Gempa Dahsyat M8,7 Guncang Rusia! Picu Tsunami 3 Meter, Peringatan Meluas hingga Alaska

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TeropongRakyat.co – Gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 8,7 mengguncang wilayah lepas pantai timur Rusia, tepatnya di sekitar Semenanjung Kamchatka, pada Rabu (30/7/2025). Guncangan kuat ini memicu peringatan tsunami yang berdampak luas hingga wilayah Jepang dan Alaska.

Menurut laporan US Geological Survey (USGS), pusat gempa berada sekitar 136 kilometer dari Petropavlovsk, dengan kedalaman 19 kilometer di bawah permukaan laut. Tak lama setelah gempa terjadi, USGS langsung mengeluarkan peringatan tsunami untuk kawasan pesisir Samudra Pasifik, termasuk wilayah Alaska.

Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) memperbarui status peringatan tsunami dan menyebut bahwa gelombang setinggi 3 meter (9,8 kaki) diperkirakan akan menghantam wilayah pesisir Jepang, terutama di sepanjang pantai Pasifik. Gelombang ini diprediksi mulai mencapai daratan antara pukul 10:00 hingga 11:30 pagi waktu setempat (0100–0230 GMT).

Baca Juga:  Tokoh Perempuan Papua Apresiasi Pembentukan Direktorat PPA-PPO oleh Kapolri

Dalam laporan lain dari Reuters, JMA juga memperkirakan tsunami setinggi 1 meter dapat menyebar ke wilayah pesisir yang lebih luas mulai pukul 01.00 waktu setempat. Kondisi ini diperkuat oleh sistem peringatan tsunami global yang menyebut potensi gelombang berbahaya dalam 3 jam ke depan di sejumlah pantai Rusia dan Jepang.

Baca Juga:  BRI Bintaro Gelar Ramah Tamah Bersama Fashion Designer Ria Miranda

Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan besar. Namun, otoritas setempat di Jepang dan Rusia telah mengimbau warga di wilayah pesisir untuk segera menjauh dari pantai dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Peringatan dini dan langkah cepat penyelamatan terus diupayakan guna mencegah jatuhnya korban.

Situasi masih terus dipantau secara intensif oleh lembaga seismologi internasional dan otoritas di negara-negara yang berpotensi terdampak.

Berita Terkait

Studi Banding Ketua Umum SWI ke Malaysia — Transformasi Pendidikan, Integritas, dan Ekonomi Rakyat untuk Perkokoh Organisasi Sekber Wartawan Indonesia
TNI-Polri dan Pemprov DKI Bersihkan Sungai Kalijodo, Ketua RW 05 Tekankan Kesadaran Warga Jaga Lingkungan
Gempa Dahsyat NTT 47 Tewas 5.000 Mengungsi Ratusan Bangunan Rusak
SCY Group: Momentum HUT RI ke-81,FABA Kini Memberi Manfaat Nyata Untuk Pendidikan
H. Sanusi Sebagai Calon Kepala Desa Dongkal : Siap Sejahterakan Masyarakat Dengan Kepemimpinan Jujur Dan Transparent
Dua Kali Isi Solar Subsidi, Truk Box A-8285-FC Diamankan Tipiter Polres Subang
Kisah Pilu Pasangan Buta Huruf di Malang: Jual Tanah Rp 3 Miliar, Terima Rp 200 Juta, Muncul Akta Bermasalah
Wabup Malang Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden, Sinergi Pembangunan dan Penghormatan untuk Veteran Jadi Sorotan

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Studi Banding Ketua Umum SWI ke Malaysia — Transformasi Pendidikan, Integritas, dan Ekonomi Rakyat untuk Perkokoh Organisasi Sekber Wartawan Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 07:22 WIB

TNI-Polri dan Pemprov DKI Bersihkan Sungai Kalijodo, Ketua RW 05 Tekankan Kesadaran Warga Jaga Lingkungan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 14:27 WIB

Gempa Dahsyat NTT 47 Tewas 5.000 Mengungsi Ratusan Bangunan Rusak

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:06 WIB

SCY Group: Momentum HUT RI ke-81,FABA Kini Memberi Manfaat Nyata Untuk Pendidikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:35 WIB

H. Sanusi Sebagai Calon Kepala Desa Dongkal : Siap Sejahterakan Masyarakat Dengan Kepemimpinan Jujur Dan Transparent

Berita Terbaru