Jalan Marunda Makmur Tarumajaya Dibiarkan Hancur Bertahun-tahun, Warga Pertanyakan Peran Pemdes Hingga Pemkab Bekasi

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI, TeropongRakyat.co – Sejak video awal pemberitaan TeropongRakyat.co menyoroti kondisi Jalan Marunda Makmur, Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, hingga kini tak ada perubahan berarti. Jalan utama yang berada tepat di depan kawasan Pantai Modern tersebut masih rusak parah, penuh lubang dan gundukan, seolah luput dari perhatian pemerintah. Sabtu, (03/01/2025).

Ironisnya, meski cuaca panas terik, badan jalan justru kerap tergenang air. Kondisi ini menandakan buruknya kualitas infrastruktur serta minimnya perawatan. Warga menilai kerusakan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada upaya serius untuk perbaikan.

Padahal, Jalan Marunda Makmur merupakan akses vital penghubung Jakarta dengan wilayah Kabupaten Bekasi. Aktivitas masyarakat, distribusi barang, hingga mobilitas pekerja sangat bergantung pada jalur ini. Namun fakta di lapangan menunjukkan jalan tersebut seakan “anak tiri” dalam daftar prioritas pembangunan.

Baca Juga:  Petugas Polsek Parung Panjang Amankan Pengelola Galian Tanah Ilegal di Desa Dago

Masyarakat pun mulai mempertanyakan ke mana aliran anggaran perbaikan jalan desa selama ini. Jika kerusakan sudah berlangsung lama dan terus dibiarkan, peran Kepala Desa, Camat, hingga Bupati Bekasi patut dipertanyakan. Tidak adanya tindakan nyata dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap penderitaan warga.

“Setiap hari kami lewat sini, rusaknya makin parah, tapi tidak pernah ada perbaikan. Kalau hujan becek, panas tergenang juga. Kami cuma ingin jalan yang layak,” keluh salah satu warga.

Baca Juga:  Pencuri HP di Kosan Mangga Dua Selatan Tertangkap Massa

Jika Pemerintah Desa hingga Pemerintah Kabupaten Bekasi dianggap tidak mampu atau tidak serius menangani persoalan ini, masyarakat mendesak agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun tangan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, diminta tidak tinggal diam melihat akses strategis antarwilayah dibiarkan rusak berkepanjangan.

Jangan sampai infrastruktur vital terus menjadi bukti nyata lemahnya pengawasan dan rendahnya kepekaan pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Jalan rusak bukan sekadar soal aspal, tapi cermin kegagalan tata kelola dan tanggung jawab pejabat publik.

Berita Terkait

Tim Reformasi Polri jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik Dan Tameng Pencitraan
Angin Puting Beliung Terjang 15 Rumah di Bantur, Kerugian Capai Rp30 Juta
Sertijab Kakantah Jakarta Utara: Bapak Uunk Din Parunggi Siap Bangun “Super Team”
Ketua LSM LESIM Desak Kejaksaan Kota Serang Panggil Kepala Kemenag Kota Serang
Dukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan Evaluasi
Dua Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Layang Cipulir, Sejumlah Penumpang Luka
Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Usaha di Bantur, Kerugian Capai Rp200 Juta
Program Cahaya Ceria di TK Negeri Pembina Kota Batu, Kenalkan Inovasi Belajar Geometri Lewat Eksplorasi Cahaya dan Sensorik

Berita Terkait

Selasa, 24 Februari 2026 - 05:43 WIB

Tim Reformasi Polri jangan sampai hanya menjadi alat peredam kritik publik Dan Tameng Pencitraan

Senin, 23 Februari 2026 - 23:50 WIB

Angin Puting Beliung Terjang 15 Rumah di Bantur, Kerugian Capai Rp30 Juta

Senin, 23 Februari 2026 - 22:38 WIB

Sertijab Kakantah Jakarta Utara: Bapak Uunk Din Parunggi Siap Bangun “Super Team”

Senin, 23 Februari 2026 - 13:39 WIB

Dukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan Evaluasi

Senin, 23 Februari 2026 - 11:01 WIB

Dua Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Layang Cipulir, Sejumlah Penumpang Luka

Berita Terbaru