Macet Total di Akses Marunda, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemda Atasi Kemacetan Kronis Cilincing

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, TeropongRakyat.co – Kemacetan parah kembali terjadi di Jalan Akses Marunda, Cilincing, Jakarta Utara. Pada pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular dari kawasan depan Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) hingga kawasan KBN Marunda. Kondisi lalu lintas dilaporkan nyaris tidak bergerak, membuat ribuan pengguna jalan terjebak dalam kemacetan selama berjam-jam. Sabtu, (25/07/2026).

Akibat kemacetan yang semakin tidak terkendali, banyak pengendara sepeda motor maupun mobil nekat melawan arah untuk mencari jalur alternatif. Bahkan sejumlah sopir JakLingko terlihat turun dari kendaraannya karena kendaraan yang mereka kemudikan tidak mengalami pergerakan sama sekali.

Dugaan sementara, kemacetan dipicu oleh antrean kendaraan berat yang menuju salah satu depo di dalam kawasan KBN Marunda, ditambah dengan aktivitas keluar-masuk kendaraan melalui pintu masuk KBN Marunda baru yang berada di bawah Flyover Cilincing. Kondisi tersebut memperparah titik simpul kemacetan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan macet di koridor logistik Jakarta Utara.

Ironisnya, persoalan kemacetan di kawasan Cakung-Cilincing bukanlah masalah baru. Keluhan masyarakat dan pengguna jalan sudah berulang kali disampaikan, namun hingga kini belum terlihat solusi yang mampu mengurai kepadatan secara signifikan.

Baca Juga:  Minilokakarya Lintas Sektoral Triwulan II Kelurahan Maphar Bahas Capaian Kesehatan dan Penanganan Stunting

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pernah menyoroti persoalan kemacetan akibat aktivitas truk kontainer di kawasan Cakung-Cilincing. Ia bahkan menyatakan perlunya penataan parkir dan aktivitas logistik agar tidak membebani jalan umum. Namun kondisi yang terjadi di lapangan saat ini justru menimbulkan pertanyaan besar, apakah solusi yang disiapkan pemerintah benar-benar menyentuh akar persoalan atau hanya sebatas penanganan sementara.

Masyarakat menilai solusi berupa penyediaan lahan parkir kontainer tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan depo-depo atau pelaku usaha logistik yang diduga menjadi penyebab antrean kendaraan terus beroperasi tanpa evaluasi dan pengawasan ketat.

“Jangan hanya bicara parkir kontainer. Yang dibutuhkan masyarakat adalah ketegasan pemerintah untuk menindak dan membenahi depo-depo yang menyebabkan antrean panjang hingga melumpuhkan jalan umum. Jalan ini milik masyarakat, bukan tempat antre kendaraan logistik tanpa batas,” ujar salah seorang pengguna jalan yang terjebak kemacetan.

Baca Juga:  Motor Masuk Kolong Busway di Putar Balik Plumpang

Kondisi ini juga menjadi tamparan bagi instansi terkait, mulai dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Perhubungan, pengelola kawasan industri, hingga Satlantas Polres Metro Jakarta Utara. Pasalnya, kemacetan yang terus berulang menunjukkan belum adanya langkah terpadu yang efektif dalam mengendalikan aktivitas logistik di kawasan tersebut.

Masyarakat mendesak pemerintah dan aparat terkait tidak hanya hadir saat kemacetan sudah terjadi, tetapi melakukan pengawasan ketat terhadap operasional depo, pengaturan jam operasional kendaraan berat, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keluar-masuk kendaraan di kawasan KBN Marunda.

Jika persoalan ini terus dibiarkan, bukan hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi, mengganggu transportasi umum, dan meningkatkan risiko kecelakaan akibat banyaknya kendaraan yang nekat melawan arus.

Kini publik menunggu tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Sebab kemacetan kronis di Akses Marunda telah berlangsung terlalu lama dan menjadi bukti bahwa persoalan logistik di Cakung-Cilincing masih jauh dari kata selesai.

Berita Terkait

Aspirasi Warga Marunda Pulo Didengar Pemkot Jakarta Utara, Pelebaran Jalan dan Pintu Air Jadi Prioritas Tindak Lanjut
Proyek Lapangan TAMAN YASMIN Sektor 6 Masuk Tahap Penyelesaian, Anggaran Capai RP1,6 M
Korban Apresiasi Respons Cepat Polres Metro Bekasi, Keluarga Berharap Proses Hukum Segera Tuntas
Partai Gerakan Rakyat Daftar ke Kemenkumham, Jubir: Ini Titik Harapan Indonesia Sejahtera`
Kembali Datangi Bawas MA, Ahli Waris H. Makawi Tagih Pengawasan Ketat atas Sidang Sengketa Lahan Sherwood
Sidang Pembunuhan Dua Debt Collector Berakhir Tegang, Keluarga Korban Kecewa
Momentum Kesatuan Doa Nasional Jadikan Satu Delapan Aras Gereja
Kepercayaan Kuat, Apollo Kembali Jabat Ketua Hiswana Migas DPC Tangerang

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:18 WIB

Macet Total di Akses Marunda, Warga Pertanyakan Keseriusan Pemda Atasi Kemacetan Kronis Cilincing

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:02 WIB

Aspirasi Warga Marunda Pulo Didengar Pemkot Jakarta Utara, Pelebaran Jalan dan Pintu Air Jadi Prioritas Tindak Lanjut

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:23 WIB

Proyek Lapangan TAMAN YASMIN Sektor 6 Masuk Tahap Penyelesaian, Anggaran Capai RP1,6 M

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Korban Apresiasi Respons Cepat Polres Metro Bekasi, Keluarga Berharap Proses Hukum Segera Tuntas

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:55 WIB

Partai Gerakan Rakyat Daftar ke Kemenkumham, Jubir: Ini Titik Harapan Indonesia Sejahtera`

Berita Terbaru