Kentang: Rahasia di Balik Ketahanan Pangan Dunia

- Jurnalis

Sabtu, 19 Juli 2025 - 12:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Teropongrakyat.co ||Di balik kesederhanaannya sebagai umbi yang sering kita temui di dapur, kentang menyimpan rahasia ketahanan yang luar biasa, menjadikannya salah satu tanaman pangan terpenting di dunia. Kemampuannya untuk tumbuh di berbagai kondisi iklim dan tanah, serta nilai gizinya yang tinggi, telah menjadikannya pahlawan senyap dalam menjaga ketersediaan pangan bagi miliaran orang.

Beberapa rahasia di balik ketahanan kentang yang menjadikannya tanaman pangan yang sangat berharga, kentang memiliki kemampuan adaptasi yang sangat baik. Ia dapat tumbuh subur di daerah beriklim sedang hingga dingin, bahkan di dataran tinggi tropis. Meskipun menyukai sinar matahari, kentang juga toleran terhadap kondisi cuaca yang bervariasi, termasuk curah hujan yang tidak menentu, asalkan drainase tanahnya baik. Ini memungkinkan kentang dibudidayakan di hampir setiap benua. Dibandingkan dengan banyak tanaman sereal, kentang menghasilkan biomassa yang lebih tinggi per satuan luas lahan. Artinya, dari sebidang tanah yang sama, kentang dapat menghasilkan lebih banyak kalori dan nutrisi, menjadikannya pilihan efisien untuk lahan pertanian yang terbatas.

Baca Juga:  Diduga Keterlibatan Oknum Polisi, Solar Subsidi Terjual Bebas di Pelabuhan Karangsong

Sebagian besar kentang dapat dipanen dalam waktu 90 hingga 120 hari setelah tanam. Siklus tanam yang relatif singkat ini memungkinkan petani untuk melakukan beberapa kali panen dalam setahun beberapa wilayah, atau menanam kentang sebagai tanaman sela di antara tanaman utama lainnya.
Kentang bukan hanya sumber karbohidrat kompleks yang baik untuk energi, tetapi juga kaya akan vitamin C, vitamin B6, kalium, dan serat. Dengan kulitnya, kentang bahkan menyediakan lebih banyak nutrisi. Ini menjadikannya makanan pokok yang sangat bergizi, terutama di daerah di mana akses terhadap berbagai jenis makanan terbatas.

Umbi kentang dapat disimpan untuk jangka waktu yang relatif lama jika disimpan di tempat yang sejuk, gelap, dan berventilasi baik. Kemampuan penyimpanan ini sangat krusial untuk ketahanan pangan, karena memungkinkan pasokan makanan tersedia di luar musim panen dan sebagai cadangan strategis. Meskipun kentang tumbuh paling baik di tanah yang subur dan gembur, beberapa varietas menunjukkan toleransi yang cukup baik terhadap tanah yang kurang ideal, termasuk tanah dengan pH yang bervariasi atau kandungan nutrisi yang tidak terlalu tinggi. Ini membuka peluang budidaya di lahan yang mungkin tidak cocok untuk tanaman lain.

Baca Juga:  Puluhan Calon Pengantin Tertipu, Kerugian Capai Ratusan Juta: Polisi Selidiki Aliran Uang Wedding Organizer Bodong

Dari dataran tinggi Andes tempat asalnya hingga meja makan di seluruh dunia, kentang telah membuktikan dirinya sebagai fondasi ketahanan pangan. Rahasianya terletak pada kombinasi unik antara adaptasi lingkungan, efisiensi produksi, dan nilai gizi. Dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pertumbuhan populasi, kentang akan terus memainkan peran sentral dalam memastikan bahwa tidak ada yang kelaparan.

Penulis : Yordani

Berita Terkait

Dukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan Evaluasi
Dua Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Layang Cipulir, Sejumlah Penumpang Luka
Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Usaha di Bantur, Kerugian Capai Rp200 Juta
Program Cahaya Ceria di TK Negeri Pembina Kota Batu, Kenalkan Inovasi Belajar Geometri Lewat Eksplorasi Cahaya dan Sensorik
LESIM Nilai Tuduhan Tidak Proporsional, Minta Kritik Disertai Data Komprehensif
Pemkab Tangerang Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Pendidikan
‎Lanjutkan Baksos Ramadan, Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek Berbagi Sembako dan Santuni Nenek Tuna Netra di Desa Sidoko
‎Usai Berbagi Takjil Gratis, Pokja Wartawan Gunung Kaler-Kresek Gelar Diskusi dan Buka Bersama di RM Tokja

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 13:39 WIB

Dukung Kritik BEM UGM soal MBG, Yohanes Oci: Pemerintah Harus Jadikan Ini Bahan Evaluasi

Senin, 23 Februari 2026 - 11:01 WIB

Dua Bus Transjakarta Tabrakan di Jalur Layang Cipulir, Sejumlah Penumpang Luka

Senin, 23 Februari 2026 - 07:11 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan Empat Usaha di Bantur, Kerugian Capai Rp200 Juta

Senin, 23 Februari 2026 - 05:31 WIB

Program Cahaya Ceria di TK Negeri Pembina Kota Batu, Kenalkan Inovasi Belajar Geometri Lewat Eksplorasi Cahaya dan Sensorik

Minggu, 22 Februari 2026 - 20:18 WIB

Pemkab Tangerang Tegaskan Komitmen Perkuat Sektor Pendidikan

Berita Terbaru