Daeng Pamatte: Sosok Cendekiawan dari Tanah Bugis

- Jurnalis

Senin, 14 Juli 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teropongrakyat.co – Di sebuah dusun kecil di Sulawesi Selatan, hiduplah seorang lelaki bijak bernama Daeng Pamatte. Ia bukan orang kaya, bukan pula pejabat, namun namanya harum hingga ke pelosok kampung karena ilmu dan kebijaksanaannya.

Warga memanggilnya “cendekiawan kampung”, bukan karena gelar akademik, tetapi karena cara berpikirnya yang dalam, ucapannya yang menyejukkan, dan dedikasinya pada ilmu dan masyarakat.

Awal Kehidupan

Daeng Pamatte lahir dari keluarga petani sederhana di pinggiran Soppeng. Sejak kecil, ia suka duduk bersama para orang tua mendengarkan kisah-kisah hikmah dari Lontara’ — naskah kuno Bugis. Ia juga gemar membaca buku tua yang dikumpulkannya dari pasar loak dan pinjaman dari guru-gurunya.

Baca Juga:  Pawon Suro Sidomulyo Jadi Penguat Identitas Budaya, Wali Kota Nurochman Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur

Walau tak pernah mencicipi bangku kuliah, pikirannya luas seperti lautan, penuh makna dan pandangan jauh ke depan.

Filosofi dan Ilmu

Ia sering berkata, “Ilmu bukan soal ijazah, tapi tentang bagaimana kita menjadikan hidup lebih berarti bagi orang lain.” Daeng Pamatte sering mengajari anak-anak kampung membaca, mengajarkan sejarah Bugis, serta membimbing remaja tentang pentingnya akhlak dan budi pekerti.

Dalam banyak kesempatan, ia menjadi penengah konflik antarwarga. Ia tak pernah memihak berdasarkan kedekatan, tapi selalu pada kebenaran. Ia dikenal adil, lembut, namun tegas. Dalam masyarakat yang mulai tergerus zaman, Daeng Pamatte menjadi pengingat akan pentingnya akar budaya, etika, dan semangat gotong royong.

Baca Juga:  Apakah Israel Akan Mengakui Kemerdekaan Palestina? Sebuah Penantian Panjang Lebih dari 70 Tahun

Warisan Pemikiran

Daeng Pamatte tidak menulis buku, namun kata-katanya hidup di hati banyak orang. Ia pernah berkata:

“Jadilah orang Bugis yang bukan hanya mengenakan sarung, tapi juga mengenakan rasa malu jika tak jujur.”

Kini, meskipun usianya menua dan tubuhnya tak sekuat dulu, warga masih sering berkumpul di berandanya, mendengar petuah dan kisah. Bagi mereka, Daeng Pamatte bukan sekadar orang pintar, tapi pelita yang menyinari jalan mereka dengan nilai-nilai luhur.

Cerita Daeng Pamatte adalah pengingat bahwa cendekiawan sejati bukan hanya lahir dari universitas, tapi dari ketulusan hati untuk belajar dan mengabdi. Sosok seperti dia mungkin tak viral, tapi ia abadi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

 

Berita Terkait

Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim: Merawat Sanad Ilmu, Adab, dan Khidmah Nahdliyin
Pawon Suro Sidomulyo Jadi Penguat Identitas Budaya, Wali Kota Nurochman Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur
Walikota Batu:Satu Abad Desa Tulungrejo, Merti Bumi Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya
Wabup Malang: Kemajuan Tak Boleh Menghilangkan Akar Budaya,Wayang Kulit Meriahkan 12 Suro Gunung Kawi
Kuatkan Standar Layanan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Digitalisasi Sistem Manajemen Terintegrasi
Tiga Pahlawan Bugis Paling Berpengaruh dalam Sejarah Malaysia
DPD LDII Kabupaten Malang Instruksikan Seluruh PC Kecamatan Ikuti Lokakarya Bahas Perjuangan Bung Karno, Islam, dan Pancasila
Topeng Malangan Kedungmonggo: Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tanah Pakisaji

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:14 WIB

Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim: Merawat Sanad Ilmu, Adab, dan Khidmah Nahdliyin

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:09 WIB

Pawon Suro Sidomulyo Jadi Penguat Identitas Budaya, Wali Kota Nurochman Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:17 WIB

Walikota Batu:Satu Abad Desa Tulungrejo, Merti Bumi Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:37 WIB

Wabup Malang: Kemajuan Tak Boleh Menghilangkan Akar Budaya,Wayang Kulit Meriahkan 12 Suro Gunung Kawi

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:23 WIB

Kuatkan Standar Layanan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Digitalisasi Sistem Manajemen Terintegrasi

Berita Terbaru