Malang| Teropongrakyat.co — Desa Sananrejo menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Koordinasi Lintas Sektor (LINSEK). Program ini difokuskan pada percepatan distribusi bantuan gizi bagi kelompok rentan, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di atas usia satu tahun yang belum bersekolah.
Kegiatan LINSEK ini resmi diluncurkan dalam rapat kickoff yang digelar pada Selasa, 7 April 2026 pukul 09.00 WIB di balai desa Desa Sananrejo. Dalam forum tersebut, tim menetapkan sistem kerja berbasis siklus cepat untuk memastikan distribusi MBG berjalan tanpa keterlambatan, khususnya pada bulan pertama pelaksanaan. Koordinasi lanjutan direncanakan berlangsung pada Kamis, 8 April 2026 pukul 08.00 WIB bersama kader koordinator.
Kepala Desa, Hj. Erna Yustining, A.Md., membuka akses perizinan data guna mendukung kelancaran program. Ia bekerja sama dengan bidan desa, Ibu Dewi, yang bertugas melakukan verifikasi data kesehatan serta pemantauan status gizi penerima manfaat. Selain itu, Kepala SPPG Pagedangan 2, Sari Dwi Rhomadani, S.ST, aktif melakukan jemput bola ke setiap posyandu untuk mendata penerima, termasuk mencatat alergi, titik koordinat lokasi, hingga mekanisme distribusi paket MBG.
Program ini dilaksanakan di wilayah Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dengan dukungan layanan dari SPPG Malang Turen Pagedangan 2 Yayasan Mahad Bayt Al Hamid. Pengiriman paket MBG direncanakan mengikuti jadwal pemerintah, yakni setiap Senin hingga Sabtu. Selain itu, evaluasi publik akan digelar setiap dua minggu sekali pada hari Sabtu pukul 09.00 WIB.
Secara strategis, program ini bertujuan memastikan data penerima yang telah tersinkronisasi mampu menghasilkan distribusi bantuan yang tepat sasaran. Dengan demikian, kebutuhan Angka Kecukupan Gizi (AKG) harian dapat terpenuhi sesuai petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional, tanpa terjadi tumpang tindih. Lebih jauh, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan ASI.
Dalam pelaksanaannya, kader melakukan pendataan secara door-to-door, kemudian diverifikasi oleh bidan melalui buku KIA. Kepala desa memastikan validitas data sekaligus memberikan dukungan penuh terhadap program MBG bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita). Paket makanan disiapkan setiap siang hari atau menyesuaikan kondisi penerima, lalu didistribusikan oleh kader menggunakan sepeda motor atau melalui tujuh titik posyandu, yakni Posyandu Matahari 1 hingga Matahari 6.
Sebagai bentuk transparansi dan monitoring, setiap proses serah terima paket didokumentasikan dan diunggah ke grup WhatsApp “LINSEK-Sananrejo” untuk laporan harian. Dengan sistem ini, cakupan 100 persen penerima ditargetkan dapat tercapai secara bertahap dan terukur.






















































