Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTJakarta Terasa Panas, BMKG Ungkap Data Suhu Maksimum Sejumlah WilayahKomentar: 0

Jakarta Terasa Panas, BMKG Ungkap Data Suhu Maksimum Sejumlah Wilayah

Teropong Rakyat, 26 April 2026, 19:44 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi
Foto: ilustrasi cuaca panas dijakarta (roq-teropongrakyat.co)

Jakarta — Cuaca panas terasa menyengat di wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (26/4/2026). Kondisi ini juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia berdasarkan hasil pemantauan suhu oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

BMKG merilis data rekapitulasi suhu maksimum harian melalui akun Instagram resminya. Data tersebut merupakan hasil pengamatan selama periode 25 April 2026 pukul 07.00 WIB hingga 26 April 2026 pukul 07.00 WIB.

Dalam data tersebut, suhu di Jakarta tercatat mencapai 34,8 derajat Celcius. Sementara itu, kawasan Ciputat, Banten, mencatat suhu lebih tinggi yakni hingga 35,6 derajat Celcius.

Sementara suhu tertinggi terpantau berada di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dengan suhu mencapai 36,8 derajat Celcius. Selanjutnya disusul oleh Palu, Sulawesi Tengah, yang mencatat suhu sebesar 36,2 derajat Celcius.

Baca Juga:  Polisi Gagalkan Tawuran di Kedoya Selatan, 4 Remaja dan 2 Celurit Diamankan

Dalam laporan tersebut, beberapa wilayah di Indonesia tercatat mengalami suhu maksimum yang cukup tinggi, yang turut memicu sensasi panas yang dirasakan masyarakat, termasuk di wilayah ibu kota.

Untuk diketahui, dalam analisis BMKG per 23 Maret lalu, variabilitas iklim seperti El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam kondisi netral, sehingga tidak memberikan pengaruh dominan terhadap cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan.

Selain itu, monsun Australia diprakirakan akan menguat dan berperan membawa massa udara kering dari wilayah Australia ke Indonesia. Dominasi aliran angin timur di sebagian besar wilayah juga menjadi sinyal bahwa sejumlah daerah mulai beralih secara bertahap dari periode musim hujan menuju musim kemarau.

Baca Juga:  Dukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan Evaluasi

Kondisi cuaca panas ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya intensitas radiasi matahari yang tinggi serta minimnya tutupan awan di sejumlah wilayah. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih, menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, serta menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan.

Meski suhu terasa lebih panas dari biasanya, BMKG memastikan kondisi ini masih dalam kategori normal untuk wilayah tropis seperti Indonesia. Namun demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi dampak cuaca panas, terutama bagi kelompok rentan.

BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca dan memberikan pembaruan informasi secara berkala kepada masyarakat.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain