Kota Malang Jadi Tuan Rumah Rembug Fiskal APEKSI

- Jurnalis

Jumat, 7 November 2025 - 01:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Malang | Teropongrakyat.co — Kota Malang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Rembug Fiskal yang mengangkat tema ‘PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka’ yang digelar oleh Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Mercure, Kamis (6/11/2025). Forum ini menjadi wadah pembelajaran bersama bagi pemerintah kota se-Indonesia dalam menghadapi tantangan sekaligus berbagi praktik baik pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Mewakili Wali Kota Malang, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan yang juga menjabat Plh. Asisten Administrasi Umum Setda Kota Malang, M. Sailendra, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan APEKSI kepada Kota Malang sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.

 

Sailendra menegaskan bahwa di era otonomi daerah, kemandirian fiskal menjadi indikator utama kemampuan pemerintah kota dalam membiayai pembangunan secara mandiri, tanpa terlalu bergantung pada transfer dari pemerintah pusat. Kebijakan efisiensi anggaran nasional menuntut daerah untuk semakin kreatif dalam mengoptimalkan PAD melalui pajak, retribusi, serta penguatan BUMD.

 

“Kemandirian fiskal bukan sekadar target angka, melainkan proses membangun tata kelola keuangan daerah yang kuat dan berkelanjutan. Ini mencerminkan sejauh mana daerah mampu mengandalkan potensinya sendiri, menggerakkan ekonomi lokal, dan mengoptimalkan sumber pendapatan tanpa membebani masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga:  Sambut Pilkada Damai dan Riang Gembira, Kapolda Bengkulu Ajak Kedua Paslon Gub dan Wagub Nyanyi Bareng di Malam Pengundian Nomor Urut

 

Sailendra juga mengajak seluruh peserta forum untuk menjadikan Rembug Fiskal sebagai sarana kolaborasi dan pertukaran gagasan dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. “Melalui sinergi, inovasi, dan komitmen, kita dapat mewujudkan daerah yang mandiri, kuat secara fiskal, dan maju secara berkelanjutan,” tambahnya.

Terpisah, Wali Kota Malang yang menjabat Ketua Komisariat Wilayah IV APEKSI, menegaskan pentingnya memandang PAD secara lebih luas. “PAD bukan hanya soal pendapatan, tapi juga soal kemandirian, kreativitas, dan ketangguhan daerah dalam membiayai pembangunan kotanya sendiri,” tuturnya.

Penyelenggaraan Rembug Fiskal di Kota Malang ini menurutnya sekaligus menjadi momentum berbagi praktik baik antara anggota APEKSI dari berbagai kota di Indonesia. Kota Malang sendiri menjadi contoh daerah yang berhasil memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi aset daerah, penyehatan BUMD, serta inovasi kebijakan dan komunikasi publik melalui berbagai kanal digital.

Melalui forum ini diharapkan semakin banyak daerah yang mampu mengembangkan strategi fiskal inovatif untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan kemandirian pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah peluncuran buku seri praktik baik berjudul ‘PAD Kota Kita: Bukan Sekadar Angka’. Buku ini memotret berbagai strategi pengelolaan dan peningkatan PAD di sejumlah kota anggota APEKSI dalam empat klaster besar, yakni inovasi digital, reformasi kelembagaan, pemanfaatan aset dan pengelolaan kekayaan daerah, serta klaster tambahan yang menyoroti kota dengan basis fiskal rendah namun progresif, yang disebut klaster kota dengan lompatan besar.

Baca Juga:  Fauzi Bowo : Jakarta Harus Kembali Menjadi Kota Pelabuhan, Ketua DPRD DKI Dukung Penguatan Regulasi Maritim

Tak hanya berbagi dalam ruang diskusi, peserta juga diajak menyelami praktik nyata melalui kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi, antara lain Command Center Bapenda sebagai pusat kendali digital layanan pajak daerah, area Gajayana dan Galeri Mbois sebagai contoh pengelolaan aset kota yang produktif, serta Malang Creative Center (MCC) yang menjadi ekosistem kolaboratif bagi pelaku ekonomi kreatif.

Kunjungan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi antarsektor dapat menghadirkan inovasi fiskal yang berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan Malang sebagai satu dari 58 kota yang masuk dalam UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025, serta kota pertama di Jawa Timur yang meraih pengakuan dunia di bidang media arts.

Berita Terkait

Satu Hari, Tiga Kebakaran Landa Kabupaten Malang, Damkar Berjibaku Padamkan Api Sejak Siang hingga Malam
Viral Usai Disorot TeropongRakyat.co, Pemprov DKI Buka Peluang Gandeng Swasta untuk Revitalisasi JIC
Presiden Prabowo Saksikan Panen Raya Tebu di Malang dan Serap Aspirasi Petani
Pramono Anung Buka Peluang Alumni PKM Berdakwah di Masjid Pemprov DKI, Siapkan 1.000 Al-Qur’an Edisi Khusus Jakarta
Wamentan Lantik Pengurus DPD–DPC HKTI Jatim, Tegaskan HKTI Harus Jadi Garda Perjuangan Petani
IPSI Kabupaten Malang Kerahkan 1.000 Pesilat Sambut Kunjungan Presiden Prabowo di Pakis
Korban Kecelakaan Butuh Operasi, Keluarga Mengaku Diintimidasi Saat Minta Pertanggungjawaban
Wamenko Pangan Tinjau PG Krebet Baru di Malang, Percepat Swasembada Gula Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:58 WIB

Satu Hari, Tiga Kebakaran Landa Kabupaten Malang, Damkar Berjibaku Padamkan Api Sejak Siang hingga Malam

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:32 WIB

Viral Usai Disorot TeropongRakyat.co, Pemprov DKI Buka Peluang Gandeng Swasta untuk Revitalisasi JIC

Sabtu, 18 Juli 2026 - 05:34 WIB

Presiden Prabowo Saksikan Panen Raya Tebu di Malang dan Serap Aspirasi Petani

Jumat, 17 Juli 2026 - 23:46 WIB

Pramono Anung Buka Peluang Alumni PKM Berdakwah di Masjid Pemprov DKI, Siapkan 1.000 Al-Qur’an Edisi Khusus Jakarta

Jumat, 17 Juli 2026 - 22:59 WIB

Wamentan Lantik Pengurus DPD–DPC HKTI Jatim, Tegaskan HKTI Harus Jadi Garda Perjuangan Petani

Berita Terbaru