Jakarta Utara, TeropongRakyat.co – Keluhan warga Jalan Rumah Si Pitung RT 01, RT 02 RW 07, Cilincing, Jakarta Utara, terkait dugaan terputusnya kali anakan Blencong akibat proyek pembangunan Rusun Marunda akhirnya mendapat tanggapan dari pihak pelaksana proyek.
Diketahui proyek pembangunan tersebut dikerjakan oleh PT Abipraya. Dalam konfirmasi kepada redaksi Teropongrakyat.co pada Selasa, 12 Mei 2026, pihak engineering proyek menjelaskan bahwa kondisi kali saat ini bukan ditutup permanen, melainkan sedang dilakukan pengerukan sedimen untuk normalisasi aliran air.
“Ini sedang dalam pengurukan sedimen biar aliran air lancar dan pipa PDAM yang kemarin bermasalah sudah sedang dibenerin juga,” ujar Jon Asibi selaku engineering di proyek Rusun Marunda.
Menurut pihak proyek, pengerjaan tersebut nantinya juga akan disertai pembangunan tanggul agar aliran air lebih tertata dan tidak menimbulkan genangan di lingkungan warga sekitar.
Sebelumnya warga sempat resah lantaran aliran air di kali terlihat tertutup material tanah dan lumpur sehingga dikhawatirkan memperparah banjir rob di kawasan pesisir Cilincing. Warga juga menyoroti pembabatan pohon mangrove yang dinilai merusak ekosistem pesisir di wilayah Marunda.
Selain persoalan kali, masyarakat juga mengeluhkan matinya aliran air bersih PAM sejak beberapa hari terakhir. Warga menduga pipa PDAM mengalami kerusakan akibat aktivitas alat berat proyek.
Kini pihak proyek memastikan pipa yang rusak sudah dalam tahap penanganan agar distribusi air bersih kembali normal dan warga dapat kembali menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Meski demikian, warga berharap pihak kontraktor maupun Pemerintah Daerah DKI Jakarta tetap terbuka terhadap pengawasan masyarakat serta lebih memperhatikan dampak lingkungan dan sosial selama pembangunan berlangsung, terutama karena kawasan Marunda dan Cilincing merupakan daerah rawan rob dan padat permukiman warga pesisir.


























































