JAKARTA, 7 Juni 2026 | teropongrakyat.co – Pemerintah Indonesia melaporkan realisasi penarikan utang baru hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp386 triliun. Angka tersebut setara dengan 46,4 persen dari target pembiayaan utang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa penarikan utang dilakukan secara terukur, hati-hati, dan disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan negara. Langkah tersebut juga mempertimbangkan kondisi kas pemerintah serta dinamika pasar keuangan global yang terus berkembang.
“Pemerintah tidak menghadapi kesulitan dalam menerbitkan surat utang negara. Hal ini membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal Indonesia tetap terjaga,” ujar Menteri Keuangan.
Selain itu, pemerintah mencatat realisasi pembiayaan anggaran hingga Mei 2026 mencapai Rp379,4 triliun atau sekitar 55,1 persen dari target pembiayaan tahun berjalan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kredibilitas APBN, memperkuat stabilitas fiskal, serta memastikan keberlanjutan pembangunan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.
Dengan pengelolaan pembiayaan yang prudent dan terukur, pemerintah optimistis mampu memenuhi kebutuhan anggaran negara sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.
(Donie)



























































