Mentri Keuangan Tegas: “Barang Ilegal, Saya Hentikan! Tak Ada Kompromi untuk Thrifting Ilegal”

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, teropongrakyat.co – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan sikap keras pemerintah terhadap masuknya barang-barang ilegal, termasuk produk thrifting impor yang belakangan marak diperbincangkan. Ia memastikan bahwa persoalan ini bukan terkait pajak, melainkan soal kepatuhan hukum yang tidak dapat dinegosiasikan.

“Pokoknya barang masuk ilegal, saya berhentiin. Saya enggak mungkin buka pasar untuk barang-barang ilegal,” ujarnya saat ditemui di The Westin Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (20/11).

Ketika ditanya apakah pedagang thrifting bersedia membayar kewajiban fiskal jika aktivitas mereka dilegalkan, Purbaya tetap kukuh bahwa inti persoalan bukan pada pungutan negara. “Ini bukan soal pajak, ini soal aturan. Kalau masuk ilegal, saya tangkap,” tegasnya.

Baca Juga:  PT Pertamina Patra Niaga Bantah Isu Pertamax Oplosan, Pastikan Kualitas Sesuai Spesifikasi

Ia bahkan mengutip sejarah penyelundupan alkohol era Al Capone untuk menggambarkan bahwa pelanggaran hukum tetaplah pelanggaran, meski barang yang diperjualbelikan tidak berbahaya.
“Al Capone dulu impor alkohol dari Kanada ke Amerika. Alkoholnya beracun? Enggak. Tapi melanggar undang-undang. Ini sama kejadiannya,” sambungnya.

Purbaya juga menyoroti dampak thrifting ilegal terhadap pelaku usaha nasional. Menurutnya, pasar Indonesia yang terlalu bergantung pada barang asing hanya menguntungkan segelintir pedagang, sementara industri dalam negeri bisa terdesak dan kehilangan daya saing.

Baca Juga:  22 Korban Kebakaran Terra Drone Teridentifikasi, RS Polri Pastikan Semua Keluarga Dapat Kepastian

Ia mengingatkan bahwa 90 persen perekonomian Indonesia ditopang oleh permintaan domestik. Karena itu, masuknya barang asing tanpa kontrol dapat menggerus keuntungan pengusaha lokal.

“Kalau yang domestiknya dikuasai barang asing, apa untungnya buat pengusaha dalam negeri? Selain pedagang-pedagang yang jumlahnya relatif kecil dibanding rakyat kita semua,” tuturnya.

Meski bersikap tegas, Purbaya tetap membuka kesempatan bagi pelaku thrifting untuk tetap bertahan—selama mereka mampu menyesuaikan model bisnis agar selaras dengan aturan dan mendukung ekonomi nasional.

Ia menekankan bahwa pasar domestik harus dimaksimalkan untuk pemain lokal, bukan dibanjiri produk impor ilegal.

 

Penulis : Teguh donie

Berita Terkait

Wali Kota Batu Lepas Peserta Muktamar NU, Doakan Keselamatan hingga Kembali ke Kota Batu
Budiyono Tegaskan Pendampingan Karyawan PTPN I Bukan untuk Kembali Jadi Pegawai
Gemerlap Spa Ibu Kota di Tengah Dugaan Prostitusi Terselubung, Siapa yang Mengawasi?
Tahun 2026, Warga Cilincing Masih Menyeberang Kali Pakai Eretan: Di Mana Pemerataan Infrastruktur Jakarta?
Proyek Strategis Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang Mulai Dikerjakan, Sosialisasi Digelar di Semper Barat
Cegah ISPA, Babinsa Koramil 12/Rajeg & Bhabinkamtibmas Polsek Rajeg Sosialisasikan Larangan Bakar Sampah
JANGKAR Kecewa Kinerja PT Pakat Beusaree: Seleksi Habiskan Anggaran, Perseroda Dinilai Belum Produktif
Forum Ormas Bersatu Kota Batu Galang Dana untuk Korban Gempa NTT, Gandeng Elemen Masyarakat, Komunitas Punk dan Jurnalis

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Wali Kota Batu Lepas Peserta Muktamar NU, Doakan Keselamatan hingga Kembali ke Kota Batu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:08 WIB

Budiyono Tegaskan Pendampingan Karyawan PTPN I Bukan untuk Kembali Jadi Pegawai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:29 WIB

Gemerlap Spa Ibu Kota di Tengah Dugaan Prostitusi Terselubung, Siapa yang Mengawasi?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:52 WIB

Tahun 2026, Warga Cilincing Masih Menyeberang Kali Pakai Eretan: Di Mana Pemerataan Infrastruktur Jakarta?

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:59 WIB

Proyek Strategis Pipanisasi BBM Cikampek–Plumpang Mulai Dikerjakan, Sosialisasi Digelar di Semper Barat

Berita Terbaru