Iringan Ambulans “Kepung” Balai Kota, Warga Depok Protes BPJS Dinonaktifkan

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(potret:Donie/teropongrakyat.co)

Depok, teropongrakyat.co  — Aksi unjuk rasa warga Depok memanas di depan Balai Kota Depok, Senin (9/2/2026). Iring-iringan ambulans sengaja memasuki kawasan Balai Kota sebagai simbol darurat kesehatan, menyusul banyaknya kepesertaan BPJS Kesehatan warga yang dinonaktifkan.

Aksi tersebut menjadi pembuka demonstrasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat. Massa menilai kebijakan layanan kesehatan di Kota Depok telah merugikan warga dan mengancam hak dasar masyarakat untuk mendapatkan layanan berobat.

Unjuk rasa dijadwalkan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB dengan titik aksi di Balai Kota Depok dan dilanjutkan ke DPRD Kota Depok. Massa membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah daerah mengembalikan Program Universal Health Coverage (UHC) Depok yang sebelumnya memungkinkan warga berobat gratis hanya dengan menunjukkan KTP.

Baca Juga:  Kapolrestro Bekasi Tinjau Kesiapan Pengamanan Pendaftaran Calon Bupati dan Wakil Bupati

Iringan Ambulans “Kepung” Balai Kota, Warga Depok Protes BPJS Dinonaktifkan - Teropong Rakyat

Selain itu, massa juga menuntut agar seluruh layanan Puskesmas dan RSUD Depok digratiskan bagi seluruh warga tanpa pengecualian, tanpa syarat status kepesertaan BPJS yang dinilai kerap menyulitkan masyarakat kecil.

Perwakilan massa aksi, Adi Suman, menegaskan bahwa jaminan kesehatan merupakan hak dasar warga negara yang seharusnya dijamin penuh oleh pemerintah.

Baca Juga:  10 Menit Pasca Disidak Camat, Karaoke di Pasar Kemis Diduga Kembali Beroperasi

Menurutnya, kebijakan yang menyebabkan warga kehilangan akses layanan kesehatan bersifat diskriminatif dan bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.

“Jaminan kesehatan semesta tidak boleh tebang pilih. Negara wajib hadir memastikan seluruh warga bisa berobat tanpa rasa takut ditolak hanya karena status administrasi,” tegas Adi dalam orasinya.

Hingga siang hari, aksi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa berjanji akan terus menyuarakan tuntutan hingga pemerintah daerah memberikan kepastian kebijakan yang berpihak pada hak kesehatan masyarakat.

Teguh Donie

Berita Terkait

Badan Musyawah (Bamus) Betawi Mengelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan Tema “Menyosong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global”
Polsek Kelapa Dua Amankan Terduga Penjual Obat Daftar G di Bojong Nangka, Ratusan Butir Obat Disita
Ribuan Warga Sunter Agung Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di Pelataran JIS
Upaya Konfirmasi Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas di Tangsel Berujung Pemblokiran, Publik Menanti Penjelasan Kapolres Tangsel
Menggemaskan! Anak-Anak BKB PAUD Teratai 05 Sunter Agung Tampil Memukau dalam Pentas Seni dan Pelepasan Siswa 2026
Proyek Besar Diduga Tanpa Izin Muncul Di Depan SD, Warga Marunda Resah
Said Iqbal Sebut Buruh Tak Akan Demo Kenaikan Pertamax, Pakar: Dampaknya Tetap Dirasakan Pekerja
Resmikan Kantor Baru, Lembaga Sahabat Mikutopia Gelar Tasyakuran Kembangkan Wisata Edukasi Jamur dan Berdayakan Warga Desa Tulungrerjo

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:11 WIB

Badan Musyawah (Bamus) Betawi Mengelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan Tema “Menyosong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global”

Selasa, 16 Juni 2026 - 18:01 WIB

Polsek Kelapa Dua Amankan Terduga Penjual Obat Daftar G di Bojong Nangka, Ratusan Butir Obat Disita

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:43 WIB

Ribuan Warga Sunter Agung Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H di Pelataran JIS

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:35 WIB

Upaya Konfirmasi Dugaan Peredaran Obat Keras Terbatas di Tangsel Berujung Pemblokiran, Publik Menanti Penjelasan Kapolres Tangsel

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:16 WIB

Menggemaskan! Anak-Anak BKB PAUD Teratai 05 Sunter Agung Tampil Memukau dalam Pentas Seni dan Pelepasan Siswa 2026

Berita Terbaru