ADFA Memproduksi Sebuah Film yang Bertemakan Lingkungan dan Tambang untuk Memperkaya Kesadaran Publik

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teropongrakyat.co || ADFA Hadirkan Wamen HAM Mugiyanto; Bincangkan Tentang Masyarakat Adat, Lingkungan dan Tambang

ADFA jadi bagian dari masyarakat yang akan memproduksi sebuah film yang bertemakan lingkungan dan tambang untuk memperkaya kesadaran publik tentang isu-isu tersebut.

Media mencatat Dokumentasi Sisingamangaraja XII dan awal 2026 menghentak bersama keynote speaker Bapak Mugiyanto Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) dengan narsum Nicolaus Lumanauw, PhD sebagai Pembina ADFA dan ketua ETSDC (Environment Tourism Social Development Center) lalu Prof. Dr. Ir. Abrar Saleng, SH, MH sebagai Guru Besar Hukum Pertambangan Universitas Hasanuddin juga Prof. Dr. Tukirin Partomihardjo Pakar Ekologi dan Botanis, Founder Forum Pohon Langka Indonesia dan Narliswandi Iwan Piliang Mantan wartawan SWA, perintis jurnalisme warga juga Direktur Pengembangan PT PFN (Persero).

ADFA Memproduksi Sebuah Film yang Bertemakan Lingkungan dan Tambang untuk Memperkaya Kesadaran Publik - Teropong Rakyat

Acara bertajuk talkshow dengan tema “Lingkungan dan Tambang dalam Perspektif Media dan HAM”.

Baca Juga:  PLN UPDL Suralaya Serahkan Sertifikasi Guru dan Peralatan Praktik pada Penutupan Program TJSL 2025

Pas momentum Hari Kasih Sayang 14 Februari di ruang heritage ex Kantor Pos di Cikini, Adventure Documentary Festival Academy Adroit Indonesia sukses gelar diskusi dan perbincangan seputar masyarat dengan HAMnya berkenaan lingkungan dan tambang.

“Isu lingkungan hidup dan industri pertambangan merupakan topik strategis yang berdampak langsung pada keberlanjutan ekologi, ekonomi, serta kehidupan sosial masyarakat. Dalam prakteknya, relasi antara dunia tambang, lingkungan dan publik kerap di mediasi oleh pemberitaan media,” papar Nana Astryd mewakili ADFA.

Lanjut disampaikan bahwa media berperan penting dalam membentuk opini publik, mengawal akuntabilitas, serta membuka ruang dialog antara negara, korporasi dan warga terdampak.

Namun pemberitaan isu lingkungan hidup dan tambang sering menghadapi tantangan, pelanggaran HAM yang dijumpai di lapangan acap kali menjadi bias; ketimpangan informasi, dominasi narasi koorporasi, minimnya suara warga terdampak, hingga tekanan ekonomi dan politik terhadap jurnalis.

Baca Juga:  Panglima TNI dan Kapolri Lantik Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Akademi Kepolisian di Akademi Militer Magelang

Karena itu diperlukan ruang diskusi kritis yang mempertemukan insan media, penggiat lingkungan dan ekonomi untuk membahas bagaimana media dapat berlaku adil, akurat dan berpihak pada kepentingan publik.

“Saya sebagai Wamen HAM berterima kasih dan bangga dengan ADFA memilih topik yang menarik berkenaan masyarakat adat dengan penegakan HAM sehingga bersinergi dengan siapapun sangat terbuka,” papar Mugiyanto mantan aktivis dan kini Wamen HAM sumringah.

Lanjut dengan dua guru besar makin menarik dan diskusi intens sampai malam merambat.

“Indonesia sejahtera dengan keanekaragaman hayati dan sumber daya alam, saya makin bangga dan selalu bersyukur untuk itu semua apalagi hasil tambangnya,” ucap N.Iwan Piliang bersemangat sambil menjelaskan The Chart of Pola Pikir Kaya dari Mineral.

ADFA Memproduksi Sebuah Film yang Bertemakan Lingkungan dan Tambang untuk Memperkaya Kesadaran Publik - Teropong Rakyat

Berita Terkait

Proyek Turap Kali Cakung Lama Tuai Polemik, Dewan Kota Turun Tangan Atasi Keluhan Warga
DLHK Kabupaten Tangerang Diduga Bakar Uang Rp 1,4M untuk Fasilitas Sampah yang Nggak Dipakai
Yohanes Oci: Gestur Jokowi Harus Dipahami dalam Konteks Budaya
PT Cocoman Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Tambang Nikel, Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah
Joane Win Pendiri Regina Art, Kecam Keras Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan oleh Taufik Hidayat
Kuasa Hukum Percetakan Mau Print Ajak Masyarakat Menunggu Proses Hukum dan Tidak Terpengaruh Opini Sepihak
Gudang Obat Keras Ilegal Terbongkar, Polisi Sita 916 Karton dan Tangkap Dua Pelaku
Gubernur Jabar Bahas Mekanisme Sayembara Rp250 Juta Setelah Taufik Hidayat Ditangkap

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:35 WIB

Proyek Turap Kali Cakung Lama Tuai Polemik, Dewan Kota Turun Tangan Atasi Keluhan Warga

Senin, 29 Juni 2026 - 16:16 WIB

DLHK Kabupaten Tangerang Diduga Bakar Uang Rp 1,4M untuk Fasilitas Sampah yang Nggak Dipakai

Senin, 29 Juni 2026 - 05:28 WIB

Yohanes Oci: Gestur Jokowi Harus Dipahami dalam Konteks Budaya

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:58 WIB

PT Cocoman Klarifikasi Terkait Pemberitaan Dugaan Korupsi Tambang Nikel, Tegaskan Junjung Asas Praduga Tak Bersalah

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:54 WIB

Joane Win Pendiri Regina Art, Kecam Keras Kasus Dugaan Penyekapan dan Penganiayaan oleh Taufik Hidayat

Berita Terbaru

TNI – Polri

Rabu, 1 Jul 2026 - 11:21 WIB