Tiga Pahlawan Bugis Paling Berpengaruh dalam Sejarah Malaysia

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Rabu, 21 Januari 2026 | teropongrakyat.co — Sejarah panjang Malaysia tidak dapat dilepaskan dari peran besar para tokoh Bugis yang turut membentuk kekuatan politik, militer, dan pemerintahan Melayu.

Tiga di antaranya dikenal sebagai pahlawan paling berpengaruh dan hingga kini dikenang sebagai tokoh besar bangsa Melayu, yakni Raja Haji Fisabilillah, Daeng Parani, dan Daeng Chelak.

Ketiga tokoh Bugis ini tercatat memiliki peran strategis dalam mempertahankan kedaulatan wilayah Melayu dari ancaman kolonial sekaligus membangun fondasi kekuasaan di sejumlah kerajaan Melayu.

Baca Juga:  DPD LDII Kabupaten Malang Instruksikan Seluruh PC Kecamatan Ikuti Lokakarya Bahas Perjuangan Bung Karno, Islam, dan Pancasila

Raja Haji Fisabilillah, yang dikenal sebagai Pahlawan Melaka tahun 1784, merupakan sosok ulama sekaligus panglima perang. Ia memimpin perlawanan sengit terhadap penjajahan Belanda dan gugur dalam perjuangan mempertahankan kehormatan Islam dan tanah Melayu.

Namanya kini diabadikan sebagai Pahlawan Nasional dan menjadi simbol jihad melawan kolonialisme.

Sementara itu, Daeng Parani dikenal sebagai pelopor kekuasaan Bugis di Johor. Bersama saudara-saudaranya, Daeng Parani memainkan peran penting dalam dinamika politik Kesultanan Johor-Riau pada abad ke-18. Pengaruhnya menjadi awal kuatnya peran Bugis dalam struktur pemerintahan Melayu.

Baca Juga:  Wabup Malang: Kemajuan Tak Boleh Menghilangkan Akar Budaya,Wayang Kulit Meriahkan 12 Suro Gunung Kawi

Tokoh ketiga, Daeng Chelak, menjabat sebagai Yang Dipertuan Muda Riau. Ia dikenal sebagai pemimpin yang cakap dalam pemerintahan dan diplomasi, serta berhasil memperkuat posisi Bugis dalam Kesultanan Johor-Riau melalui stabilitas politik dan militer.

Ketiga pahlawan Bugis tersebut tidak hanya menjadi tokoh penting dalam sejarah Malaysia, tetapi juga merepresentasikan eratnya hubungan sejarah antara Bugis dan Melayu. Warisan perjuangan mereka hingga kini dikenang sebagai bagian dari identitas dan kebesaran bangsa Melayu di Nusantara.

Berita Terkait

Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim: Merawat Sanad Ilmu, Adab, dan Khidmah Nahdliyin
Pawon Suro Sidomulyo Jadi Penguat Identitas Budaya, Wali Kota Nurochman Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur
Walikota Batu:Satu Abad Desa Tulungrejo, Merti Bumi Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya
Wabup Malang: Kemajuan Tak Boleh Menghilangkan Akar Budaya,Wayang Kulit Meriahkan 12 Suro Gunung Kawi
Kuatkan Standar Layanan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Digitalisasi Sistem Manajemen Terintegrasi
DPD LDII Kabupaten Malang Instruksikan Seluruh PC Kecamatan Ikuti Lokakarya Bahas Perjuangan Bung Karno, Islam, dan Pancasila
Topeng Malangan Kedungmonggo: Warisan Leluhur yang Terus Hidup di Tanah Pakisaji
Gelombang Tinggi Tak Gentarkan Pelindo Sunda Kelapa: Layanan Pelabuhan Prioritas Utama

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:14 WIB

Menelusuri Jejak MI KH. Romly Tamim: Merawat Sanad Ilmu, Adab, dan Khidmah Nahdliyin

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:09 WIB

Pawon Suro Sidomulyo Jadi Penguat Identitas Budaya, Wali Kota Nurochman Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Leluhur

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:17 WIB

Walikota Batu:Satu Abad Desa Tulungrejo, Merti Bumi Jadi Simbol Persatuan dan Pelestarian Budaya

Sabtu, 27 Juni 2026 - 17:37 WIB

Wabup Malang: Kemajuan Tak Boleh Menghilangkan Akar Budaya,Wayang Kulit Meriahkan 12 Suro Gunung Kawi

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:23 WIB

Kuatkan Standar Layanan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Digitalisasi Sistem Manajemen Terintegrasi

Berita Terbaru