BSI dan IFG: Motor Penggerak Transformasi Ekonomi Syariah di Era Digital

- Jurnalis

Rabu, 9 Oktober 2024 - 16:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongrakyat.co – Transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor keuangan semakin bersinar, dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Indonesia Financial Group (IFG) menorehkan pencapaian luar biasa. Di bawah arahan Menteri BUMN Erick Thohir, kedua lembaga ini memimpin perkembangan ekonomi syariah Indonesia ke level yang lebih tinggi, mencatat pertumbuhan yang mengesankan baik dari segi aset, inovasi, maupun tata kelola.

BSI, yang kini berada di peringkat keenam dalam hal aset di Indonesia dan kelima dalam hal tabungan, terus menunjukkan peningkatan signifikan. Anton Sukarna, Direktur Sales and Distribution BSI, menjelaskan bahwa transformasi ini didorong oleh strategi yang menggabungkan prinsip syariah dengan layanan perbankan digital yang canggih. “Kami ingin menunjukkan bahwa bank syariah tidak hanya halal, tetapi juga keren dan modern,” ujar Anton dalam acara Media Briefing bertema “Penguatan Tonggak Ekosistem Ekonomi Syariah dan Strategi Asuransi” di Jakarta, Selasa (8/10).

Baca Juga:  Kasus Dugaan Penyimpangan BBM dan Perizinan Pembangunan Gedung UIN Walisongo Semarang

BSI juga mencatat rekor sebagai bank syariah dengan jumlah nasabah terbesar di dunia, dengan 20,46 juta pelanggan. Di pasar modal, saham BSI (BRIS) diperdagangkan aktif, memperkuat posisi perusahaan dalam jajaran 10 besar bank syariah dunia dengan kapitalisasi pasar tertinggi. Keberhasilan ini menegaskan resiliensi BSI dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

BSI dan IFG: Motor Penggerak Transformasi Ekonomi Syariah di Era Digital - Teropong Rakyat

Selain itu, IFG yang bergerak di sektor jasa keuangan non-bank juga menunjukkan transformasi signifikan. Haru Koesmahargyo, Wakil Direktur Utama IFG, menyebutkan bahwa perusahaan telah berhasil meningkatkan tata kelola, pengelolaan risiko, dan efisiensi operasional melalui program layanan bersama dan pengadaan sumber daya IT terintegrasi. “Transformasi ini menjadikan IFG lebih besar, lincah, dan kompetitif dalam ekosistem asuransi,” kata Haru.

Baca Juga:  Semangat dan Antusias, Prajurit Korem 012/TU Terima Kaporlap Dari Pimpinan TNI AD

Pengamat BUMN, Toto Pranoto, turut mengapresiasi kinerja kedua perusahaan ini. Menurutnya, BSI dan IFG menjadi contoh sukses konsolidasi dan inovasi di sektor keuangan syariah. Namun, Toto juga menekankan pentingnya investasi teknologi untuk mempercepat pengembangan lebih lanjut.

Dengan momentum yang kuat ini, BSI dan IFG diperkirakan akan terus memperkuat posisi mereka, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga di panggung internasional, memimpin era baru ekonomi syariah di Indonesia.
(Shanty Brilliani Tasya)

Berita Terkait

Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Rencana Tawuran di Jakarta Timur, Senjata Rakitan Diamankan
Polda Metro Jaya Membongkar Clandestine Lab Narkotika Jenis Tembakau Sintetis
Dorong Kesejahteraan Petani, HMTN-MP Perkenalkan Program Terintegrasi di Subang
Kebakaran Rumah di Randudongkal Pemalang, Diduga Akibat Korsleting Listrik
57 Detik yang Mengubah Segalanya, Mengenang Tragedi Gempa Yogyakarta 2006
POLSEK Bogor Timur Diduga Langgar Peraturan KAPOLRI: BERIKAN RUANG MEDIASI UNTUK DEPT COLLECTOR
Tiang Patah Dibiarkan Menggantung, Ancam Nyawa Warga Marunda
Paskah Bersama PGLII, Yayasan Mahanaim dan FGTG Ministry Serukan Iman yang Aktif dan Berani Menghadapi Tantangan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:35 WIB

Brimob Polda Metro Jaya Gagalkan Rencana Tawuran di Jakarta Timur, Senjata Rakitan Diamankan

Minggu, 19 April 2026 - 13:18 WIB

Polda Metro Jaya Membongkar Clandestine Lab Narkotika Jenis Tembakau Sintetis

Minggu, 19 April 2026 - 08:57 WIB

Dorong Kesejahteraan Petani, HMTN-MP Perkenalkan Program Terintegrasi di Subang

Jumat, 17 April 2026 - 22:28 WIB

Kebakaran Rumah di Randudongkal Pemalang, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Jumat, 17 April 2026 - 13:07 WIB

57 Detik yang Mengubah Segalanya, Mengenang Tragedi Gempa Yogyakarta 2006

Berita Terbaru