Aksi Solidaritas untuk Vanessa Digelar di Mabes Polri, Desak Penangguhan Penahanan dan Gelar Perkara Khusus

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 17:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,.Teropongrakyat co – Sejumlah massa yang tergabung dalam Aktivisme JUSTICE dari Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN), bersama keluarga, pemerhati kasus, dan tim kuasa hukum Bhayangkari Vanessa, menggelar aksi damai di depan Gedung Baharkam Mabes Polri, Rabu (1/4/2026) pukul 11.00 WIB.

Dalam pernyataan resminya, pihak penyelenggara menegaskan bahwa aksi tersebut bukan bertujuan merendahkan institusi Polri, melainkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi demi menuntut keadilan.

“Kami hadir bukan untuk menciptakan keributan, tetapi sebagai warga negara yang memiliki hak menyampaikan pendapat. Kami juga bagian dari keluarga Bhayangkari yang menyaksikan langsung penderitaan Ibu Vanessa,” ujar perwakilan massa dalam rilisnya.

Massa aksi menyoroti kondisi keluarga Vanessa yang dinilai memprihatinkan. Anak-anaknya disebut terus menangis mencari ibunya, sementara sang nenek yang telah berusia 65 tahun harus merawat cucu-cucunya seorang diri.

Baca Juga:  Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Korupsi Pertamax Dioplos, Negara Rugi Rp193,7 Triliun

“Ibundanya Vanessa terus berjuang demi keadilan bagi anaknya,” lanjut pernyataan tersebut.

Selain itu, massa juga menyinggung dugaan keterlibatan oknum perwira aktif Polri dalam kasus tersebut. Disebutkan bahwa suami Vanessa yang berpangkat Komisaris Besar (Kombes) diduga menjadi pelapor, sementara anak di bawah umur disebut menjadi korban dari konflik yang terjadi.

Di tengah aksi, Ketua Umum BPIKPNPA RI,Tubagus Rahmad Sukendar, turut hadir dan melakukan komunikasi langsung dengan pihak Bareskrim Mabes Polri. Ia difasilitasi pihak Internal Polri untuk bertemu dengan jajaran Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), termasuk direktur, kasubdit, kanit, serta penyidik yang menangani perkara tersebut.

Baca Juga:  Perjuangan Pengemudi Demi Kesejahteraan: Dibayangi Isu Ujaran Kebencian dan Upaya Hukum

Dalam pertemuan itu, Rahmad Sukendar selaku kuasa hukum Vanessa menyampaikan sejumlah permohonan penting, di antaranya penangguhan penahanan terhadap Vanessa, pelaksanaan gelar perkara khusus, serta pendampingan terhadap anak yang terdampak.

“Permohonan kami agar Bareskrim, khususnya Direktorat PPA, dapat mempertimbangkan penangguhan penahanan Vanessa dan segera menggelar perkara khusus. Kami juga meminta adanya pendampingan terhadap anak,” ujar Rahmad Sukendar Rabu (1/3/26).

Aksi ini berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat yang berharap adanya kejelasan dan keadilan dalam penanganan kasus tersebut.**

Berita Terkait

Sidang Jawaban Eksepsi Nana Sutisna (Kades Parakan): Kuasa Hukum Sorot Jawaban JPU, Putusan Sela 17 September 2026
Resmi Didaftarkan di E-Court: Kuasa Hukum Prianto Bawa Sengketa Lahan Adat ke Mahkamah Agung RI
Ketika Nama-Nama Besar Muncul di BAP Tan Kian, Rahmad Sukendar: Jangan Ada yang Kebal Hukum
LPKP Dan Warga Adat Lapor Dugaan Kejahatan Beruntun PT NPR dan Kapolres Barito Utara ke DPR dan Komnas Ham
Sengketa Lahan Berdarah: Pembayaran Lahan Disimpangkan, Rumah Dibakar, dan Nyawa Melayang di Kalteng
Dakwaan CSR Rp1,37 Miliar Diklaim Cacat Hukum, 10 Alasan Eksepsi Nana Sutisna: Penuntut Umum Langgar Aturan Baru KUHAP
Lima Hari Kerja Seharusnya Tuntas Malah Mandek Berbulan-bulan Prosedur BPN Dilanggar, Ahli Waris Tateli Terpaksa Tempuh Jauh ke Jakarta
Dugaan Sadis ! Polisi Salah Tangkap dan Kekerasan Disorot, Kuasa Hukum Ahmad Adzani Melawan Tempuh Praperadilan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 14:45 WIB

Sidang Jawaban Eksepsi Nana Sutisna (Kades Parakan): Kuasa Hukum Sorot Jawaban JPU, Putusan Sela 17 September 2026

Kamis, 10 September 2026 - 11:09 WIB

Resmi Didaftarkan di E-Court: Kuasa Hukum Prianto Bawa Sengketa Lahan Adat ke Mahkamah Agung RI

Selasa, 8 September 2026 - 20:29 WIB

Ketika Nama-Nama Besar Muncul di BAP Tan Kian, Rahmad Sukendar: Jangan Ada yang Kebal Hukum

Jumat, 4 September 2026 - 19:16 WIB

LPKP Dan Warga Adat Lapor Dugaan Kejahatan Beruntun PT NPR dan Kapolres Barito Utara ke DPR dan Komnas Ham

Jumat, 4 September 2026 - 19:14 WIB

Sengketa Lahan Berdarah: Pembayaran Lahan Disimpangkan, Rumah Dibakar, dan Nyawa Melayang di Kalteng

Berita Terbaru

Pemerintahan

Oven Korslet, Home Industri Tusuk Sate di Turen Terbakar

Jumat, 11 Sep 2026 - 07:15 WIB

TNI – Polri

Manuver Pertempuran Darat Memperkuat Interoperabilitas di SGS 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:55 WIB

TNI – Polri

CYBEREX SGS 2026 Tingkatkan Kesiapan Siber Melalui Technical Review

Kamis, 10 Sep 2026 - 22:35 WIB