UPRS V Jawab Kritik Warga Rusun Pesakih, Tegaskan Pengelolaan Transparan dan Partisipatif

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co – Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) V angkat bicara soal tudingan jalankan aturan secara sepihak, tidak transparan, serta mengabaikan aspirasi warga.

Kepala UPRS V, Muhammad Ali, mengatakan bahwa komitmen sosialisasi dan partisipasi selalu dilakukan sejak awal sebelum kebijakan dilaksanakan.

“Sejak awal masa pengelolaan, UPRS V secara aktif telah mengundang dan melibatkan unsur RT, RW, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dalam berbagai pertemuan koordinasi,” ujar Ali saat dikonfirmasi, Minggu (1/2/2026).

Adapun, pertemuan tersebut bertujuan untuk menyampaikan program-program pengelolaan rusunawa yang diarahkan untuk mewujudkan hunian yang layak, tertib, aman, dan berkeadilan bagi seluruh penghuni, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ruang Aspirasi Terbuka dan Terdokumentasi

Dalam setiap pertemuan, Ali mengaku selalu memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada para RT, RW, dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan keluhan, masukan, maupun evaluasi terhadap layanan pengelola.

“Seluruh proses komunikasi tersebut didokumentasikan secara tertib, baik melalui notulen resmi maupun dokumentasi foto, sebagai bagian dari prinsip akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik,” akunya.

Akses Langsung kepada Pimpinan

Baca Juga:  Kota Bekasi Kondusif, Wali Kota Tri Adhianto Dorong Penguatan Kamtibmas Berbasis Masyarakat

Ali menegaskan, bahwa pengelolaan rusunawa dilakukan secara terbuka dan responsif.

Apabila terdapat kebijakan atau langkah pengelolaan yang belum dipahami, baik oleh pengurus RT/RW maupun warga, pihaknya pun mempersilakan untuk menyampaikan langsung, termasuk dengan menemui pimpinan unit.

Sebagai bentuk keterbukaan melalui petugas dan pengurus RT RW, Ali juga memberikan nomor kontak pribadi kepada warga rusunawa agar komunikasi dapat berlangsung cepat, langsung, dan solutif.

Pendekatan Persuasif dalam Penyelesaian Permasalahan Warga

Dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi warga rusunawa, UPRS V senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis.

“Warga selalu diberikan kesempatan yang cukup untuk menyampaikan penjelasan dan melakukan perbaikan, sebelum diambil langkah-langkah lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Penataan Bertahap dan Terukur

Ali menyampaikan, bahwa beberapa kebijakan dan rencana penataan yang sedang dan akan dilakukan UPRS V pada prinsipnya bertujuan untuk menegakkan ketertiban, kepatuhan terhadap aturan, serta keadilan bagi seluruh penghuni.

Dalam proses tersebut, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat dugaan resistensi dari oknum-oknum tertentu yang merasa kebijakan penataan berpotensi berdampak pada praktik-praktik yang tidak sejalan dengan ketentuan.

Baca Juga:  Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran 2025, Jalan Tol Cibitung – Cilincing (JTCC) Diskon Hingga 46 Persen

“Itu terkait buntut dari kegiatan pendataan kepemilikan mobil penghuni rusunawa yang kami lakukan, dan mungkin ada oknum-oknum yang merasa terancam dengan rencana yang akan dilakukan pengelola selanjutnya. Padahal kami baru mendata, tentu semua tindakan akan melului prosedur yang sesuai aturan,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya telah mengambil langkah-langkah yang terencana, terukur, dan bertahap, dengan tetap memberikan ruang pembinaan dan kesempatan untuk berbenah, sehingga kebijakan tidak dilaksanakan secara tiba-tiba maupun represif.

Komitmen Layanan Publik

Bahkan, Pengelola UPRS V berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga ketertiban dan keadilan pengelolaan, serta memastikan setiap kebijakan dilaksanakan demi kepentingan bersama dan keberlanjutan hunian rusunawa.

“Seluruh upaya tersebut dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi prinsip pelayanan publik yang profesional, berintegritas, dan sesuai aturan,” ucapnya.

“UPRS V senantiasa terbuka terhadap dialog, evaluasi, dan masukan konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan, sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun Rusunawa Pesakih yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkanya.

Berita Terkait

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau
Resmi Dilantik, Perangkat Desa Pringgodani Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat
Badan Aset Diduga Lindungi Penyerobot Lahan Pemda di Kembangan, Kajari Jakbar Diminta Usut Tuntas
UPRS V Tegaskan Penertiban Parkir di Rusunawa Persakih, Pelaku Pungli Terancam Sanksi
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Amburadul Pengelolaan Aset Pemda, Pasar Jabon Diduga Dipakai Tanpa Kontribusi
Tekan Angka Stunting, Pemdes Beji Gelar Posyandu ILP Anggarkan dari APBDes Fokus Kesehatan Ibu Hamil
Sukseskan Mudik 2026, Pt Api Dukung Penuh Program Mudik Aman Berbagi Harapan Bersama Pelindo Group

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 00:43 WIB

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Kamis, 9 April 2026 - 12:28 WIB

Resmi Dilantik, Perangkat Desa Pringgodani Siap Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 7 April 2026 - 17:04 WIB

Badan Aset Diduga Lindungi Penyerobot Lahan Pemda di Kembangan, Kajari Jakbar Diminta Usut Tuntas

Selasa, 7 April 2026 - 11:14 WIB

UPRS V Tegaskan Penertiban Parkir di Rusunawa Persakih, Pelaku Pungli Terancam Sanksi

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Berita Terbaru

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

Pemerintahan

Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

Sabtu, 11 Apr 2026 - 00:43 WIB

Breaking News

Diduga  Pemasangan Tiang Fiber Ilegal di Bogor

Jumat, 10 Apr 2026 - 23:10 WIB