Peran Penting Pemerintah Bangun Budaya Sadar Risiko di Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 10:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) menilai pemerintah memiliki peran sentral dalam mengkampanyekan budaya sadar risiko di masyarakat. Partisipasi aktif dari pemerintah akan mempercepat penyebaran informasi yang akurat. Hal ini untuk mendukung terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Jakarta – Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO) menilai pemerintah
memiliki peran sentral dalam mengkampanyekan budaya sadar risiko di masyarakat.
Partisipasi aktif dari pemerintah akan mempercepat penyebaran informasi yang
akurat. Hal ini untuk mendukung terbentuknya Sumber Daya Manusia (SDM) unggul
demi terwujudnya Indonesia Emas 2045.  

Ketua Masyarakat Sadar Risiko Indonesia (MASINDO), Dimas Syailendra,
menjelaskan Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030 mendatang, di
mana usia produktif penduduk mencapai 68,3%. Masyarakat produktif tersebut
diharapkan memiliki peran sentral untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
nasional sehingga merealisasikan visi Indonesia Emas 2045. 

Dengan peluang emas tersebut, pemerintah perlu membangun budaya sadar
risiko agar hambatan-hambatan dalam mewujudkan SDM berkualitas, demi tercapai
Indonesia Emas 2045, dapat diatasi sedari dini.

Baca Juga:  Superbrands 2024: 50 Merek Unggul Raih Pengakuan di Tengah Tantangan Ekonomi Global

“Pemerintah memegang peran penting dalam meningkatkan budaya sadar risiko
melalui berbagai strategi dan inisiatif. Dengan perannya sebagai regulator,
pemerintah harus berpartisipasi dalam mempromosikan kajian dan riset ilmiah
untuk memastikan kebijakan dan program yang diimplementasikan sesuai bukti dan
fakta ilmiah yang solid,” kata Dimas. 

Tentunya, pemerintah juga harus mendukung penelitian pada sektor-sektor
yang berpotensi besar menghambat terciptanya SDM produktif, seperti kesehatan,
lingkungan, dan sosial. Hal tersebut untuk memperkaya data maupun informasi
yang komprehensif sebagai landasan dalam pengambilan keputusan yang tepat
sasaran.

“Upaya-upaya tersebut pastinya perlu diperkuat dengan peraturan yang
mendorong transparansi, akuntabilitas, dan respons cepat serta efektif terhadap
berbagai risiko,” ucapnya. 

Saat ini, Dimas mengungkapkan, kesadaran masyarakat terhadap budaya sadar
risiko masih bervariasi dan perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, masih banyak yang perlu dilakukan untuk memastikan seluruh lapisan
masyarakat memahami pentingnya mengenali dan mengelola risiko dalam kehidupan
sehari-hari. 

Baca Juga:  Komunitas Ibu2Canggih Sukses Inspirasi 50 Momfluencer menjadi ‘Ibu Makin Canggih’

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah, MASINDO akan terus
memperluas jangkauan programnya dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti
media sosial dan platform online, untuk mendiseminasikan informasi
tentang sadar risiko. MASINDO juga fokus pada pengembangan komunitas lokal yang
dapat berperan sebagai agen perubahan untuk mendorong adopsi praktik sadar
risiko secara lebih luas di lingkungan setempat.

“MASINDO berharap generasi produktif saat ini menjadi pelopor dalam
mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan memanfaatkan bonus demografi secara
efektif dan bertanggung jawab, serta mengadopsi pendekatan yang sadar risiko
dalam segala aspek kehidupan, generasi ini dapat membantu Indonesia mencapai
potensi sepenuhnya sebagai negara yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,”
tutup Dimas.

Berita Terkait

IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid
Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group
Paguyuban Pedagang Daging “Desak” Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Tata Niaga Daging Di Kota Pasuruan
Jual Emas Indonesia Gaspol! Buyback Tinggi, Harga Murah, Target 100 Gerai
Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur
Tak Terganggu! TPK Koja Jelaskan Penyesuaian Arus Logistik Pasca Idul Fitri
Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Jalan Tol Cibitung-cilincing (JTCC) Diskon Tarif TOL Mulai 30%
Selaras Dengan Transformasi Identitas Subholding, PT Akses Pelabuhan Indonesia Hadir Dengan Logo Baru

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:28 WIB

IPC Terminal Petikemas Berhasil Menjaga Kinerja Operasional Secara Solid

Selasa, 14 April 2026 - 11:16 WIB

Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group

Senin, 13 April 2026 - 17:20 WIB

Paguyuban Pedagang Daging “Desak” Pemerintah Ambil Sikap Tegas Terkait Tata Niaga Daging Di Kota Pasuruan

Senin, 13 April 2026 - 12:02 WIB

Jual Emas Indonesia Gaspol! Buyback Tinggi, Harga Murah, Target 100 Gerai

Kamis, 2 April 2026 - 20:28 WIB

Manajemen Lalu Lintas Berbasis Kapasitas: Gate Pass Tanjung Priok Atur Arus Kendaraan Secara Terukur

Berita Terbaru

Breaking News

Anak Tiri Diduga Habisi Nyawa Ibu di Binong, Pelaku Positif Narkoba

Senin, 20 Apr 2026 - 09:18 WIB