Pasar Jabon Salah Kelola, Jorok dan Bau

- Jurnalis

Sabtu, 11 April 2026 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

POTRET - skandal pengelolaan aset Pemda DKI mengemuka, Pasar Jabon menjadi sorotan tajam lantaran tak setorkan PAD maupun retribusi pasar. (Foto: Teropongrakyat.co).

JAKARTA, teropongrakyat.co – Kotor dan bau, itulah yang dirasakan sejumlah pengunjung dan warga yang ada di sekitar area Pasar Jabon, di Kavling DKI 53 RW 10, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Jumat (10/4/2026).

Mereka mengeluhkan bau menyengat yang bersumber dari limbah pedagang yang menyebabkan saluran got tersumbat dan jalan menjadi becek.

Akibatnya, jalan mengalami kerusakan seperti berlubang, tidak rata, dan tergenang air, hingga menimbulkan bau tidak sedap.

Seorang pengunjung, Nurmi (39) mengaku kondisi pasar yang berbau, jorok dan tidak tertata rapi tersebut menyebabkan minimnya pembeli.

“Kalau kemarau aja banyak genangan, apalagi musim penghujan, makin jirok. Saya jadi malas ke pasar, apalagi kondisinya juga terlihat kumuh,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga:  Forum Group Discussion dan Penandatanganan Kerja Sama Malang Raya

Keluhan serupa juga disampaikan pengunjung lainnya. Lili menyebut kondisi itu sudah berlangsung lama tanpa penanganan yang jelas.

“Sepengetahuan saya sih sudah lama seperti ini, tapi belum ada perbaikan. Kalau terus dibiarkan, pembeli ataupun pengunjung juga bisa berkurang,” katanya.

Selain jalan rusak, sistem drainase yang kurang optimal turut memperparah kondisi. Genangan air kerap muncul setiap kali hujan, menandakan perlunya perbaikan menyeluruh, tidak hanya dibiarkan begitu saja oleh pengelola pasar dari pengurus lingkungan.

Warga berharap Pemerintah Kota Jakarta Barat segera mengambil langkah konkret, mengingat pasar tradisional ini menjadi penopang utama ekonomi masyarakat.

Jika tidak segera ditangani, kerusakan infrastruktur dikhawatirkan terus menghambat aktivitas warga dan berdampak pada menurunnya daya beli di pasar.

Baca Juga:  Jika Lebanon Jadi Gaza Kedua, Dunia Kaga Sanggup, Bos PBB Tepok Jidat!

Diberitakan sebelumnya, persoalan Pasar Jabon sampai saat ini belum ada titik jelas siapa yang berhak mengelola.

Pasalnya, selama sepuluh tahun dibangun, di area seluas sekitar 1 hektar tersebut diduga belum hasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan retribusi operasionalnya.

Situasi itu menambah daftar panjang pekerjaan rumah Pemprov DKI Jakarta dalam mengamankan aset negara agar tidak berpindah tangan atau dimanfaatkan secara ilegal oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Publik kini menanti langkah konkret dari Ketua Pencari Aset Jakbar adalah Seko Jakbar, maupun Kadis BPAD untuk segera melakukan audit menyeluruh dan penertiban terpadu demi menyelamatkan aset negara.

Berita Terkait

Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM
Mega Science Center dan Budaya Hadir di Kota Batu, Satukan Sains, Teknologi dan Budaya
718 Mahasiswa Baru Universitas Kepanjen Ikuti PKKMB
Remaja Sehat, Program AGISTA di SMKN 7 Menginspirasi Generasi Mbois Berkelas
Cek Kesehatan Gratis LDII Pakisaji Disambut Antusias Warga
Proyek APBD Rp5,5 Miliar di Pademangan Timur Diduga Abaikan K3, Papan Proyek Dipasang di Samping Rumah Warga
37 Inovasi Perumda Tirta Kanjuruhan Perkuat Kabupaten Malang di IGA 2026
Oven Korslet, Home Industri Tusuk Sate di Turen Terbakar

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

Mega Science Center Resmi Trial Opening, Gubernur Jatim Soroti Edukasi STEM

Rabu, 16 September 2026 - 19:35 WIB

Mega Science Center dan Budaya Hadir di Kota Batu, Satukan Sains, Teknologi dan Budaya

Selasa, 15 September 2026 - 16:27 WIB

718 Mahasiswa Baru Universitas Kepanjen Ikuti PKKMB

Senin, 14 September 2026 - 23:08 WIB

Remaja Sehat, Program AGISTA di SMKN 7 Menginspirasi Generasi Mbois Berkelas

Minggu, 13 September 2026 - 12:41 WIB

Cek Kesehatan Gratis LDII Pakisaji Disambut Antusias Warga

Berita Terbaru