EcoEnzym: Produk Ramah Lingkungan dari Limbah Rumah Tangga yang Diluncurkan oleh Tim WMK UNESA

- Jurnalis

Kamis, 14 November 2024 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Wirausaha Merdeka Kampus Universitas Negeri Surabaya (WMK UNESA), yang dipimpin oleh Trisya Qurota A’yun, memperkenalkan EcoEnzym, produk agribisnis ramah lingkungan yang terbuat dari limbah organik seperti molase, air, dan kulit buah. EcoEnzym berfungsi sebagai pupuk, pestisida, dan cairan pembersih lantai, bertujuan untuk mengurangi dampak negatif limbah rumah tangga yang sering mencemari lingkungan.

Surabaya, 14 Oktober 2024 – Dalam upaya mendukung kelestarian lingkungan dan mengurangi dampak negatif limbah rumah tangga, Tim Wirausaha Merdeka Kampus Universitas Negeri Surabaya (WMK UNESA), yang diketuai oleh Trisya Qurota A’yun, memperkenalkan inovasi produk agribisnis yang ramah lingkungan bernama EcoEnzym. Produk ini merupakan solusi serbaguna yang terbuat dari bahan-bahan alami yang berasal dari limbah organik, seperti molase, air, dan sisa kulit buah-buahan. EcoEnzym dirancang untuk mendukung berbagai keperluan, mulai dari pupuk tanaman, pestisida, hingga kebutuhan rumah tangga seperti cairan pembersih lantai.

Baca Juga:  Ingin Untung dari Bitcoin? Simak Cara Beli Bitcoin yang Benar!

Latar belakang dari pengembangan produk EcoEnzym ini berawal dari kekhawatiran terhadap meningkatnya jumlah limbah rumah tangga yang sering kali berakhir di tempat pembuangan tanpa dimanfaatkan kembali. Timbunan limbah ini tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menghasilkan gas rumah kaca yang berkontribusi pada pemanasan global. “Inspirasi kami berasal dari meningkatnya jumlah limbah rumah tangga yang sering kali berakhir di tempat pembuangan dan hanya menjadi beban lingkungan,” jelas Ninik Sugiharyani, salah satu anggota tim. “Kami ingin mengubah limbah tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai tinggi, dengan begitu, kami ingin membuat produk EcoEnzym ini menggunakan bahan-bahan alami yang mudah didapat, yang menghasilkan cairan ramah lingkungan yang efektif dan aman digunakan.

EcoEnzym dapat berperan dalam mengurangi jumlah limbah sekaligus memberikan manfaat baru bagi rumah tangga dan pertanian. Produk ini dibuat dengan memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar, menciptakan cairan multifungsi yang aman dan efektif. Keunggulan EcoEnzym yang menarik perhatian adalah kemampuannya untuk dikustomisasi sesuai preferensi pengguna. “Pengguna dapat memilih aroma yang diinginkan, seperti serai, jeruk, atau apel. Kami ingin memberikan pengalaman yang lebih personal, sekaligus tetap mendukung lingkungan dengan cara yang mudah,” ucap Trisya.

Baca Juga:  Kreativitas Mahasiswa Fashion Design BINUS University di Ajang MUFFEST+ 2024

Selain itu, tim berencana mengembangkan produk turunan dari EcoEnzym, salah satunya adalah sabun cuci tangan yang aman dan berbahan alami. “Kami berharap produk turunan ini bisa menjadi solusi pengganti produk kimia yang sering digunakan sehari-hari,” ujarnya.

Dengan peluncuran EcoEnzym, Tim WMK UNESA berharap dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan konsep zero waste dan mengadopsi produk-produk yang berkelanjutan. “Kami ingin produk ini menjadi awal dari gerakan yang lebih besar untuk mengurangi limbah rumah tangga dan menjaga lingkungan kita,” kata Trisya dengan penuh harap.

Berita Terkait

Jennyhouse Perkuat Kolaborasi dengan Storm K Indonesia untuk Mendorong Pengembangan Industri Kecantikan
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia
Skandal Izin di Pati Terkuak: Penggilingan Batu Diduga Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa OSS & PBG
Mikutopia Promo Separo, Diskon Tiket 50 Persen Bagi Pelajar se-Kota Batu, Mulai 18 Mei – 5 Juni 2026
IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG
Truk Penuh Antre, Depo Penuh! Anggota Logindo Tuntut Kejelasan Tanggung Jawab MSC
IPC TPK Dukung Pelindo Perkuat Peluang Kerja Sama Internasional dengan Delegasi Amerika Serikat dan Estonia
IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:11 WIB

Jennyhouse Perkuat Kolaborasi dengan Storm K Indonesia untuk Mendorong Pengembangan Industri Kecantikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:50 WIB

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia

Jumat, 5 Juni 2026 - 00:42 WIB

Skandal Izin di Pati Terkuak: Penggilingan Batu Diduga Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa OSS & PBG

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:07 WIB

Mikutopia Promo Separo, Diskon Tiket 50 Persen Bagi Pelajar se-Kota Batu, Mulai 18 Mei – 5 Juni 2026

Sabtu, 9 Mei 2026 - 16:07 WIB

IAPI Dorong Standar Asurans Keberlanjutan di Indonesia, Fokus pada Transparansi dan Kredibilitas Laporan ESG

Berita Terbaru

Maritim

IPC TPK Jambi Dukung Ekspor 19,2 Ton Kopi Kerinci ke Mesir

Rabu, 17 Jun 2026 - 19:04 WIB