Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTDirektur Sistem Pemenuhan Gizi Nasional BGN Resmi Buka Bimtek Penjamah Makanan Program MBG Wilayah II di Kabupaten MalangKomentar: 0
#MBG

Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Nasional BGN Resmi Buka Bimtek Penjamah Makanan Program MBG Wilayah II di Kabupaten Malang

Teropong Rakyat, 16 November 2025, 11:25 WIB · 3 menit bacaBaca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Malang | Teropongrakyat.co — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lapangan. Hal ini ditandai dengan dibukanya Bimbingan Teknis (Bimtek) Penjamah Makanan Wilayah II oleh Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Nasional BGN, Dr. Nurzaini, bertempat di Hotel Ascen, Kota Malang.

Direktur Sistem Pemenuhan Gizi Nasional BGN Resmi Buka Bimtek Penjamah Makanan Program MBG Wilayah II di Kabupaten Malang - Teropong Rakyat

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur pelaksana dapur MBG, termasuk Relawan SPPG Kepanjen Mangun, yang hadir untuk meningkatkan kompetensi dalam pengolahan makanan sehat, aman, dan higienis di dapur komunitas.

15041 Dapur Beroperasi, 11.640 Kasus Gangguan Pencernaan Jadi Evaluasi Nasional

Dalam sambutannya, Dr. Nurzaini menyampaikan evaluasi pemenuhan gizi nasional pada program MBG. Saat ini, terdapat 15.041 dapur yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia, dengan persentase di atas 50% dari total target nasional.

Namun, evaluasi juga menemukan 211 kejadian gangguan pencernaan yang menimpa 11.640 penerima manfaat, sehingga diperlukan peningkatan standar keamanan pangan di seluruh dapur MBG.

“Dengan jumlah dapur yang sangat besar, kualitas penjamah makanan menjadi ujung tombak keberhasilan program. Karena itu standar harus diperkuat,” tegas Dr. Nurzaini.

Baca Juga:  Oknum Polisi Berseragam Aktif Terlibat Dalam Peredaran Pil Koplo di Bekasi

Kebijakan Baru: Batas Jumlah Masakan, Waktu Olah 4 Jam, dan Sertifikasi

Pada kesempatan tersebut, Dr. Nurzaini juga menjelaskan beberapa kebijakan terbaru dalam petunjuk teknis pengolahan makanan MBG, antara lain:

1. Pembatasan kapasitas masakan dapur

Tidak boleh memasak lebih dari 2.000 porsi dalam satu kali proses

Target pelayanan 3B (pagi-siang)

2.500 juru masak bersertifikat

Target hingga 3.000 juru masak tersertifikasi

2. Batas waktu pengolahan makanan

Batas layak konsumsi: maksimal 4 jam setelah makanan matang

Masakan pagi dan masakan siang harus berbeda proses, tidak boleh dimasak bersamaan melebihi batas waktu.

3. Tiga Arahan Utama untuk Penjamah Makanan

SLHS – Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Penjamah makanan wajib mengikuti pelatihan

Saat ini baru 3.000 dari 15.000 penjamah yang sudah tersertifikasi

Sertifikat Halal Gratis

Dapat diproses melalui koordinator wilayah masing-masing

Ditargetkan minimal 3.000 dapur segera tersertifikasi halal

Grading/SPPG (penilaian kelayakan dapur)

Menjadi dasar pemetaan dapur yang siap operasional

Ditargetkan minimal 3.000 dapur sudah melalui proses grading

Baca Juga:  SPPG Gedog Kulon Turen Antar Makan Bergizi Gratis dengan Kostum Superhero ke Sekolah

“Penjamah pangan adalah garda terdepan. Jika dapur tidak higienis, maka risiko gangguan pencernaan pada penerima manfaat akan meningkat,” ujar beliau menekankan.

Dinkes Kabupaten Malang Hadir Sebagai Pemateri

Pada kegiatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang memberikan empat materi teknis mengenai keamanan pangan dan higienitas dapur. Adapun pemateri dari dinas kesehatan kab malang, 6 pemateri di antaranya

Gunawan Joko Untoro

Ibu Dewi Puspitasari

Sapta Prasetya

Diah Kurniasasi

Eko Yulianto

Materi yang dibawakan mencakup standar pengolahan makanan, sanitasi dapur, keamanan bahan makanan, hingga manajemen risiko kontaminasi di dapur besar.

Relawan SPPG Kepanjen Mangun Hadir bersama SPPG lainya di wilayah kabupaten malang Tingkatkan Kapasitas dan kualitas Relawan MBG

Relawan SPPG Kepanjen Mangun turut menjadi peserta dalam kegiatan Bimtek ini. Kehadiran mereka menjadi langkah penting untuk:

meningkatkan kompetensi relawan MBG,

memperkuat standar higienitas dapur,

Memastikan penerima manfaat mendapatkan makanan yang aman dan bergizi.

Bimtek ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas dapur pelaksana MBG di Kabupaten Malang dan wilayah sekitarnya.

Baca tentang#MBG
Lihat Kesehatan Selengkapnya→
Artikel Terkait Kesehatan
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain