Sistem Amburadul? Pengusaha Bar Ungkap Sulitnya Urus Sertifikasi di Disparekraf

- Jurnalis

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, teropongrakyat.co – Kinerja Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta kembali menuai sorotan. Sejumlah pelaku usaha bar mengeluhkan lambannya proses penerbitan sertifikasi izin usaha, meski seluruh persyaratan administrasi dan verifikasi lapangan telah dipenuhi.

Seorang pemilik usaha bar di Jakarta mengungkapkan, proses verifikasi izin bisa memakan waktu hingga enam bulan, bahkan lebih. Padahal, kunjungan lokasi oleh petugas Disparekraf sudah dilakukan sejak lama.

“Lama banget. Padahal semua syarat yang mereka minta sudah kita penuhi, lokasi sudah dicek, tapi izinnya enggak juga keluar,” ujar pemilik usaha tersebut

Keluhan tidak berhenti pada lamanya proses. Sistem administrasi permohonan izin disebut tidak profesional dan jauh dari kata terintegrasi. Pada tahap awal, pemohon diwajibkan mengisi formulir melalui Google Form dan mengunggah berbagai dokumen pendukung, mulai dari foto lokasi usaha, tempat sampah, meja bar, hingga fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Beruntun di Gerbang Tol Ciawi, Informasi Sementara 6 Orang Meninggal Dunia

Namun, menurut pengusaha, berkas yang sudah diunggah lengkap di Google Form tetap diminta ulang melalui email secara manual.

“Aneh. Semua sudah kita upload lengkap di Google Form, tapi admin masih minta kirim ulang lewat email. Terus Google Form itu gunanya buat apa?” katanya heran.

Ironisnya, setelah dokumen dikirim dan pemohon berulang kali mendesak agar dilakukan kunjungan lapangan, proses kembali tersendat. Usai verifikasi lokasi, pengusaha masih harus menunggu tiga hingga lima bulan hanya untuk tahap verifikasi lanjutan.

“Yang bikin emosi, mereka minta lagi syarat-syarat yang sudah kita kirim dua kali, lewat Google Form dan email. Ini sistemnya sebenarnya jalan atau tidak?” ujarnya kesal.

Masalah juga muncul pada sistem Online Single Submission (OSS) yang digunakan Disparekraf. Menurut pengusaha, ketika terdapat notifikasi perbaikan, sistem OSS tidak menjelaskan secara rinci kekurangan apa yang harus dilengkapi.
“Cuma ada tulisan ‘butuh perbaikan’, tapi enggak dijelaskan kurangnya apa. Kita jadi bingung mau melengkapi apa,” ungkapnya.

Baca Juga:  Mulyanto Terpilih Secara Aklamasi Ketua DPD APDESI Sumsel Pada Musda

Situasi tersebut memaksa pemohon mencari informasi secara informal. Bahkan, pengurusan izin kerap bergantung pada pegawai Disparekraf yang bukan berasal dari bagian verifikasi sertifikasi. Sementara petugas administrasi utama justru sulit dihubungi.

“Bagian admin verifikasi kayak hilang. Akhirnya kita nanya ke pegawai lain yang bukan bagiannya,” katanya.

Kondisi ini memunculkan kecurigaan di kalangan pelaku usaha. Pemilik bar tersebut mempertanyakan apakah proses perizinan memang dibuat berbelit atau ada faktor lain yang tidak terucap.

“Apa jangan-jangan memang harus pakai uang? Atau kasih ke orang tertentu? Kalau enggak, kenapa bisa selama dan serumit ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disparekraf DKI Jakarta belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para pelaku usaha tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi dari Disparkeraf.

Berita Terkait

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan
Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri
Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir
Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos
ABK Tongkang Jatuh ke Laut Marunda Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian
Dugaan Temuan Solar dalam Jumlah Banyak di Telukjambe Timur, APH Diminta Segera Lakukan Pemeriksaan
Perjuangan Yasmin Melawan Autoimun Langka, Kepedulian Warga dan Pemkot Jakarta Utara Mulai Ringankan Beban Pengobatan
Bekas Galian PAM di Jalan Malaka 3 Rorotan Disorot, Jalan Beton Ditambal Seadanya, BPK Diminta Audit

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 17:49 WIB

Keabsahan RUPSLB PT Indoneka Lancar Jaya Dipersoalkan, Founder Soroti Dugaan Pemalsuan dan Risiko Kerugian Perusahaan

Kamis, 10 September 2026 - 11:24 WIB

Tak Terima Putusan yang Merugikan! Kuasa Hukum Prianto Ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung RI, Libatkan Kades & Dua Menteri

Rabu, 9 September 2026 - 16:43 WIB

Diduga Belum Kantongi NPPBKC, GB Star Resto & Cafe Jual Cocktail dan Bir

Selasa, 8 September 2026 - 19:30 WIB

Warga Jakut Masih Tercatat Desil 5-6, Dewan Kota Jakarta Utara dan Tokoh Masyarakat Dorong Perbaikan Data Bansos

Selasa, 8 September 2026 - 18:39 WIB

ABK Tongkang Jatuh ke Laut Marunda Ditemukan Tewas Setelah Tiga Hari Pencarian

Berita Terbaru

Pemerintahan

Oven Korslet, Home Industri Tusuk Sate di Turen Terbakar

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:15 WIB

TNI – Polri

Manuver Pertempuran Darat Memperkuat Interoperabilitas di SGS 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

TNI – Polri

CYBEREX SGS 2026 Tingkatkan Kesiapan Siber Melalui Technical Review

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:35 WIB