Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTSaid Iqbal Sebut Buruh Tak Akan Demo Kenaikan Pertamax, Pakar: Dampaknya Tetap Dirasakan PekerjaKomentar: 0

Said Iqbal Sebut Buruh Tak Akan Demo Kenaikan Pertamax, Pakar: Dampaknya Tetap Dirasakan Pekerja

Teropong Rakyat, 13 Juni 2026, 09:07 WIB · 2 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi
Potret: dok-ilustrasi (teropongrakyat.co)

Jakarta – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa kalangan buruh hingga saat ini belum memiliki rencana untuk menggelar aksi demonstrasi terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax.

Menurut Said Iqbal, kebijakan kenaikan harga Pertamax dinilai tidak berdampak langsung terhadap mayoritas pekerja atau buruh. Pasalnya, sebagian besar buruh masih menggunakan BBM bersubsidi jenis Pertalite untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari.

“Kenaikan Pertamax tidak secara langsung mempengaruhi mayoritas buruh karena sebagian besar pekerja menggunakan Pertalite untuk kendaraan mereka,” demikian pernyataan yang beredar di berbagai platform media sosial.

Ia menilai keputusan pemerintah yang tidak menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite masih memberikan perlindungan bagi masyarakat pekerja dan kelompok berpenghasilan rendah.

Baca Juga:  Karya Bakti di Sungai Ciliwung dalam Rangka Memperingati HUT TNI ke-79 Tahun

Namun, pernyataan tersebut menuai kritik dari sejumlah kalangan. Pengamat kebijakan publik menilai pandangan tersebut terlalu menyederhanakan dampak kenaikan BBM terhadap kehidupan masyarakat, termasuk para pekerja.

Pakar Kebijakan Publik, Dr. Ahmad Rasyid, mengaku kecewa dengan pernyataan Said Iqbal. Menurutnya, kenaikan harga BBM non-subsidi tetap memiliki efek berantai yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi secara luas.

“Pandangan bahwa buruh tidak terdampak hanya karena menggunakan Pertalite menurut saya kurang tepat. Kenaikan harga BBM non-subsidi dapat memengaruhi biaya distribusi, transportasi, dan harga barang di berbagai sektor. Dampaknya pada akhirnya bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, termasuk buruh,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa banyak kendaraan logistik, armada distribusi, hingga kendaraan operasional perusahaan menggunakan BBM non-subsidi. Ketika biaya operasional meningkat, maka harga barang dan jasa berpotensi ikut naik sehingga menekan daya beli masyarakat.

Baca Juga:  BRI Kanca Ciputat Dapatkan Apresiasi Atas Kinerjanya dari RCEO BRI Jakarta 3

“Kepemimpinan serikat pekerja seharusnya melihat persoalan secara menyeluruh. Buruh bukan hanya pengguna BBM, tetapi juga bagian dari sistem ekonomi yang terdampak oleh setiap kenaikan biaya produksi dan distribusi,” tambahnya.

Menurut Ahmad, organisasi buruh semestinya tidak hanya mempertimbangkan dampak langsung dari penggunaan jenis BBM tertentu, tetapi juga memperhatikan dampak jangka panjang terhadap inflasi dan kesejahteraan pekerja.

Meski demikian, ia tetap menghormati sikap dan strategi yang diambil Partai Buruh maupun KSPI dalam merespons kebijakan pemerintah terkait energi dan harga BBM.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari KSPI maupun Partai Buruh mengenai rencana aksi demonstrasi terkait kenaikan harga Pertamax.

Lihat Breaking News Selengkapnya→
Artikel Terkait Breaking News
TNI – PolriKanal lain
BisnisKanal lain