BMB Ketuk Pintu KPK, Dugaan Aset Daerah Bekasi “Hilang” Diminta Diusut

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co — Barisan Muda Bekasi (BMB) secara resmi melaporkan dugaan penyimpangan pengelolaan aset daerah dan kerja sama PT Migas Kota Bekasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Jumat (6/2/2026).

laporan tersebut disampaikan langsung oleh jajaran Barisan Muda Bekasi yang dipimpin Ketua BMB, Juhartono, sebagai tindak lanjut pernyataan sikap bertajuk “Jum’at Keramat: Menggugat Dosa Masa Lalu Bekasi.”

BMB melaporkan dugaan ketidakterbukaan kerja sama PT Migas Kota Bekasi dengan pihak Foster Oil, dugaan penutupan transparansi pendapatan, potensi penghilangan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta dugaan penjualan aset PDAM Cabang Bekasi Kota yang dinilai berpotensi merugikan keuangan daerah. Pelaporan dilakukan pada Jumat, 6 Februari 2026, di Gedung KPK RI, Jakarta.

Baca Juga:  Jelang Rapat Kerja Nasional I Punguan Sitohang Dohot Boruna (PSB) Se-Indonesia Tahun 2024

Menurut BMB, masih terdapat persoalan serius di balik pesatnya pembangunan Kota Bekasi, khususnya terkait transparansi pengelolaan BUMD dan dugaan hilangnya sejumlah aset daerah.

Data BPKP Provinsi Jawa Barat tahun 2020 disebut menjadi salah satu dasar pelaporan, karena dinilai terdapat perbedaan antara laporan resmi dan kondisi faktual di lapangan.

Bagaimana Sikap BMB:

Juhartono menegaskan bahwa pelaporan ini merupakan bentuk keseriusan BMB dalam mengawal aset dan uang rakyat agar tidak terus menjadi korban pembiaran.

“Kerja sama PT Migas dengan Foster Oil tidak boleh dikelola secara tertutup. Ini menyangkut aset dan sumber daya milik rakyat Bekasi. Tidak boleh ada keuntungan yang disembunyikan,” tegas Juhartono.

Baca Juga:  Proses Damai Mandek, Tanah Adat Dikerjakan Seenaknya, PT NPR Diduga Mainkan Angka Luas Lahan

Ia juga menyampaikan bahwa BMB menyerahkan data dan dokumen pendukung kepada KPK serta mendesak agar aparat penegak hukum memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, baik dari unsur direksi, pejabat daerah, maupun pihak swasta.

“Jika laporan negara menyebut aset ada, tetapi di lapangan tidak ditemukan, maka itu patut diduga sebagai kejahatan terhadap harta daerah dan harus diusut tuntas,” ujarnya.

BMB menegaskan tidak akan berhenti pada pelaporan semata dan menyatakan siap mengawal proses hukum hingga tuntas serta menyampaikan temuan lanjutan apabila ditemukan indikasi baru.

“Pelaporan ini bukan akhir, melainkan awal. Kami akan terus mengawasi agar kasus ini tidak dikubur oleh waktu,” pungkas Juhartono

Berita Terkait

Ketua Komisi III DPR RI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
Rumah di Pakisaji Terbakar Diduga Akibat Anak Bermain Korek Api, Damkar Berhasil Cegah Api Meluas
Hashim Sebut Penguatan Polhut Tarik Perhatian Prince William
SK Kepemimpinan Ranting Kayu Manis BPPKB Banten Resmi Diserahkan
Menko Pangan Apresiasi Gerak Menhut Raja Juli Wujudkan Perdagangan Karbon
Penyerahan SK Kepemimpinan DPAC BPPKB Bogor Utara Oleh DPC Kota Bogor
IKAPPI Kota Bogor Dorong Stakeholder Lebih Peduli terhadap Kondisi Pasar Tradisional
Harlah ke-28 BPPKB Banten: Gelar Seren Taun hingga Santunan Yatim di Kabupaten Bogor

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:05 WIB

Ketua Komisi III DPR RI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:34 WIB

Rumah di Pakisaji Terbakar Diduga Akibat Anak Bermain Korek Api, Damkar Berhasil Cegah Api Meluas

Selasa, 7 Juli 2026 - 23:09 WIB

Hashim Sebut Penguatan Polhut Tarik Perhatian Prince William

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:59 WIB

SK Kepemimpinan Ranting Kayu Manis BPPKB Banten Resmi Diserahkan

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:34 WIB

Menko Pangan Apresiasi Gerak Menhut Raja Juli Wujudkan Perdagangan Karbon

Berita Terbaru

TNI – Polri

Irjen TNI Pimpin Laporan Korps Kenaikan Pangkat 105 Pati TNI

Kamis, 9 Jul 2026 - 21:49 WIB