Bantah Ada Pungli, Saksi Erin Ungkap Kronologi Transfer Rp 80 Juta ke Oknum Disdagperin

- Jurnalis

Selasa, 28 April 2026 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi kota .Teropongrayat co – Erin, pengelola MCK di Pasar Bantar Gebang yang dipanggil sebagai saksi dugaan pungli dan pemerasan oleh oknum Disdagperin Kota Bekasi, membantah adanya unsur paksaan dan pungli Menurutnya, transfer uang Rp. 80 juta ke Rekening Kabid berinisial J adalah pembayaran perpanjangan kontrak MCK dengan syarat balik nama.

Erin mengaku sempat melapor ke Polres Metro Bekasi Kota karena ramainya isu di kalangan pedagang. “Katanya saya salah prosedur, uang Rp. 80 juta harusnya bayar ke PT Javana Artha Perkasa bukan ke Pak Kabid J inisial Meski sudah bayar, MCK tetap akan dibongkar oleh PT Javana Artha Perkasa,” ujar Erin di Bantar Gebang, (27/4/2026).

Merasa tidak nyaman, Erin melapor dugaan pungli dan pemerasan. Namun, laporan itu dicabutnya kembali. “Saya renungkan, saya yang salah. Akhirnya saya cabut dan selesai,” katanya.
Erin menambahkan uang 80 juta di kembalikan oleh Kabid “Kabid sudah kembalikan uang 80 juta ada surat pernyataannya.pungkas Erin.
*Kronologi Versi Erin: Bayar Rp 80 Juta untuk Balik Nama MCK*

Baca Juga:  Kejari Batu Musnahkan Ribuan Barang Bukti Narkotika dan Rokok Ilegal di TPA Tlekung

Erin menjelaskan, kasus bermula saat Kabid menyampaikan kontrak MCK hampir habis. “Ditanya mau di lanjutkan perpanjangan? Saya mau, asal syaratnya balik nama ke saya,” tutur Erin.

Karena MCK dibangun Jaam dengan uang pribadi, Erin diminta tolong kepada Kabid untuk berkoordinasi dengan Jaam. Setelah Jaam setuju dan rekomendasi balik nama keluar atas nama Erin, ia mentransfer uang ke Kabid secara mencicil 3 kali: pertama Rp 50 juta,kedua Rp15 juta, dan ketiga Rp15 juta tunai.

Baca Juga:  Garasi Truk Kontainer Menjamur di Jalan Sempit Marunda, Warga: Ini Negara atau Wilayah Bebas Hukum?

“Sama sekali tidak ada pemerasan atau pungli yang dilakukan Pak Kabid kepada saya,” tegas Erin.

Erin mengaku kaget saat menerima surat panggilan dari Kejari Kota Bekasi sebagai saksi. “Siapa yang lapor lagi? Saya datang dan sudah memberikan keterangan ke penyidik kejari bahwa tidak ada pungli dan saya tidak pernah merasa diperas. Uang Rp 80 juta itu saya bayar setelah MCK resmi balik nama ke saya,” jelasnya.
Teropongrakyat.co telah berusaha menemui pihak kejaksaan Negeri Kota Bekasi belum memberikan jawaban lebih lanjut “belum bisa memberikan jawaban kerena kami baru tahu informasi.kata kasi Intel Niko Selasa,28/4/2026.
Sementara,Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian Kota Bekasi Belum bisa di Konfirmasi,hingga berita ini di terbitkan.**

Berita Terkait

Ketum BPIKPNPARI Akan Temui Kapolda Jambi, Desak Tindakan Tegas atas Penyerangan Jurnalis
Yohanes Oci: Dugaan Intimidasi Saksi di Kasus Pungli Pasar Bantar Gebang Dinilai Cederai Prinsip Hukum
Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi, Oknum Operator SPBU Disebut Terima Imbalan
Saksi Ngaku Diancam Tembak, Tubagus Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Periksa Oknum Jaksa
Dugaan Pungli Pasar Bantar Gebang,Saksi Ngaku Diancam Tembak Jaksa, HP Disita
Dugaan Pemaksaan Identitas di Jepara: Data Tak Jelas, Dukcapil Disorot, Ahli Waris Tempuh Jalur Pengaduan
Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Usut Dugaan Hilangnya Kali Ciputat di Kawasan Bintaro Xchange
Rahmad Sukendar Minta Klarifikasi Istana soal Isu Hoaks Libatkan Seskab dan Pangkopassus

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 07:43 WIB

Bantah Ada Pungli, Saksi Erin Ungkap Kronologi Transfer Rp 80 Juta ke Oknum Disdagperin

Minggu, 26 April 2026 - 02:08 WIB

Yohanes Oci: Dugaan Intimidasi Saksi di Kasus Pungli Pasar Bantar Gebang Dinilai Cederai Prinsip Hukum

Sabtu, 25 April 2026 - 14:19 WIB

Dugaan Penyimpangan BBM Subsidi, Oknum Operator SPBU Disebut Terima Imbalan

Jumat, 24 April 2026 - 10:55 WIB

Saksi Ngaku Diancam Tembak, Tubagus Rahmad Sukendar Desak Kejaksaan Negeri Kota Bekasi Periksa Oknum Jaksa

Jumat, 24 April 2026 - 09:13 WIB

Dugaan Pungli Pasar Bantar Gebang,Saksi Ngaku Diancam Tembak Jaksa, HP Disita

Berita Terbaru