Kota Bekasi TeropongRakyat.co – Polemik pembangunan Pasar Bantar Gebang di Kota Bekasi terus bergulir. Kinerja pengembang PT Javana Artha Perkasa disorot karena dinilai gagal menuntaskan proyek sesuai komitmen awal, sehingga berpotensi merugikan pedagang.
Berdasarkan keterangan narasumber pengembang diduga tidak lagi memiliki kapasitas memadai untuk melanjutkan pembangunan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun manajemen proyek.
PT Javana Artha Perkasa disebut bergantung pada pihak lain, termasuk PT Citra Adi Karya, serta kesulitan mencari subkontraktor baru untuk menyelesaikan sisa pekerjaan.
“Javana sudah tidak mampu membangun, tidak memiliki pegawai yang capable, dan sekarang bergantung pada pihak lain serta kesulitan mencari subkontraktor baru,” ujar Rudi, Sabtu 3/5/2026.
Dana dari para pedagang yang diperkirakan mencapai Rp70 miliar disebut telah ditarik. Namun kewajiban pembangunan belum sepenuhnya direalisasikan.
Kondisi fisik bangunan juga jadi sorotan. Progres yang diklaim 70 persen dinilai tidak sesuai fakta lapangan. Sejumlah bagian bangunan bahkan dilaporkan rusak dalam waktu singkat, diduga akibat penggunaan material berkualitas rendah.
“Pembangunan belum selesai, dan klaim 70 persen tidak sesuai fakta. Sudah banyak yang rusak karena diduga pakai material berkualitas rendah,” lanjutnya.
Sejumlah pekerjaan dilaporkan mangkrak, sementara penggunaan dana proyek dinilai belum transparan. Hal ini memicu kekhawatiran pedagang yang telah berinvestasi.
Rudi menilai kondisi pasar saat ini tidak layak dan tidak sehat. “PT Javana Artha perkasa berpotensi merugikan banyak pedagang. Sekarang terlihat hanya berupaya menyelesaikan pembangunan sekadarnya, bukan sesuai konsep yang disepakati,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, PT Javana Artha Perkasa belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai tudingan tersebut. Para pedagang berharap ada kejelasan, transparansi, serta penyelesaian proyek sesuai komitmen awal.*”

























































