Lurah Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Nemin bin Haji Sain, meminta proses pengiriman tanah untuk proyek Tol

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta- teropongrakyat.co | Cikampek 2 Selatan dihentikan sementara. Permintaan tersebut disampaikan menyusul dampak pencemaran lingkungan secara fisik yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Menurut Nemin, aktivitas truk pengangkut tanah membuat Jalan Raya Cinyosog menjadi licin saat musim hujan dan berdebu ketika cuaca panas. Kondisi tersebut dinilai mengganggu jarak pandang pengendara serta meningkatkan risiko kecelakaan.

Nemin menyatakan akan memanggil PT CMS selaku vendor pengiriman tanah untuk meminta pertanggungjawaban atas dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga:  Satgas Yonif 330 Kostrad Berbagi Kebahagiaan di Hari Pertama Puasa  

“Proyek apa pun kalau mengganggu pengguna jalan, saya tidak terima. Apalagi kerjaan seperti ini dilakukan saat bulan puasa, secara manusiawi harusnya bisa lebih diperhatikan,” ujar Nemin, Selasa (3/3/2026).

Ia menuntut agar PT CMS segera memberikan solusi konkret guna mengatasi persoalan tersebut dan mencegah terjadinya kecelakaan.

“Harusnya kalau musim hujan begini jangan dulu masuk tanah, Pak. Kasihan pengendara. Saya yang dimaki-maki warga, seakan-akan saya tidak peduli,” tambahnya.

Sejumlah warga Desa Burangkeng juga menyampaikan protes terhadap proyek tol tersebut. Mereka menilai aktivitas pengangkutan tanah merugikan petani dan mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat sekitar.
Nemin berharap PT CMS dapat segera mengambil langkah perbaikan agar aktivitas proyek tidak membahayakan masyarakat.

Baca Juga:  Organisasi Perubahan Sosial Indonesia Gelar "Case Conference" dan "Paralegal Meeting" Hybrid, Soroti Kekerasan Terhadap Pekerja Seks

“Saya tidak dapat apa-apa di sini, tapi dicaci-maki rakyat. Saya hanya ingin warga aman dan nyaman,” tegasnya.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak PT CMS belum memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut.

Penulis : Yadi bekasi

Berita Terkait

Dugaan Pengolahan Usus Ayam Berformalin di Pemalang, Media Temukan Gudang Tanpa Izin dan Pembuangan Limbah ke Sungai
Dari Warkop Pinggir Jalan ke Ekspansi Lintas Kota: Strategi ‘Sunyi’ UMKM Menang di Pasar Daerah
*Ahli Waris Adukan Dukcapil Jepara ke Ombudsman, Persoalkan Data Almarhum yang Tak Sinkron dengan Buku Nikah*
Peringatan Hari Kartini : Penguatan Peran Perempuan di Industri Wisata
Polisi Tangkap Pengedar Ganja 3,6 Kg di Tanah Abang, Jaringan Masih Dikembangkan
Trotoar Disulap Jadi “Kasir Jalanan”, Parkir Liar di Jalan Danau Sunter Barat Diduga Dibiarkan
Warga Sriamur Pilih TPST Tetap Beroperasi, Soroti Dampak Jika Ditutup
Apical Perkuat Kapasitas UMKM Kuliner melalui Kolaborasi dengan Suku Dinas Jakarta Utara

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 14:24 WIB

Dugaan Pengolahan Usus Ayam Berformalin di Pemalang, Media Temukan Gudang Tanpa Izin dan Pembuangan Limbah ke Sungai

Rabu, 22 April 2026 - 11:25 WIB

Dari Warkop Pinggir Jalan ke Ekspansi Lintas Kota: Strategi ‘Sunyi’ UMKM Menang di Pasar Daerah

Selasa, 21 April 2026 - 21:52 WIB

*Ahli Waris Adukan Dukcapil Jepara ke Ombudsman, Persoalkan Data Almarhum yang Tak Sinkron dengan Buku Nikah*

Selasa, 21 April 2026 - 13:46 WIB

Peringatan Hari Kartini : Penguatan Peran Perempuan di Industri Wisata

Selasa, 21 April 2026 - 11:20 WIB

Polisi Tangkap Pengedar Ganja 3,6 Kg di Tanah Abang, Jaringan Masih Dikembangkan

Berita Terbaru