Polres Tapin
GM Holding SCY Group: Masyarakat Aceh Barat Jangan Terprovokasi, Biarkan Hukum yang Bekerja
Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru
Kuasa Hukum Siap Tunjukkan Sertifikat SNI Produk Selang LPG dalam Perkara di Tapin
Kebakaran hebat melanda SPBU Cilendek Cemplang Bogor
PT Matahari Sentosa Jaya Klaim Jadi Korban Eksekusi Sepihak oleh Oknum SPSI!
Sengketa Belum Putus, Jhon Kenedy Peringatkan Jangan Langgarkan Proses Hukum

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Pedagang Pasar Permai Resah Diminta Kosongkan Lapak, Wacana Pembangunan Sekolah Dipertanyakan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Dugaan Penyiksaan Saat Pemeriksaan, Khodirin Laporkan Eks Kasat Reskrim Polres Tapin

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:58 WIB

GM Holding SCY Group: Masyarakat Aceh Barat Jangan Terprovokasi, Biarkan Hukum yang Bekerja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Kasi Trantib Acep Pudin Pimpin Pendataan 134 Kios di Lahan Fasos Fasum Kutabaru

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Kuasa Hukum Siap Tunjukkan Sertifikat SNI Produk Selang LPG dalam Perkara di Tapin

Berita Terbaru