Dugaan Penyelewengan Dana IPL di Gading Resort: Warga Bersatu, Audit

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta Utara – Teropongrakyat.co ||Kecurigaan warga Gading Resort Residence (GRR) terhadap pengelolaan dana Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) semakin menjadi-jadi. Mereka menduga, dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama, justru menjadi “ATM pribadi” bagi oknum pengurus yang tidak bertanggung jawab. Tuntutan audit forensik pun menggema, menjadi satu-satunya cara untuk membongkar dugaan praktik lancung ini.

Aksi unjuk rasa yang digelar warga pada 1 Desember 2025, adalah bentuk kekecewaan mendalam terhadap sistem pengelolaan dana IPL yang dinilai tidak transparan dan akuntabel. Alexander, salah seorang warga yang menjadi motor penggerak aksi, menegaskan bahwa warga tidak akan tinggal diam jika dana mereka terus-menerus dipermainkan. “Kami sudah muak dengan janji-janji manis. Kami tidak butuh kata-kata, kami butuh bukti! Audit forensik adalah satu-satunya cara untuk membuktikan apakah dana IPL ini benar-benar digunakan untuk kepentingan warga, atau justru masuk ke kantong pribadi pengurus,” serunya dengan nada berapi-api.

Baca Juga:  SPPG Malang Turen Kemulan Gelar Istighosah Sambut Ramadhan, Doakan Kelancaran Distribusi Makan Bergizi Gratis

Menurut penelusuran warga, dugaan praktik pengelolaan dana IPL yang mencurigakan sudah berlangsung sejak September 2024. Surat verifikasi yang dikirimkan pengawas kompleks pada 28 Oktober lalu, tak mendapat respons. Lebih ironis lagi, Stanley, Building Manager dari Colliers, justru mengaku tidak memiliki akses ke data keuangan.

“Ini sudah keterlaluan! Pengawas tidak berdaya, Building Manager tidak tahu apa-apa. Lalu, siapa yang bertanggung jawab atas uang kami?” tanya Herrianto, warga lainnya, dengan nada geram.

Warga GRR kini bersatu padu menuntut audit forensik terhadap pengelolaan dana IPL. Mereka membentuk tim investigasi independen, menggandeng ahli hukum, dan berencana melaporkan dugaan praktik pengelolaan dana yang mencurigakan ini ke pihak berwajib.

Tokoh masyarakat berlatar belakang hukum yang enggan disebutkan namanya, memberikan dukungan penuh kepada warga. Ia menyatakan bahwa warga berhak mendapatkan informasi yang akurat dan transparan terkait pengelolaan dana IPL. Ia juga mengingatkan pengurus kompleks, bahwa kekuasaan tanpa akuntabilitas adalah jalan menuju kehancuran.

Baca Juga:  Masyarakat tutup akses jalan raya pekan baru bangkinang

“Jangan pernah bermain-main dengan uang rakyat. Jika terbukti ada praktik lancung, maka hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” ujarnya dengan nada memperingatkan.

Alexander juga mengungkapkan adanya upaya intimidasi terhadap warga yang vokal. Namun, ia menegaskan bahwa intimidasi tersebut justru semakin memicu semangat perlawanan warga. “Kami tidak akan mundur selangkah pun! Kami akan terus berjuang sampai kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan!” tegasnya.

Welly Massie berharap agar pemimpin baru yang sudah berkomitmen dapat memenuhi janjinya untuk memberikan akses kepada warga agar dapat memeriksa keuangan kapan saja. Janji ini menjadi harapan terakhir bagi warga yang mendambakan transparansi dan akuntabilitas.

Hingga berita ini diturunkan, Dimas, yang diduga terlibat dalam praktik pengelolaan dana IPL yang tidak transparan, belum berhasil dikonfirmasi. Pintu kantornya seolah tertutup rapat bagi awak media.

Sumber Berita: Antony

Berita Terkait

Motor Listrik untuk SPPG Dibeli Rp 42 Juta per Unit, Lebih Murah dari Harga Pasaran
Dewan Kota Jakarta Utara Tinjau Pelayanan Rumah Sakit Cilincing, Pastikan Warga Terlayani dengan Baik
Jalan MT Haryono Setu Rusak Parah, Pengguna Jalan Khawatir
LINSEK Sananrejo Padukan Langkah, Kawal Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo
PPTN Tawarkan Solusi Berbasis Data dan Pancasila Atasi Masalah Keagamaan Nasional
Tanggapi Pernyataan Syaiful Mujani, Yohanes Oci: Demokrasi Harus Dijaga dan Perlu Pahami Batasannya
BPN Jakarta Utara Janji Tuntaskan PTSL Tertunda, Warga Desak Sertifikat Segera Dibagikan
Gratis 3 Bulan! Pemkab Bogor Uji Coba “KaBogor Bus Listrik”, Dorong Transportasi Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 07:25 WIB

Motor Listrik untuk SPPG Dibeli Rp 42 Juta per Unit, Lebih Murah dari Harga Pasaran

Rabu, 8 April 2026 - 16:16 WIB

Jalan MT Haryono Setu Rusak Parah, Pengguna Jalan Khawatir

Rabu, 8 April 2026 - 15:46 WIB

LINSEK Sananrejo Padukan Langkah, Kawal Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo

Rabu, 8 April 2026 - 15:31 WIB

PPTN Tawarkan Solusi Berbasis Data dan Pancasila Atasi Masalah Keagamaan Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 04:54 WIB

Tanggapi Pernyataan Syaiful Mujani, Yohanes Oci: Demokrasi Harus Dijaga dan Perlu Pahami Batasannya

Berita Terbaru