Upah Nelayan Adonara Cuma Rp.95.500/Hari, APT2PHI: Negara Jangan Diam Saja

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Rahman Sabon Nama sedang melihat lahan kerajaan Larantuka di Wailebe Kecamatan Adonara untuk tanaman padi dan sorgum

Adonara.Flores.NTT.Teropongrakyat.co – Nelayan budidaya mutiara di Dusun Wure, Kecamatan Witihama, Adonara, Flores Timur hanya menerima upah Rp85.500 per hari. APT2PHI menilai angka itu belum layak untuk menutup kebutuhan rumah tangga di tengah harga BBM dan sembako yang terus naik.

Ketua Umum APT2PHI Rahman Sabon Nama menyampaikan hal itu saat kunjungan kerja ke Pulau Adonara, Kamis (25/6/2026). Ia menyebut nelayan, petani, dan peternak di daerah kepulauan masih hidup dalam kondisi rentan, padahal mereka penopang utama ketersediaan pangan.

Kekayaan Laut Belum Dongkrak Kesejahteraan
Rahman menilai kekayaan sumber daya alam NTT belum berbanding lurus dengan kesejahteraan warga pesisir. Ia mendorong pemerintah menyusun peta jalan ekonomi” berbasis SDA yang berpihak pada pemerataan dan keadilan sosial.

Baca Juga:  Ini Dia Update Harga Mobil Hybrid di Indonesia Usai Pengumuman Insentif PPnBM 3 Persen

Kebijakan itu penting untuk menjalankan amanat Pasal 33 UUD 1945. Pengelolaan SDA harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat,” ujar Rahman Kepada Teropongrakyat.co.jumaat.26/2026.

Dalam kunjungan tersebut, Rahman didampingi pendiri APT2PHI Usman Doni Tokan dan anggota DPRD Flotim Fraksi PDI-P Polikarpus Kopong Belolo. Mereka bertemu Don Pati Golo, adik Raja Larantuka, untuk membahas sengketa tanah ulayat di Wailebe, Adonara Barat. Pertemuan itu juga membahas pemanfaatan lahan tidur milik Kerajaan Larantuka untuk tanam padi dan sorgum guna dukung swasembada pangan.

Upah Rp95.500 Tak Cukup Tutup Kebutuhan
APT2PHI menemukan nelayan di Dusun Wure yang bekerja di perusahaan mutiara milik Jepang menerima gaji harian Rp95.500. Nominal itu dinilai tidak cukup untuk kebutuhan keluarga nelayan saat ini.

Baca Juga:  Layanan Terintegrasi Pacu Pertumbuhan: Pelindo Solusi Logistik Catat Kinerja Gemilang

“Negara tidak boleh membiarkan nelayan, petani, dan peternak terus berada dalam situasi rentan. Mereka adalah produsen pangan yang menopang kehidupan masyarakat,” Tegas Rahman.

APT2PHI Ajukan 3 Usulan ke Pemerintah
Untuk memperbaiki kondisi, APT2PHI mengajukan 3 usulan.

Pertama, Kemnaker diminta meninjau ulang kebijakan UMK di NTT dengan menghitung biaya hidup dan karakter wilayah kepulauan.

Kedua, pemerintah pusat perlu memperkuat infrastruktur perikanan berkelanjutan di Flotim. Mulai dari rumah nelayan layak huni, bantuan kapal dan alat tangkap, hingga akses sarana produksi.

Ketiga, Pemkab Flotim didorong membentuk BUMD perikanan. Menurut Rahman, BUMD bisa jadi jembatan nelayan ke pasar agar hasil tangkapan tidak hanya dijual mentah, tapi punya nilai tambah.

Ia juga mendorong pengembangan budidaya rumput laut sebagai penghasilan alternatif keluarga nelayan pesisir Flotim.**

Berita Terkait

Ketua Umum Srikandi DPP PWDPI Rosita Gosi: Dana KUR Belum Sepenuhnya Berpihak pada UMKM, Administrasi yang Membebani Perlu Dibenahi
RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara
Disdagperin Bekasi Finalisasi Penertiban PKL Jl. Ir. H. Djuanda Hari Ini
Tokoh Adat Kampung Kelupang Desak Pemerintah Prioritaskan Air Bersih dan Perbaikan Jalan
Sekdis Disperindag Kota Bekasi Singgung Wacana Putus Kontrak Proyek Revitalisasi Pasar Bantargebang
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah di Tengah Turunnya Surplus Perdagangan Indonesia
Sekdis Disperindag Bekasi Romi Bantah Miliki MCK Pasar Bantargebang, Minta Klarifikasi Tak Dipublikasikan
Lahir Pancasila 2026: Rahmad Sukendar Minta Prabowo Fokus Benahi Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:46 WIB

Upah Nelayan Adonara Cuma Rp.95.500/Hari, APT2PHI: Negara Jangan Diam Saja

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:18 WIB

Ketua Umum Srikandi DPP PWDPI Rosita Gosi: Dana KUR Belum Sepenuhnya Berpihak pada UMKM, Administrasi yang Membebani Perlu Dibenahi

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:14 WIB

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:08 WIB

Disdagperin Bekasi Finalisasi Penertiban PKL Jl. Ir. H. Djuanda Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:38 WIB

Tokoh Adat Kampung Kelupang Desak Pemerintah Prioritaskan Air Bersih dan Perbaikan Jalan

Berita Terbaru

TNI – Polri

Sabtu, 27 Jun 2026 - 09:48 WIB