Google Diduga Bermasalah, Nilai Tukar Rupiah Tiba-tiba Menguat Drastis

- Jurnalis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Google Diduga Error

Google Diduga Error

JAKARTA, Teropongrakyat.co – Google diduga mengalami kesalahan dalam menampilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada layanan Google Finance. Pada Sabtu sore (1/2), nilai tukar rupiah tiba-tiba terpantau menguat drastis hingga 50 persen, berada di level Rp8.170,65 per dolar AS.

Tak hanya terhadap dolar AS, nilai tukar rupiah terhadap mata uang Euro juga menunjukkan penguatan signifikan hingga Rp8.348 per Euro. Angka tersebut jauh berbeda dibandingkan nilai tukar yang tertera di layanan finansial resmi, seperti BCA, yang mencatat kurs rupiah di Rp16.295 per dolar AS dan Rp16.889 per Euro.

Baca Juga:  Khamenei Tegas Tolak Ancaman AS: "Setiap Intervensi Militer Akan Berujung pada Kerusakan Tak Terperbaiki".

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Google mengenai penyebab anomali tampilan nilai tukar rupiah di Google Finance. Dugaan sementara mengarah pada kesalahan teknis dalam sistem pembaruan data nilai tukar.

Baca Juga:  SMP Negeri 55 Jakarta Utara Sukses Gelar Kunjungan Edukatif ke Museum Bahari dan Fatahillah

Kesalahan semacam ini bisa menimbulkan kebingungan bagi masyarakat yang mengandalkan Google Finance untuk memantau pergerakan nilai tukar. Para pelaku pasar diimbau untuk tetap merujuk pada sumber resmi seperti Bank Indonesia atau perbankan dalam mengambil keputusan terkait transaksi mata uang.

Berita Terkait

15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI
BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*
Pengelola Teras Nona Manis Beri Penjelasan Terkait Keributan yang Viral
Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Berjalan Lancar, Penggugat Klaim Tidak Ada Bantahan Batas Objek, PN Jakarta Utara Diharapkan Tegakkan Kepastian Hukum
Perkuat Pelayanan Umat, Gus Yusrul Hana Pastikan 2 Ambulans LKNU Jakarta Pusat Selalu Prima
LP Diduga Mandek 8 Bulan, Keluarga Korban Amankan Sendiri Terduga Pelaku ke Polres Metro Bekasi Kota
Meninggal Saat Menjalani Perawatan, Polresta Tangerang Beberkan Riwayat Penanganan Medis Tahanan
Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Kembali Tertunda, Ahli Waris Pertanyakan Kepastian Hukum

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:09 WIB

15 Tahun Menanti Pelebaran Jalan, Warga Marunda Pulo Pertanyakan Komitmen Pemprov DKI

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:20 WIB

BPI KPNPA RI APRESIASI KEJAGUNG TETAPKAN 3 TERSANGKA KASUS MANIPULASI EKSPOR LOGAM TANAH JARANG*

Selasa, 7 Juli 2026 - 20:16 WIB

Pengelola Teras Nona Manis Beri Penjelasan Terkait Keributan yang Viral

Selasa, 7 Juli 2026 - 11:08 WIB

Sidang Lapangan Sengketa Lahan Sherwood Berjalan Lancar, Penggugat Klaim Tidak Ada Bantahan Batas Objek, PN Jakarta Utara Diharapkan Tegakkan Kepastian Hukum

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:21 WIB

Perkuat Pelayanan Umat, Gus Yusrul Hana Pastikan 2 Ambulans LKNU Jakarta Pusat Selalu Prima

Berita Terbaru

Pemerintahan

Kebakaran Lahan Tebu di Sumberpucung Hanguskan 1 Hektare

Rabu, 8 Jul 2026 - 21:54 WIB