Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Advertisement
Teropong Rakyat Official AppGRATIS • Berita terkini Install
Gabung Tropong PLUS Masuk
T+
Terkini
Pasang iklan di sini

Jangkau pembaca Teropong Rakyat. Hubungi admin untuk tarif dan ketentuan iklan.

Bagikan:fXWTPasar Manggis Sepih, Pedagang Ditekan Tanpa Solusi, Bahkan Disinyalir Ancam  Putus Listrik dan Tutup Tempat UsahaKomentar: 0

Pasar Manggis Sepih, Pedagang Ditekan Tanpa Solusi, Bahkan Disinyalir Ancam  Putus Listrik dan Tutup Tempat Usaha

Teropong Rakyat, 21 Februari 2026, 18:03 WIB · 2 menit bacaDiperbarui Baca di App
Huruf
Foto: Dokumentasi

Jakarta, Teropongrakyat. Co— Bulan Ramadhan lazimnya suasana pasar sangat padat pengunjungnya,pedagang dan pembeli datang namun berbanding terbalik dengan suasana Pasar Manggis yang berkedudukan di Jl. Guntur, Kelurahan, Pasar Manggis, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.terlihat sepi dari pedagang.

Kondisi ini diperparah oleh pengelolaan pasar yang dinilai cenderung arogan serta mengabaikan aspirasi pedagang.

Penertiban yang dilakukan secara sepihak pun dinilai menekan tanpa diiringi solusi yang memadai.
Sejumlah pedagang mengaku resah. Mereka menyoroti adanya tekanan, bahkan dugaan ancaman verbal dari pihak manajemen pengelola Pasar Manggis, mulai dari rencana pemutusan aliran listrik hingga penutupan kios.

Menurut para pedagang, persoalan ini seharusnya tidak perlu terjadi apabila manajemen lebih peka terhadap kondisi pasar yang saat ini sedang lesu dari pembeli, Sepinya pengunjung disebut berdampak buruk pada penurunan omzet, sehingga banyak pedagang mengalami kesulitan memenuhi kewajiban mereka.

Baca Juga:  Pt Akses Pelabuhan Indonesia Tingkatkan Kompetensi Melalui Pelatihan Lean Six Sigma Spsl Group

Salah satu pedagang yang berinisial (R) enggan menyebut nama lengkapnya kepada awak media mengatakan, sepinya Pasar Manggis salah satunya disebabkan oleh sikap pengelolaan yang kurang komunikatif. Ia menilai hal tersebut mencerminkan ketidakefektifan manajemen dalam menata dan mengembangkan kawasan pasar.

“Faktor internal seperti promosi yang minim dan manajemen yang kaku membuat pengunjung enggan datang,” ujarnya. 20 Februari 2026

Ia menambahkan, diperlukan solusi yang inklusif dari pihak manajemen dengan membangun dialog terbuka antara pengelola dan pedagang agar pasar tradisional tersebut kembali hidup dan ramai.

Baca Juga:  EDRR Indonesia 2025 Sukses Digelar, Dorong Kolaborasi Nasional Kesiap Siagaan Lebih Tangguh

Para pedagang juga berharap pengelolaan pasar ke depan lebih fokus pada fungsi pengembangan pasar dan peningkatan promosi, bukan semata-mata menuntut kewajiban tanpa memperhatikan kesejahteraan pedagang.

“Kami meminta hentikan penekanan untuk menutup tempat usaha dan pemutusan aliran listrik. Bangun silaturahmi antara manajemen pasar dan pedagang agar dapat berkolaborasi meramaikan pasar serta meningkatkan kesejahteraan pedagang. Dengan begitu, kami juga bisa membayar kewajiban dengan lancar,” tuturnya.

Para pedagang berharap aspirasi, keluhan, dan suara hati mereka dapat direspons positif oleh pihak manajemen pasar.

Sampai berita ini diterbitkan,pihak terkait belum bisa di konfirmasi. (Red).

Lihat Ekonomi Selengkapnya→
Artikel Terkait Ekonomi
Breaking NewsKanal lain
TNI – PolriKanal lain