Ibu Suharti Merasa Diperas Mandiri Utama Finance, Padahal Sisa Angsuran Motor Hanya 5 Bulan Lagi!

- Jurnalis

Sabtu, 14 September 2024 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongrakyat.co – Ibu Suharti debitur leasing Mandiri Utama Finance (MUF) dengan Nomor kontrak, 010222004771 karena itikad baik, suaminya mencoba membayar 2 bulan angsuran ke kantor MUF di Kelapa Gading. Ruko Inkopal Namun, pembayaran ditolak! Pihak MUF meminta Ibu Suharti membayar denda sebesar 1,5 juta rupiah untuk biaya penarikan motor, sedangkan motor saja masih dengan saya, disini saya merasa di peras kecuali motor sudah di tarik, Sabtu (14/9/2024).

“Kalau sudah bayar dendanya, baru bisa di buka blokirnya,” ujar Ibu Suharti menirukan ucapan pihak MUF.

Ibu Suharti mengaku telah mengajukan surat permohonan pelunasan, karena dirinya di-PHK dari pekerjaan sebelumnya. Hal ini menyebabkan pembayaran angsuran menjadi terlambat.

Namun, pihak debt collector MUF tetap bersikeras menarik motor Ibu Suharti. Bahkan, menurut Ibu Suharti, debt collector tersebut tidak memiliki ID Card dan surat tugas yang lengkap.

“Dia datang tadi tidak membawa ID card serta sertifikasi SPPI hanya surat tugas penarikan saja,” ungkap Ibu Suharti.

Baca Juga:  DR ELVIRIADI,S.Pi.,M.Si SIAP SEBAGAI STAF AHLI BIDANG ORGANISASI DPP P3N CCI WILAYAH I

Ibu Suharti merasa tindakan pihak MUF sangat tidak adil. Ia berharap pihak leasing dapat mempertimbangkan situasi dan kondisi dirinya.

Ibu Suharti berharap kasusnya dapat menjadi perhatian publik dan pihak berwenang. Ia berharap agar tidak ada lagi debitur lain yang mengalami hal serupa.

Simone Debt Kolektor yang mengaku dari leasing MUF mengatakan Maaf kalau itu urusan kantor, saya cuma orang lapangan jadi cuma datang somasi untuk bayar kerena SK penarikan sudah keluar .

“kalau memang tidak bayar unit di titip nanti jika bayar unit/motor keluar lagi ok,” ujarnya

Aryo, selaku Sekjen Dinamika Jurnalis Progresif Daerah Khusus Jakarta menilai tindakan leasing Mandiri Utama Finance ( MUF) tidak masuk akal.

“Wajar jika Ibu Suharti merasa diperas. Hutangnya tinggal 5 kali pembayaran, dan dia mau membayar 2 bulan angsuran. Tapi malah diminta membayar denda 1,5 juta rupiah untuk biaya penarikan motor! Padahal motornya masih aman di tangannya,” ujar Aryo.

Baca Juga:  Di Tengah Keseriusan Polres Metro Bekasi Kota Berantas Peredaran Obat Keras, Para Pemuda Ini Siasati Mengedarkan Dengan Sistem COD (Cash On Delivery)

Aryo menduga, ini bukan kebijakan resmi MUF, melainkan ulah para karyawan atau pihak ketiga yang ingin mengeruk keuntungan dari debitur. “Biasanya biaya tarik itu dikenakan setelah motor ditarik, bukan sebelum,” tegasnya.

Aryo juga mengingatkan, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), pihak finance tidak bisa sembarangan menarik motor tanpa melalui proses pengadilan, meskipun sertifikat fidusia sudah ada.

“Sertifikat fidusia harus diperiksa keabsahannya. Apakah dibuat sesuai dengan ketentuan undang-undang atau tidak,” jelas Aryo.

Ia menyayangkan tindakan MUF yang terkesan mengintimidasi debitur. “Ini adalah bentuk pelanggaran hukum dan etika bisnis. MUF harus bertanggung jawab atas tindakan karyawan atau pihak ketiganya,” tegas Aryo.

Aryo mendorong Ibu Suharti untuk melaporkan kasus ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau ke kepolisian. “Jangan takut untuk melawan. Banyak debitur lain yang mengalami hal serupa. Bersama-sama kita bisa melawan praktik tidak etis di dunia finance,” ajaknya.

Berita Terkait

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga
GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai
Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib
Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen
Gallant Sutikno Lawan PT Bank DBS Indonesia: Kesalahan Informasi, Pemblokiran, hingga Pembukaan Sepihak Berujung Sengketa Hukum
Ketum BPI KPNPA RI Desak Kapolda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Kanit Reskrim Polres Merangin
BPI KPNPA RI Dorong Satgas PKH Buka Hasil Uji Lab 25 Kontainer PT PMM ke Publik
Merasa Dirugikan Ratusan Juta Rupiah, Pemilik Percetakan Laporkan Tiga Mantan Karyawan

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:44 WIB

Banjir sebagai Bukti Nyata: Ketidakselarasan Data Perizinan yang Memakan Korban Warga

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:23 WIB

GERTAK Soroti Kasus Suap Impor Bea Cukai, Djaka Budi Utama Sosok Pemberani Bongkar Gurita Korupsii di Bea Cukai

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:14 WIB

Tempat Kerja Berubah Menjadi Arena Keributan Hingga Berujung Penusukan, Perusahan Diduga Bungkam Informasi ke Pihak Berwajib

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:12 WIB

Moratorium Diinjak-Injak: Galian C Ilegal Gerogoti Lahan Sawah, Pandeglang Terancam Krisis Pangan Permanen

Senin, 6 Juli 2026 - 14:14 WIB

Gallant Sutikno Lawan PT Bank DBS Indonesia: Kesalahan Informasi, Pemblokiran, hingga Pembukaan Sepihak Berujung Sengketa Hukum

Berita Terbaru