Pemkot Bogor Siapkan Skema WFH ASN, Respons Arahan Pusat Tekan Dampak Krisis Energi

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, teropongrakyat.co – Dedie Rachim menyatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menyiapkan pengaturan pelaksanaan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN). Kebijakan ini disampaikan pada Rabu (1/4/2026) sebagai tindak lanjut arahan dari Pemerintah Pusat.

Dedie menjelaskan, skema WFH tersebut merupakan bagian dari strategi efisiensi energi di tengah meningkatnya tekanan global akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga:  Kebakaran Tangki: 1.268 Warga Dibantu BRI dan YBM Brilian

Pemerintah berupaya mengurangi konsumsi energi, khususnya dari sektor perkantoran, tanpa mengganggu pelayanan publik.

“Kebijakan ini merupakan langkah adaptif menghadapi situasi global yang berdampak pada ketersediaan dan harga energi,” ujar Dedie.

Meski demikian, Pemkot Bogor memastikan bahwa penerapan WFH akan diatur secara selektif dan terukur. Layanan publik yang bersifat esensial tetap berjalan normal, sementara perangkat daerah lainnya akan menyesuaikan sistem kerja dengan kombinasi WFH dan Work From Office (WFO).

Baca Juga:  Pernikahan Berbalut Tradisi Palembang, Achmad Syaifullah dan Kartika Gelar Resepsi di Bekasi

Hingga saat ini, detail teknis terkait jadwal, persentase ASN yang menjalankan WFH, serta mekanisme pengawasan kinerja masih dalam tahap penyusunan.

Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga stabilitas operasional pemerintahan sekaligus mendukung upaya nasional dalam penghematan energi di tengah ketidakpastian global.

T donie

Berita Terkait

15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI
BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*
Pengelola Teras Nona Manis Beri Penjelasan Terkait Keributan yang Viral
Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Berjalan Lancar, Penggugat Klaim Tidak Ada Bantahan Batas Objek, PN Jakarta Utara Diharapkan Tegakkan Kepastian Hukum
Perkuat Pelayanan Umat, Gus Yusrul Hana Pastikan 2 Ambulans LKNU Jakarta Pusat Selalu Prima
LP Diduga Mandek 8 Bulan, Keluarga Korban Amankan Sendiri Terduga Pelaku ke Polres Metro Bekasi Kota
Meninggal Saat Menjalani Perawatan, Polresta Tangerang Beberkan Riwayat Penanganan Medis Tahanan
Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Kembali Tertunda, Ahli Waris Pertanyakan Kepastian Hukum

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:09 WIB

15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:20 WIB

BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:16 WIB

Pengelola Teras Nona Manis Beri Penjelasan Terkait Keributan yang Viral

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:08 WIB

Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Berjalan Lancar, Penggugat Klaim Tidak Ada Bantahan Batas Objek, PN Jakarta Utara Diharapkan Tegakkan Kepastian Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:21 WIB

Perkuat Pelayanan Umat, Gus Yusrul Hana Pastikan 2 Ambulans LKNU Jakarta Pusat Selalu Prima

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kebakaran Lahan Tebu di Sumberpucung Hanguskan 1 Hektare

Rabu, 8 Jul 2026 - 21:54 WIB