Tim Reformasi Polri jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik Dan Tameng Pencitraan

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Ard-com- ,Ard-news.com– Kinerja Tim Reformasi Polri kembali menuai kritik keras. Ketua Umum BPIKPNPARI, Rahmad Sukendar, menilai tim tersebut belum menunjukkan hasil konkret dan terkesan “mandul” di tengah derasnya tuntutan pembenahan institusi.

Menurut Rahmad, publik hingga kini belum melihat langkah terobosan yang benar-benar menyentuh akar persoalan. Mulai dari transparansi penanganan pelanggaran internal, evaluasi pendidikan dan rekrutmen, hingga penguatan pengawasan, dinilai belum mengalami perubahan signifikan.
“Reformasi itu harus berani menyentuh hal-hal yang sensitif. Kalau hanya normatif dan administratif, itu bukan reformasi, itu rutinitas,” tegas Rahmad. Senin (23/2/26).
Ia juga menambahkan bahwa Tim Reformasi jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik tanpa implementasi nyata di lapangan.
“Jangan jadikan Tim Reformasi sebagai tameng pencitraan. Kalau memang serius mau berbenah, buka ke publik apa saja temuannya, siapa yang direkomendasikan dievaluasi, dan kapan itu dijalankan,” ujarnya.
Rahmad menegaskan, kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian tidak bisa dibangun dengan slogan atau pembentukan tim semata. Dibutuhkan keberanian pimpinan untuk mengambil keputusan tegas, termasuk memberikan sanksi tanpa pandang bulu.
“Kalau tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat, wajar publik menilai Tim Reformasi ini gagal. Reformasi harus terasa, bukan sekadar terdengar,” pungkasnya.
BPIKPNPARI mendesak agar hasil kerja Tim Reformasi segera diumumkan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. “**

Baca Juga:  Suasana tegang namun penuh muatan hukum menyelimuti pertemuan yang digelar di lokasi sengketa lahan hari ini.

Berita Terkait

Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan
Wanita PNS Jadi Korban Penganiayaan di Dramaga, Pelaku Diduga Keponakan Sendiri
Api Melalap Kamar Kos di Kemayoran, Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi
Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, 16 Mahasiswa Diperiksa Satgas PPKS
Sengketa Lahan di Kelapa Gading Memanas, Ahli Waris Soroti Kejanggalan Klaim Pembelian
Misteri “Cobra Lily”: Tanaman Karnivora yang Mirip Ular Berbisik  
Istri Musisi Lokal Aryo Kempes Diduga Pinjam Nama Orang Untuk Pinjol, Demi Modus Penipuan
Kabel Internet Semrawut di Simpang Lima Semper Dinilai Membahayakan, Warga Minta Penertiban Tegas

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 12:23 WIB

Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan

Rabu, 15 April 2026 - 15:55 WIB

Wanita PNS Jadi Korban Penganiayaan di Dramaga, Pelaku Diduga Keponakan Sendiri

Rabu, 15 April 2026 - 10:18 WIB

Api Melalap Kamar Kos di Kemayoran, Pria 26 Tahun Ditemukan Tewas di Kamar Mandi

Rabu, 15 April 2026 - 09:26 WIB

Viral Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, 16 Mahasiswa Diperiksa Satgas PPKS

Selasa, 14 April 2026 - 19:58 WIB

Sengketa Lahan di Kelapa Gading Memanas, Ahli Waris Soroti Kejanggalan Klaim Pembelian

Berita Terbaru