Thailand Genjot Proyek “Land Bridge” Rp 532 Triliun, Siap Jadi Pesaing Selat Malaka

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret: sumber afp

Bangkok, teropongrakyat.co — Pemerintah Thailand tengah gencar mempromosikan megaproyek infrastruktur bertajuk Land Bridge dengan nilai investasi mencapai 1 triliun baht atau sekitar Rp 532 triliun. Proyek ini dirancang sebagai jalur alternatif strategis yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya kerawanan jalur pelayaran global, terutama setelah penutupan Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Situasi ini membuka peluang bagi Thailand untuk menghadirkan konektivitas baru antar dua samudra besar sekaligus mengurangi ketergantungan pada jalur pelayaran tradisional.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, bahkan secara khusus mengincar Singapura sebagai salah satu calon investor utama proyek tersebut. Dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Singapura, Chan Chun Sing, Anutin memaparkan potensi besar Land Bridge sebagai jalur alternatif selain Selat Malaka.

Baca Juga:  Joe Biden Didiagnosis Kanker Prostat Stadium 9, Pilih Mundur dari Politik

Juru bicara pemerintah Thailand, Rachada Dhanadirek, menyebut pihak Singapura menunjukkan ketertarikan terhadap proyek tersebut. “Ini dilihat sebagai peluang ekonomi besar, baik bagi Thailand maupun investor asing, jika proyek ini berhasil direalisasikan,” ujarnya.

Pesaing Serius Selat Malaka

Proyek Land Bridge sejatinya bukan gagasan baru. Namun, rencana ini kembali dihidupkan untuk mengatasi kerentanan jalur pelayaran global di titik-titik sempit (chokepoints), seperti Selat Malaka yang selama ini menjadi salah satu jalur laut tersibuk di dunia.

Selat Malaka sendiri merupakan rute sepanjang sekitar 900 kilometer yang melintasi wilayah Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura, serta menjadi jalur terpendek penghubung Asia Timur dengan Timur Tengah dan Eropa.

Secara teknis, proyek Land Bridge akan menghubungkan Pelabuhan Ranong di Laut Andaman dengan Pelabuhan Chumphon di Teluk Thailand. Kedua pelabuhan tersebut akan diintegrasikan melalui infrastruktur sepanjang sekitar 90 kilometer yang mencakup jalan raya, jalur kereta api, serta pipa energi.

Baca Juga:  IBI Kosgoro 1957 Selenggarakan WISUDA IX 2024

Target Masuk Kabinet Tahun Ini

Menteri Transportasi Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, menyatakan bahwa proposal proyek ini akan diajukan ke kabinet pada Juni atau Juli 2026. Jika disetujui, pemerintah akan mulai mencari investor pada kuartal ketiga tahun ini.

Proyek ambisius ini diharapkan tidak hanya meningkatkan posisi Thailand dalam peta logistik global, tetapi juga menjadi pesaing nyata bagi Selat Malaka sebagai jalur utama perdagangan dunia.

Di sisi lain, dinamika geopolitik kawasan, termasuk ketegangan di Teluk yang berdampak pada keamanan jalur laut, turut menjadi faktor pendorong percepatan realisasi proyek tersebut.

Berita Terkait

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Israel Gunakan Amunisi Lawas Hadapi Iran, Biaya Perang Membengkak
AS Tekan Negara Teluk Bayar Triliunan Dolar untuk Perang Iran, Analis Ungkap
Perkuat Layanan Tanpa Henti, IPC TPK Antisipasi Lonjakan Arus Peti Kemas Ramadan
PT Pelindo Sinergi Lokaseva Raih Tiga Penghargaan pada Indonesia Fire Safety Excellence Award 2026
PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026
Pelayanan Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Berjalan Normal Usai Penyesuaian Sistem Gate Pass

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 23:02 WIB

Thailand Genjot Proyek “Land Bridge” Rp 532 Triliun, Siap Jadi Pesaing Selat Malaka

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Kamis, 2 April 2026 - 15:46 WIB

Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri

Senin, 23 Maret 2026 - 18:24 WIB

Israel Gunakan Amunisi Lawas Hadapi Iran, Biaya Perang Membengkak

Senin, 23 Maret 2026 - 18:17 WIB

AS Tekan Negara Teluk Bayar Triliunan Dolar untuk Perang Iran, Analis Ungkap

Berita Terbaru