Kembang Api Kompak Menyala di Priok, Mengapa Warga Tak Patuhi Gubernur DKI?

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

_Teropongrakyat,_ JAKARTA – Tepat ketika jarum jam menunjuk pukul 00.00 WIB, dentuman kembang api bersahut-sahutan memecah keheningan malam. Detik-detik pergantian Tahun Baru 2026 yang seharusnya berlangsung khidmat justru diwarnai letupan cahaya dan suara keras yang menggema di langit Tanjung Priok.

Rabu, 1 Januari 2026, dini hari, langit kawasan pesisir Jakarta Utara itu seketika berubah warna. Kilatan merah, hijau, dan emas berpendar di atas permukiman padat penduduk, memantul di antara atap rumah dan gang-gang sempit, menciptakan pemandangan yang kontras sekaligus ironis.

Pemandangan tersebut bertolak belakang dengan larangan resmi penggunaan kembang api dan petasan yang sebelumnya ditegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kebijakan itu dikeluarkan sebagai bentuk empati dan penghormatan terhadap para korban bencana alam yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera menjelang akhir tahun.

Baca Juga:  Pemimpin Cabang BRI KC Balaraja Serahkan Hadiah kepada Juara Turnamen Badminton

Pemerintah daerah juga telah mengimbau masyarakat untuk merayakan pergantian tahun secara sederhana dan aman, tanpa pesta kembang api yang berpotensi memicu kebakaran serta mengganggu ketertiban umum. Namun, imbauan tersebut tampak tak sepenuhnya bergema hingga ke tingkat akar rumput.

Realitas di lapangan berkata lain. Di berbagai sudut Tanjung Priok, warga tetap menyalakan kembang api dalam beragam ukuran. Pantauan wartawan, dari lapangan terbuka hingga lorong-lorong permukiman, cahaya letupan terus bermunculan selama lebih dari 30 menit pertama setelah tahun berganti.

Baca Juga:  Kemenhub Dorong Penetapan Gaji Pokok Awak Kapal Indonesia

Suara ledakan terdengar hingga radius beberapa kilometer, menandakan bahwa larangan itu seolah kehilangan daya tekan. Malam pergantian tahun pun berubah menjadi potret ketimpangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.

Seorang warga Kelurahan Tanjung Priok, Arief (30), mengaku pemandangan tersebut telah menjadi “ritual tahunan” yang sulit dibendung.

“Setiap tahun juga dilarang, tapi tetap saja ada. Orang-orang sudah beli dari jauh hari. Rasanya Tahun Baru tanpa kembang api itu sepi,” ujarnya sambil merekam langit dengan ponselnya.

Penulis : Rahman

Berita Terkait

IIW Indonesia 2026 Hadir Lagi, Jadi Tempat Kumpul Teknologi dan Pelaku Industri Dunia
TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam
Dugaan Intimidasi Warnai Pemeriksaan Karyawan PT Volta Indonesia Semesta di Semarang
Warga Gaza Tetap Laksanakan Salat Idul Adha di Tengah Reruntuhan, Tanpa Kurban Akibat Konflik
Cahaya Manthovani Bawa Warna Baru di Industri Event Indonesia
Rahmad Sukendar: Kenaikan Tunjangan Anggota Polri Lebih Mendesak dari Perpanjangan Usia Pensiun
Apel Pengamanan Malam Takbir Idul Adha di Bantur, TNI-Polri dan Elemen Masyarakat Siaga Jaga Kondusivitas
PT Brantas Abipraya Salurkan Hewan Qurban untuk Warga RW 012 Marunda Lewat Program TJSL

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:36 WIB

IIW Indonesia 2026 Hadir Lagi, Jadi Tempat Kumpul Teknologi dan Pelaku Industri Dunia

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WIB

TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:58 WIB

Dugaan Intimidasi Warnai Pemeriksaan Karyawan PT Volta Indonesia Semesta di Semarang

Kamis, 28 Mei 2026 - 16:13 WIB

Warga Gaza Tetap Laksanakan Salat Idul Adha di Tengah Reruntuhan, Tanpa Kurban Akibat Konflik

Kamis, 28 Mei 2026 - 15:33 WIB

Cahaya Manthovani Bawa Warna Baru di Industri Event Indonesia

Berita Terbaru

Breaking News

TNI AL Gagalkan Dugaan Penyelundupan Mineral Radioaktif di Batam

Jumat, 29 Mei 2026 - 12:48 WIB