Hari Batik Nasional di Museum Radya Pustaka: Batik Sebagai Identitas dan Simbol Persatuan Bangsa

- Jurnalis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surakarta, – Teropongrakyat.co – Pada Peringatan Hari Batik Nasional yang ke-15, yang jatuh pada tanggal 2 Oktober 2024, Kombes Pol Tri Suhartanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melestarikan budaya batik sebagai bagian dari identitas bangsa.

Acara peringatan yang berlangsung di Museum Radya Pustaka, Surakarta, pada 2/10/2024 menjadi momen yang penuh makna dan sarat dengan pesan kebangsaan.

Di hadapan para peserta, Kombes Pol Tri Suhartanto Kasiaga A Mabes Polri sekaligus penasehat Museum Gubug Wayang Mojokerto menyampaikan perasaan harunya berada di museum tertua di Indonesia, tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi saksi perkembangan budaya bangsa.

“Ada rasa haru dalam hati saya ketika mendapati diri saya berada di tempat bersejarah ini, yang akan segera merayakan hari jadinya yang ke-134. Di sinilah kreativitas dan seni anak bangsa dilestarikan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa Peringatan Hari Batik Nasional bukan sekadar merayakan batik sebagai busana, tetapi juga sebagai bagian dari ketinggian kultur, filosofi kehidupan, dan martabat bangsa.

Baca Juga:  Laporan Kecelakaan Lachlan Gibson Ditolak, Ini Kata Dirlantas

“Batik tidak hanya tentang indahnya fashion, tetapi juga mencerminkan nilai dan kearifan lokal yang penuh filosofi dan spiritualitas. Perjalanan panjang batik dari Kerajaan Mataram hingga diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Nonbendawi pada 2009 adalah bukti bahwa batik adalah bagian tak terpisahkan dari identitas kita,” tutur Tri Suhartanto.

Di sela pidatonya, ia juga mengingatkan pentingnya persatuan di tengah keberagaman.

Menurutnya, batik adalah simbol persaudaraan yang menyatukan berbagai suku dan budaya di Indonesia.

“Batik adalah representasi dari nilai-nilai luhur seperti penghargaan kepada sesama, toleransi, dan perdamaian.

Karena itu, kita harus melestarikannya bersama-sama, mengusir ‘karat’ perpecahan yang bisa menghancurkan martabat bangsa kita.”

Kombes Pol Tri Suhartanto juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan menjelang perhelatan besar Pilkada 2024.

Baca Juga:  Tim TP3 Jaktim gagalkan aksi tawuran dan amankan belasan orang berikut senjata tajam

Dalam semangat Peringatan Hari Batik Nasional ini, ia menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk bersatu dan saling menghargai.

“Mari kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa. Kita kibarkan panji-panji perdamaian dan persaudaraan, menyongsong Pilkada 2024.” terangnya

Sebagai penasehat Museum Gubug Wayang Mojokerto, Kombes Pol Tri Suhartanto menuturkan jikalau dirinya sebagai anggota Polri berpedoman kepada bapak Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo agar acara seperti Peringatan Hari Batik Nasional dapat membangkitkan kebanggaan terhadap seni-budaya dan kearifan lokal, serta memupuk rasa nasionalisme di kalangan generasi muda.

“Mari kita bangga menjadi bangsa Indonesia yang kaya akan budaya, mari kita lestarikan batik sebagai bagian dari identitas kita, dan mari kita wujudkan Indonesia Emas yang kita cita-citakan bersama,” pungkasnya.

Jody

Hari Batik Nasional di Museum Radya Pustaka: Batik Sebagai Identitas dan Simbol Persatuan Bangsa - Teropong Rakyat

Berita Terkait

Bekas Galian PAM di Jalan Malaka 3 Rorotan Disorot, Jalan Beton Ditambal Seadanya, BPK Diminta Audit
Dugaan Penimbunan Solar di Puloampel Dipertanyakan, Oknum Polisi Disebut Jembatani Komunikasi
Erupsi GUNUNG ANAK KRAKATAU, Warga BOGOR Waspadai Sebaran ABU VULKANIK
Buka “Tournament Mobile Legends”, Kapolres Pasuruan Kota Berpesan Jauhi Narkoba Dan Judi Online
Bukti Dokumen Elektronik: Perjuangan Hukum Prianto Melawan PT NPR Tembus ke Mahkamah Agung RI
Sampah Menutup Kali Rawa Malang, Ancaman Pencemaran Laut di Depan Mata
LPKP Lapor Oknum Kades Muara Pari ke Kejagung, Mabes Polri & KPK: Sengketa Lahan Adat 190 Ha Karendan
Kuasa Hukum Tempuh Praperadilan Polsek Koja, Polisi Bantah Salah Tangkap dan Kekerasan

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 13:44 WIB

Bekas Galian PAM di Jalan Malaka 3 Rorotan Disorot, Jalan Beton Ditambal Seadanya, BPK Diminta Audit

Minggu, 6 September 2026 - 10:45 WIB

Dugaan Penimbunan Solar di Puloampel Dipertanyakan, Oknum Polisi Disebut Jembatani Komunikasi

Minggu, 6 September 2026 - 08:38 WIB

Erupsi GUNUNG ANAK KRAKATAU, Warga BOGOR Waspadai Sebaran ABU VULKANIK

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Buka “Tournament Mobile Legends”, Kapolres Pasuruan Kota Berpesan Jauhi Narkoba Dan Judi Online

Sabtu, 5 September 2026 - 13:39 WIB

Bukti Dokumen Elektronik: Perjuangan Hukum Prianto Melawan PT NPR Tembus ke Mahkamah Agung RI

Berita Terbaru