Longsor Maut : 8 Orang Tewas, Puluhan Rumah Hancur, Ratusan Warga Terancam

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat, teropongrakyat.co – Bencana longsor kembali menelan korban jiwa. Longsor besar yang melanda Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1/2026) menyebabkan 8 orang meninggal dunia. Jumlah korban dipastikan bertambah seiring berjalannya proses pencarian di lokasi bencana.

Material tanah bercampur lumpur dan bebatuan longsor dari tebing perbukitan usai hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak Jumat malam. Longsoran menerjang permukiman warga yang berada di bawah lereng, membuat puluhan rumah rusak berat hingga tertimbun total.

Berdasarkan data sementara dari tim gabungan di lapangan, sekitar 30 rumah terdampak langsung, dengan 34 kepala keluarga atau sekitar 113 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga:  IPC TPK Fasilitasi 500 Pemudik Tujuan Semarang di Idul Fitri 1447 H

Sebagian warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda dalam sekejap.

Dalam peristiwa tersebut, 23 orang berhasil diselamatkan, sementara 82 orang lainnya masih dalam proses pencarian dan pendataan. Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat terus melakukan penyisiran di area longsoran dengan alat berat dan pencarian manual.

Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Kondisi tanah yang labil, cuaca yang masih berpotensi hujan, serta medan yang curam menjadi tantangan serius bagi petugas. Demi keselamatan, pencarian dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat.

Baca Juga:  Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”

Pihak berwenang mengimbau warga yang tinggal di sekitar lereng dan daerah rawan longsor untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika hujan deras kembali turun. Pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat dan menyiapkan dapur umum serta posko pengungsian bagi korban terdampak.

Hingga berita ini diturunkan, upaya pencarian korban masih terus berlangsung, sementara data korban dan kerusakan diperkirakan masih akan bertambah.

Bencana ini kembali menjadi peringatan keras akan ancaman longsor di kawasan perbukitan Jawa Barat, terutama saat intensitas hujan tinggi dan kondisi tanah jenuh air.

T.donie

Berita Terkait

Program Pengabdian Masyarakat di Sidoarjo Temukan Emosi Lebih Berpengaruh dari Kemampuan Bicara
Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak Alun-Alun Batu Mengerucut ke Oknum Ketua Paguyuban, Lapak PKL di Cor Permanen, Oknum ASN Terlibat?
Ratusan Buruh Malang Raya Menggelar Aksi Menuntut Pencabutan UU Ciptaker di depan Balai kota Malang
Kuat, Berdaya, dan Inovatif: Kontribusi Perempuan API Majukan Industri Pelabuhan
PkM Dosen Universitas Pamulang Dorong Desa Sukaraja Menuju Desa Mandiri Berbasis Digital
Rahmad Sukendar Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kesejahteraan Jaksa: Ungkap Triliunan, Aparat Jangan Dibiarkan Terabaikan!”
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 14:02 WIB

Program Pengabdian Masyarakat di Sidoarjo Temukan Emosi Lebih Berpengaruh dari Kemampuan Bicara

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:46 WIB

Dugaan Pungli dan Jual Beli Lapak Alun-Alun Batu Mengerucut ke Oknum Ketua Paguyuban, Lapak PKL di Cor Permanen, Oknum ASN Terlibat?

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:58 WIB

Ratusan Buruh Malang Raya Menggelar Aksi Menuntut Pencabutan UU Ciptaker di depan Balai kota Malang

Jumat, 24 April 2026 - 15:07 WIB

Kuat, Berdaya, dan Inovatif: Kontribusi Perempuan API Majukan Industri Pelabuhan

Sabtu, 18 April 2026 - 02:25 WIB

PkM Dosen Universitas Pamulang Dorong Desa Sukaraja Menuju Desa Mandiri Berbasis Digital

Berita Terbaru