Jakarta, TeropongRakyat.co – Sorotan publik terhadap kondisi memprihatinkan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre (JIC) di Koja, Jakarta Utara, tampaknya mulai mendapat respons dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Setelah pemberitaan dan unggahan TeropongRakyat.co mengenai mangkraknya revitalisasi JIC pasca kebakaran 2022 menjadi viral dan ramai diperbincangkan masyarakat, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana menggandeng pihak swasta untuk mempercepat proses perbaikan masjid tersebut. Sabtu, (18/07/2026).
Langkah tersebut dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat Jakarta Utara yang selama hampir empat tahun menunggu kepastian revitalisasi salah satu ikon keagamaan terbesar di ibu kota itu.
Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan pihak luar melalui skema yang serupa dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mempercepat pelaksanaan renovasi.
“Karena sudah terlalu lama tidak dikerjakan, kami membuka diri untuk bekerja sama dengan pihak luar. Nanti pihak luarnya akan saya sampaikan,” ujar Pramono, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, saat ini pembahasan terkait mekanisme kerja sama masih berlangsung. Namun, ia mengungkapkan bahwa sudah ada pihak yang menyatakan kesediaannya untuk membantu proses renovasi dan perbaikan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre.
“Kurang lebih seperti program CSR di perusahaan swasta. Alhamdulillah, sekarang sudah ada yang bersedia memperbaiki dan merenovasi masjid tersebut,” katanya.
Selain menjajaki dukungan dari pihak swasta, Pemprov DKI Jakarta juga masih melakukan penghitungan kebutuhan anggaran sebagai dasar pelaksanaan revitalisasi secara menyeluruh.
“Untuk Islamic Centre atau masjid yang ada di Jakarta Utara, saat ini sedang dalam proses perhitungan agar perbaikan dan renovasi bisa segera dilaksanakan,” tambah Pramono.
Pernyataan tersebut muncul setelah kondisi JIC kembali menjadi sorotan publik. Sebelumnya, TeropongRakyat.co menerbitkan laporan mengenai kondisi bangunan yang hingga kini belum menunjukkan adanya pekerjaan revitalisasi signifikan meski kebakaran terjadi sejak Oktober 2022.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi bangunan masih jauh dari kata layak. Pintu utama masih tertutup papan kayu, area sekitar dipagari bambu, sejumlah bagian bangunan dipenuhi puing-puing, beberapa tangga mengalami kerusakan, plafon koridor ambruk, hingga tumbuhnya semak liar di sejumlah titik. Bahkan akses menuju area utama bangunan masih ditutup rapat.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai lambannya proses pemulihan aset keagamaan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut. Banyak warga menilai revitalisasi JIC seharusnya menjadi prioritas mengingat perannya sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan syiar Islam di Jakarta.
Meski demikian, rencana Pemprov DKI menggandeng pihak swasta kini memberikan harapan baru. Namun masyarakat berharap rencana tersebut tidak berhenti pada tahap wacana semata. Publik menantikan langkah konkret berupa penetapan mitra kerja sama, transparansi anggaran, serta target waktu pelaksanaan revitalisasi yang jelas.
Bagi warga Jakarta Utara, JIC bukan hanya sebuah bangunan masjid, melainkan simbol kebanggaan dan pusat aktivitas umat yang telah lama menjadi bagian dari identitas wilayah tersebut. Karena itu, percepatan revitalisasi menjadi harapan bersama agar Masjid Raya Jakarta Islamic Centre dapat kembali berdiri megah dan berfungsi secara optimal melayani masyarakat.























































