JAKARTA, TeropongRakyat.co – Guna mencegah terjadinya aksi anarkis dari massa, Kepolisian Sektor (Polsek) Kemayoran bersama pokdarkamtibmas dan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) menggelar simulasi penyerangan pada mako polsek.
Dalam simulasi ini menggambarkan situasi dari beberapa orang tua yang tidak menerima sikap dari kepolisian dalam mengamankan anak-anak mereka karena tertangkap tawuran.
Terlihat di lokasi, pada saat simulasi tersebut puluhan orang yang terprovokasi untuk membebaskan anak-anak yang terlibat tawuran ini menuntut keadilan. Hal terserbut dilakukan demi upayak pembebasan para pelaku tawuran.
Adegan yang dilakukan pada simulasi kerusuhan ini mengarah pada aksi dorong antarmassa dengan para petugas polsek kemayoran di pintu pagar mako polsek.
Menurut keterangan Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Ardiansyah, simulasi ini digelar dalam konteks ketidakterimaan orang yang anaknya diamankan petugas saat tawuran.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat malam, salam jaga jakarta untuk indonesia, salam presisi. Malam hari ini kami menggelar simulasi adanya informasi kerusuhan, yang mana dari warga masyarakat yang datang menyampaikan aspirasi dan meminta keterangan bahwa anaknya yang ditangkap tawuran,” ujar Kapolsek Kemayoran di Halaman Mako Polsek Kemayoran usai simulasi kerusuhan. Jumat (10/4/2026) malam.
Simulasi yang masih dalam rangkaian dari program “Jaga Jakarta” tersebut melibatkan 155 orang yang masing-masing terdiri dari ormas, ojol, dan pokdarkamtibmas.
“Jadi dalam simulasi ini kami melibatkan pokdarkamtibmas, ormas FBR, PP, dan Ojol, jadi sekitar 155 orang yang kami data. Di mana (mereka-red) yang bersedia bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di Jakarta dengan “Jaga Jakarta, khususnya di wilayah Kecamatan Kemayoran,
Masih menurut Kapolsek, kegiatan tersebut dilakukan sebagai uji coba serta menambah kesiapsiagaan dari anggota polri dan pokdarkamtibmas dalam memberikan keamanan di wilayah kemayoran.
“Jadi kegiatan ini sebagai uji coba untuk menambah kesiapsiagaan dari anggota polri sendiri maupun peran serta masyarakat. Jadi ini sebagai kecepatan apabila ditemukan kerusuhan mereka yang tergabung dari “Sabuk Kamtibmas” ini dapat memberikan nasihat atau pencerahan kepada saudara-saudara kita yang mana sebagai pejuang aspirasi tersebut. Dan nantinya kami dari pihak polsek kemayoran juga memberikan pelayanan dengan berkoordinasi dengan sabuk kamtibmas terkait kenyamanan warga. Kami Polsek Kemayoran berkomitmen untuk melayani aspirasi apapun yang akan disampaikan oleh para pejuang aspirasi ini,” urainya.
Terakhir dengan Kompol Agung yang didampingi oleh Wakapolsek Kemayoran yang baru, Iptu sahuri dan Kanit Reskrim, Iptu Budi Setiadi mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terburu-buru mengambil sebuah keputusan ketika menerima sebuah informasi yang belum terverifikasi dengan jelas.
“Kami dari polsek kemayoran mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak dengan mudah dan dengan cepat mengambil sebuah keputusan dari informasi yang belum tentu benar,” pungkasnya.
Diakhir simulasi tersebut polsek kemayoran juga memberikan ruang dengan mengundang perwakilan massa untuk menyampaikan apsirasinya secara langsung di dalam mako polsek kemayoran. Hal tersebut sebagai upaya bentuk pelayanan polri terhadap masyarakat.
(Irawan)






















































