Ketum PWDPI Ungkap Dugaan Penyimpangan Ratusan Ribu Ton Bantuan Beras Bulog Lampung

- Jurnalis

Selasa, 10 Desember 2024 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung, Teropongrakyat.co  – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, mengungkap dugaan penyimpangan ratusan ribu ton bantuan beras dari Perum Bulog Lampung. Bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini diduga tidak tersalurkan secara penuh pada periode 2023-2024.

Kasus ini mencuat berkat laporan sejumlah ketua rukun tetangga (RT) di beberapa kabupaten dan kota di Lampung, yang memilih merahasiakan identitas mereka. Menurut pengakuan para ketua RT, masyarakat hanya menerima bantuan beras sebanyak 5-6 kali sepanjang Januari hingga Oktober 2024, dengan setiap bantuan berupa 1 karung beras seberat 10 kilogram.

“Pada Januari hingga Maret 2024, bantuan beras baru disalurkan pada bulan Maret, itu pun hanya satu karung 10 kilogram untuk tiga bulan tersebut,” ungkap Ketum PWDPI, Senin (9/12/2024).

Baca Juga:  "Harlah ke 26, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rizky Topananda Angkat Bicara Perihal Kemenangan PKB Pada Pilkada di Kota Bekasi"

Ketum PWDPI Ungkap Dugaan Penyimpangan Ratusan Ribu Ton Bantuan Beras Bulog Lampung - Teropong Rakyat

Menurut Nurullah, modus penyimpangan dilakukan dengan sistem “zig-zag,” di mana distribusi bantuan tertunda tanpa alasan yang jelas. Selain itu, ia menyoroti data dari Bulog Lampung yang menunjukkan alokasi 8.296.750 kilogram beras pada bulan Desember 2024, yang menurutnya tidak sebanding dengan jumlah yang diterima masyarakat.

“Jika data Bulog menunjukkan alokasi sebanyak itu, bayangkan berapa ratusan ribu ton yang hilang selama bulan-bulan sebelumnya,” ujar Nurullah.

Nurullah mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) dan kementerian terkait untuk segera mengusut tuntas dugaan penyimpangan ini. “Jika terbukti bersalah, para pelaku harus diberikan sanksi berat, termasuk hukuman penjara,” tegasnya.

Baca Juga:  PMJAK Akan Gelar Aksi Unjuk Rasa, Minta KPK Usut Kembali Kasus E-KTP Yang Libatkan Pramono Anung

Sementara itu, pihak Perum Bulog Lampung membantah adanya penyimpangan dan menyatakan bahwa distribusi bantuan pangan untuk 829.675 KPM sedang berlangsung dengan target selesai sebelum Natal 2024.

“Target kami adalah menyelesaikan penyaluran sebelum Natal, dan kami berharap proses ini berjalan lancar tanpa hambatan,” kata Nurman Susilo, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Lampung.

Bulog mencatat total beras yang akan disalurkan pada bulan Desember 2024 mencapai 8.296.750 kilogram. Namun, laporan dari masyarakat menimbulkan pertanyaan besar terkait distribusi di bulan-bulan sebelumnya.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan segera mendapatkan penanganan serius dari pihak berwenang. (Tim PWDPI)

Berita Terkait

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Kematian Ibu dan Dua Anak di Jakut
Sempat Buron, Pelaku Tipu Uang Rp500 Juta Modus Emas Diringkus Polres Malang
Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam di Malang Selatan
Sindikat Gas Oplosan Dibongkar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita 2.301 Tabung
Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak di Jakbar, 4 Balita Diselamatkan
Klarifikasi Belum Muncul, Dugaan Mark-Up Anggaran Diskominfo Kendal Tuai Pertanyaan Publik
Lurah Sungai Bambu Himbau Warga Pindahkan Tempat Sampah ke TPS Danau Cincin
Kakorlantas Polri Ajak Driver Ojol Kota Batu Jadi Pelopor Keselamatan Jalan

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:38 WIB

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Kematian Ibu dan Dua Anak di Jakut

Jumat, 6 Februari 2026 - 22:12 WIB

Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam di Malang Selatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 21:27 WIB

Sindikat Gas Oplosan Dibongkar, Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sita 2.301 Tabung

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:23 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Perdagangan Anak di Jakbar, 4 Balita Diselamatkan

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:31 WIB

Klarifikasi Belum Muncul, Dugaan Mark-Up Anggaran Diskominfo Kendal Tuai Pertanyaan Publik

Berita Terbaru

Breaking News

Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Kematian Ibu dan Dua Anak di Jakut

Sabtu, 7 Feb 2026 - 07:38 WIB

Ekonomi

Yohanes Oci : Mendagri Harus Evaluasi Total Pemda Ngada

Jumat, 6 Feb 2026 - 23:05 WIB