HKI Mengaku Merugi Ratusan Triliun Gara-Gara Premanisme Ormas

- Jurnalis

Sabtu, 8 Februari 2025 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Teropongrakyat.co – Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia, Sanny Iskandar, mengungkapkan bahwa negara mengalami kerugian hingga ratusan triliun rupiah akibat batalnya investasi yang disebabkan oleh aksi premanisme organisasi kemasyarakatan (ormas). Sabtu, (8/2/2025).

“Kalau dihitung semuanya, bukan cuma yang keluar, tapi yang nggak jadi masuk juga. Itu bisa ratusan triliun,” ujar Sanny dalam dialog optimalisasi kawasan industri di Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Sanny menjelaskan bahwa banyak investasi gagal masuk ke Indonesia karena gangguan keamanan yang ditimbulkan oleh ormas di kawasan industri. Ia menyebut bahwa ormas sering kali memanfaatkan aksi demonstrasi sebagai alat untuk menekan perusahaan agar melibatkan mereka dalam berbagai kegiatan operasional, seperti transportasi, katering, hingga proyek pembangunan pabrik.

Baca Juga:  Ketua KPK dan Bakomstra Tanggapi Pernyataan Hasto Kristiyanto soal Pemeriksaan Keluarga Jokowi

“Yang mereka pengin itu supaya yang terkait dengan pabrik, seperti transportasi, katering, atau proyek pembangunan, harus melibatkan mereka. Modusnya, mereka melakukan unjuk rasa dan segala macam untuk menutup kawasan. Akibatnya, pabrik-pabrik nggak bisa beroperasi, bahan baku nggak bisa masuk, dan barang jadi nggak bisa keluar,” jelasnya.

Karena masalah ini, Sanny menyebut beberapa investor bahkan telah mengirimkan surat kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, guna meminta jaminan keamanan bagi investasi mereka. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu segera mengambil tindakan tegas mengingat banyak kawasan industri yang termasuk dalam objek vital nasional.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi, Ratusan Warga Green Lake City Buka Bersama

Lebih lanjut, Sanny juga menyoroti adanya kejadian di mana sebuah ormas bahkan menyegel pabrik di kawasan industri. “Kalau lihat fotonya tahulah, bajunya loreng-loreng dan segala macam. Ini yang nyegel bukan polisi, ini ormas. Jadi sudah sampai segitunya,” ungkapnya.

Beberapa kawasan industri yang disebut rawan terhadap premanisme ormas antara lain berada di Bekasi, Karawang, Jawa Timur, dan Batam. Sanny berharap pemerintah segera bertindak agar Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang aman dan kompetitif di mata investor global.

Berita Terkait

Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU
Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan
Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum
IIW Indonesia 2026 Hadir Lagi, Jadi Tempat Kumpul Teknologi dan Pelaku Industri Dunia
TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam
Dugaan Intimidasi Warnai Pemeriksaan Karyawan PT Volta Indonesia Semesta di Semarang
Warga Gaza Tetap Laksanakan Salat Idul Adha di Tengah Reruntuhan, Tanpa Kurban Akibat Konflik
Cahaya Manthovani Bawa Warna Baru di Industri Event Indonesia

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 08:54 WIB

Camat Koja Bungkam Saat Dikonfirmasi Terkait Dapur MBG di Area SPBU

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:23 WIB

Warga Transmigrasi Air Balui SP2 Terpaksa Mengungsi Berbulan-bulan Saat Musim Hujan, Pertanyakan Penyebab Banjir Berkepanjangan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 23:57 WIB

Soal Perkara Kasus Dugaan Korupsi Pasar Among Tani, Pemkot Batu Serahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:36 WIB

IIW Indonesia 2026 Hadir Lagi, Jadi Tempat Kumpul Teknologi dan Pelaku Industri Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WIB

TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam

Berita Terbaru